KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 48


__ADS_3

Sudah dua hari di rumah Ibu Nafisah mengadakan doa bersama dan mengaji , Ibu Nafisah sangat kehilangan tapi keluarga Ibu Nafisah sudah bisa menerima taqdir yang sudah terjadi terhadap Syaif.


" Mama sudah makan? " Tanya Nanda


" Makan dulu nan sama Nando , mama masih ingin mengaji disini."


" Nando masih kerumah sakit ma , soalnya kak Raesa sudah mintak pulang "


" Ya Allah apa yang harus mama katakan pada Raesa, dia masih baru menikah dan sekarang Raesa menjadi janda " Ibu Nafisah menangis mengingat Raesa menantu kesayangan, yang harus hidup menderita ditinggal suami yang paling dia sayang. Tampa ada makam yang harus di lihat. pasti dia tidak akan percaya kalau Syaif meninggal.


" Mama kak Raesa wanita yang taat beribadah Nanda yakin dia pasti bisa melalui ini dengan sabar dan ikhlas "


" Mama tahu nak, tapi kak Raesa mu kehilangan seorang suami, dan kehilangan suami itu adalah hal yang paling sakit , seperti mama di tinggal kan papa ketika masih kalian kecil " Ujar Ibu Nafisah menghapus air matanya.


" Maafin Nanda ma ! sudah membuat mama sedih mengingat papa" Nanda memeluk Ibu Nafisah


" Sudah lah kamu makan dulu ajak bik Ijah dan yang lain makan bersama, biar kamu ada temannya".


" Iya ma Nanda makan dulu "


Lalu Nanda meninggal kan Ibu Nafisah yang masih duduk bersimpuh di musholla.


Di rumah sakit Nando membujuk Raesa untuk tetap berobat sampai betul betul sembuh, tapi Raesa tidak mau terus terusan di rumah sakit , Raesa hanya ingin menemani Syaif di ruang rawat inap lainnya, karena Raesa masih menganggap Syaif belum meninggal.

__ADS_1


" Kakak harus bisa memahami keadaan kak Syaif karena kakak belum sehat betul"


" Nando kakak ingin bertemu kakak mu"


" Nanti kak ada waktunya , sekarang kakak harus pulih dulu baru nanti ketemu kakak " Nando berusaha menenangkan Raesa.


Tiba tiba raesa mual mual dan wajahnya pucat sekali. Nando jadi terkejut dan bingung.


" Kakak kenapa ? "


" Entah lah kakak merasa perut kakak sakit mau muntah mulai tadi " Ujar Rsesa lemas, Nando langsung keluar memanggil Ibu Ani yang sedang duduk di depan kamar Raesa.


" Ibu kak Raesa mual terus , mungkin efek obat, sebaiknya kita panggil dokter " Ujar Nando yang membuat Ibu Ani terkejut. Lalu berlari menuju ke dalam kamar, Ibu Ani langsung memencet Bell memanggil perawat.


" Raesa ada apa nak?"


" Tunggu sebentar nak , suster pasti datang "


Tak lama kemudian Suster datang dan langsung memeriksa Raesa.


" Maaf mbak Raesa, kita langsung USG saja ya, mbk Raesa bisa duduk di kursi roda ? " Ujar suster itu


" Bisa suster "

__ADS_1


" Apa kamu bisa nak duduk di kursi roda " Tanya Ibu Ani


" Bisa bu "


" Kalau begitu mbak Raesa duduk disini ya " Suster mendorong kursi roda ke arah tempat tidur Raesa, Raesa di bantu ibu Ani dan Nando pindah ke kursi aroda. Setelah raesa duduk suster mendorong nya, bu ani dan Nando mengikuti Raesa yang di bawa dokter, sedang kan Pak Anas masih pulang untuk mengambil baju Ibu Ani.


 


Sudah 15 menit Raesa berada di ruangan dokter, Ibu Ani dan Nando menunggu nya di luar.


" Keluarga Raesa " Panggil dokter dari pintu


" Iya dokter " Ibu Ani dan Nando menghampiri dokter


" Bagaimana dokter keadaan putri ku"


" Kabar baik bahwa putri ibu hamil, usia kandungan nya 2 minggu" jelas dokter yang membuat Ibu Ani sok mendengar berita kehamilan Raesa begitu juga Nando.


" Maaf saya mengerti keadaan Raesa sekarang, karena masih berduka, tapi saya mohon untuk menjaga perasaan Raesa karena kandungan yang masih muda akan mudah keguguran apabila sering stres "


" Iyaa dokter sebisa mungkin kita akan menjaga kak Raesa " Ujar Nando


" Apa Raesa boleh kami bawa kekamar nya " Tanya Ibu Ani pada dokter.

__ADS_1


" Boleh bu silahkan " Dokter pun pergi, Ibu Ani dan Nando membawa Raesa ke ruangan nya lagi. Karena tak ingin Raesa mengalami stres karena sedih suami nya meninggal, Nando selalu menghibur kakaknya. begitu juga Ibu Ani.


 


__ADS_2