
Setelah selesai berpamitan Raesa dan Ibu Nafisah langsung menuju kamar Nanda dan Fatma. Ternyata ada Aisyah di dalam kamar itu.
" Nan maafin aku ya belum bisa menyakinkan Abah untuk melepaskan ustad Abdullah " Ujar Aisyah sedih sambil memeluk Nanda
" Neng bukan kah setiap yang kita cintai akan di ambil oleh allah, jadi Nanda ikhlas sudah Neng. Yang akan Nanda lakukan sekarang adalah belajar lebih giat lagi supaya bisa memimpin remaja remaja muda yang mau belajar agama di kota saya neng "
" Aku bangga sama kamu Nan"
" Neng maafin Fatma ya Neng baik di sengaja maupun tidak "
" Sama sama Fatma, tetap ya hubungi aku semoga kita bisa menjadi sahabat rasa saudara "
" Amiin "
Tak lama kemudian Ibu Nafisah dan Raesa datang.
" Neng Aisyah mbk Raesa pamit dulu ya "
" Mbk Raesa Ibu Nafisah kami sekeluarga mengucapkan banyak terimakasih atas semua yang Ibu dan mbk Raesa berikan di pesantren ini " Ujar Aisyah sambil bersalaman dengan Ibu Nafisah dan Raesa.
Mereka pun pergi meninggalkan pesantren itu , tak terasa Nanda dan Fatma meneteskan air mata , mereka mengingat semua kenangan suka duka yang di lalui ketika menjadi santri.
Nando dan Sandy yang menunggu cukup lama. Akhirnya mereka datang juga, Nanda menyalami Sandy dan Nando begitu juga Fatma.
" Akhirnya rumah kita akan rame dengan anak anak santri hehehe " Ledek Nando yang membuat Nanda dan Fatma tertawa juga
" Nanda duduk di belakang dengan Fatma " Ujar Nando
" Kak Nando sama mama duduk di depan ku, kasian tu pengantin baru nya di pisahkan " Ujar Nanda mulai meledek Raesa. Raesa tersenyum dengan tingkah adik adik nya.
" Bener juga kamu Nan, seharusnya kak Raesa mu yang duduk di sebelah ku, bukan si calon kiai ini " Jawab Sandy menggoda Nando
Ibu Nafisah tersenyum melihat tingkah anak anak nya.
" Sudah hampir magrib loh, ayo cepat berangkat kita cari hotel dulu San " Ujar ibu Nafisah
" Baik tante " Jawab Sandy
Mereka keluar dari parkiran pesantren dan menuju ke jalan raya.
SELAMAT TINGGAL KENANGAN
__ADS_1
SELAMAT TINGGAL MASA SULIT
SELAMAT TINGGAL HATI YANG TERLUKA
SELAMAT TINGGAL PESANTREN TERCINTA KU
MAAF BELUM BISA JADI YANG SEMPURNA
MAAF BELUM BISA JADI SANTRI YANG DI RIDHOI
MAAF BELUM BISA JADI WANITA KUAT
MAAF BELUM BISA MELAWAN NAFSU
TAPI !!!!!
AKU JANJI AKAN BERUBAH LEBIH BAIK LAGI
Nanda menatap dinding pesantren itu dengan derai air mata.
Mungkin Nanda lelah dengan cinta nya. Dan ingin meninggalkan nya , perasaan nya saat ini hanya ingin dia tenang dan mengikhlas semua yang akan terjadi.
Tak lama setelah berjalan beberapa kilo meter Asdan magrib berkumandang, Sandy berhenti di sebuah masjid untuk melakukan kewajibannya yaitu sholat.
♡♡♡♡♡♡♡♡●●●●●●●●●●♡♡♡♡♡♡♡♡
Di sisi lain Aisyah selesai sholat langsung masuk ke kamar nya, beberapa hari Aisyah sering menyendiri dan menghindar dari Kiai Jakfar.
Perasaan Aisyah kecewa, tetapi Aisyah masih bisa mengendalikan diri, Nanda benar bahwa cinta akan di ambil juga oleh sang maha pencipta. Cinta yang kini di rasakan pada Nando hanya bisa di simpan dalam hati nya.
menelfon pun Aisyah takut berdosa, karena jika berbicara cukup lama akan ada pembicaraan yang bisa merusak iman Aisyah.
Tiba tiba mata Aisyah berkunang kunang, Aisyah yang sedang duduk di ranjang merasa pusing dan seketika Aisyah pingsan dan jatuh ke lantai.
Jam sudah pukul 21.00 Keluarga Ibu Nafisah makan malam bersama di hotel tempat mereka menginap. Nanda tiba tiba kaget dan berdiri
" Ya Allah " Ujar Nanda seperti mengingat sesuatu
" Ada apa Nan" Tanya Ibu Nafisah
" Kak Nando ada titipan dari Neng Aisyah " Ujar Nanda yang baru menyadari titipan Aisyah.
__ADS_1
" Kamu tidak lagi bercanda kan Nan ? " Tanya Nando yang merasa bahagia dan senang.
" Tentunya tidak Kak "
" Kok anak mama bahas Neng Aisyah? " Tanya Ibu Nafisah heran melihat kedua anak nya.
Sedangkan Raesa tersenyum, karena sebenarnya Raesa sudah tahu dari Azam bahwa Nanda saling mencintai dengan Azam, dan Nando mencintai Aisyah, diam diam Azam menelfon Raesa dan menceritakan semuanya.
" Ma biar kan mereka mengurusnya sendiri, kita akan menjadi penonton saja ma " Ujar Raesa tersenyum memegang tangan Ibu Nafisah, kemudian Ibu Nafisah memahami dan tersenyum.
Fatma tidak banyak bicara, Karena bagi Fatma di akui keluarga sudah sangat bahagia. Apalagi Fatma juga di berikan fasilitas yang sama dengan Nando dan Nanda, baik dari ATM dan keperluan lain nya. Mengingat jatah bulanan yang begitu banyak bagi Fatma membuat Fatma bisa menyimpan uang tersebut. uang 15 juta perbulan bagi Fatma sungguh luar biasa, sedang di pesantren Fatma terbiasa dengan menghemat uang sehemat mungkin.
Nando duduk di Sofa kamar hotel Nanda, dan membaca isi surat yang di kirim Aisyah
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Assalamualaikum
Maaf tidak bisa berbuat banyak untuk kelanjutan perasaan kita.
Ku akui aku mencintai mu
Tapi cinta itu ada pemilik nya
Yaa
Kita akan meminta pada sang pemilik cinta
kita akan memohon pada sang pemilik cinta
Kita akan mengemis pada sang pemilik cinta
kita akan berlutut pada sang pemilik cinta
Dia sang pemilik cinta dengan kekuasan NYA akan menyatukan kita .
Kita ya kita akan berjuang untuk cinta kita
Berpasrah pada Sang Maha Pencipta yang memiliki cinta di atas cinta.
Dia adalah Sang Maha segalanya di atas segalanya.
__ADS_1
Wassalam
●●●●●●●●●♡♡♡♡●●●●●●●●●