KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 152


__ADS_3

Keesokan hari nya, di rumah sakit Aisyah sudah di perbolehkan pulang, Miftah dan Iffah menemani Aisyah dengan setia.


" Mbk Iffah makasih ya mau menemani Aisyah "


" Lagi lagi bilang terimakasih, ini sudah tugas mbk jagain kamu" Ujar Iffah


" Sudah ayo bangun kita akan pulang kerumah " Ujar Miftah membantu Aisyah duduk, sedang Iffah membantu memakai kan hijab nya.


Setelah semua selesai di urusi mereka pulang, Aisyah sangat bahagia bisa pulang secepat mungkin.


Tak Lama kemudian sampai, Kiai Jakfar sudah menunggu di depan pintu, Aisyah yang turun dari mobil langsung menghampiri Kiai Jakfar dan memeluk nya


" Abah maafin Aisyah membuat Abah hawatir " Ujar Aisyah dengan air mata yang sudah tidak bisa di tahan lagi.


" Abah tidak apa apa Nduk bagaimana keadaan mu sekarang "


" Alhamdulillah sudah baik Abah "


Aisyah masuk kedalam kamar nya dan duduk bersama Kiai Jakfar,


" Nduk Abah mohon jangan seprti ini lagi. jika kamu ada masalah ceritakan kepada Abah, Abah sedih karena Abah membiarkan mu sampai sakit "


" Aisyah yang mintak maaf Bah "


" Abah ingin semuanya cepat selesai Nduk, Abah mau kamu jujur , apakah kamu tidak ingin menikah dengan Abdullah Nduk ?"


" Maafin Aisyah Abah, tapi jujur Aisyah tidak mencintai Abdullah dan tidak mau menikah dengan Nya "


" Baik lah nduk, kita akan memanggil Ustad Malik ke sini dan akan menceritakan semua nya nduk "


" Abah Nanda sangat mencintai Abdullah, Nanda masih ada dalam norma norma agama bah, dia meski mencintai Abdullah, tidak pernah mereka mengumbar ngumbar kan nya. karena mereka ingin melewati dengan mendapat ridho dari Abah bukan ingin merebut Abdullah dari Aisyah , Abah jangan hawatir, masalah pesantren pasti akan ada pengasuh baru yang sama persis memimpin pesantren ini seprti abah , Aisyah yakin Bah " Kata kata Aisyah meyakinkan Kiai Jakfar dan Miftah juga Iffah


" Nduk istirahat lah dulu Abah dan kakak mu akan keluar untuk membicarakan ini, karena Abah tidak mau Ustad Malik salah faham "


" Sekali lagi terimakasih Abah "


" Iya Nduk , tidur lah "

__ADS_1


Mereka keluar dari kamar Aisyah, dan membiarkan Aisyah istirahat.


Jam menunjukkan pukul 13.30 , Sandy pulang lebih awal dari restoran nya. Karena kebiasaa menemani Zidan membuat Sandy harus cepat cepat pulang.


Sesampai di rumah Sandy langsung ke kamar Zidan, ternyata Zidan sedang bermain dengan Nanda dan Fatma.


" Assalamualaikum "


" Waalaikum salam, eh Zidan papa datang tuu " Ujar Nanda membalikkan badan Zidan, Zidan yang melihat kedatangan Sandy langsung ceria dan berlari menghampiri nya.


" Anak papa lagi apa sayang " Tanya Sandy sambil mencium pipi Zidan


" Pa pah .... pa pah .... atang " Ujar Zidan yang mulai belajar bicara.


" Duh anak papa pintar ya, sudah bisa bicara " Sandy mencium pipi Zidan dan merasa bahagia.


Nanda yang tidak pernah tahu kedekatan Zidan dan Sandy, menjadi terharu


" Kak Sandy sangat mencintai Zidan, pantas mama sangat mendukung hubungan kak Sandy dengan Kak Raesa " Seru dalam hati Nanda


" Mama masih di kantor sayang kerja "


" Pa pah eja uga ya"


" Sudah pulang kerja papa, ni mau nemeni zidan bobok siang "


" oyeeee idan idur ama pa pah " Ujar Zidan bahagia ketika sandi mengatakan mau tidur siang bersama Zidan.


" Hahaha Ya Allah Zidan lucu nya kamu " Ujar Nanda sambil mencubit pipi Zidan yang masih di gendong Sandy.


" Ya sudah sekarang kalian tinggal kan kakak ya . biar Zidan tidur siang dulu "


" Kak makasih ya " Ujar Nanda


" Untuk apa ? "


" Sudah menyayangi Zidan " Jawab Nanda dengan senyum termanisnya

__ADS_1


" Dia anak ku sampai kapan pun, jadi jangan berterimakasih karena ini kewajiban ku mengasuh menyayangi da melindungi nya oke " Jawab Sandy sambil memeluk Zidan


" Kak aku bangga pada mu " Ujar Nanda lagi lalu pergi , begitu juga Fatma pergi meninggalkan kamar Zidan.


Sandy akhirnya menidurkan Zidan, setelah cukup lama Sandy menemani Zidan Sandy ikut tertidur di samping Zidan.


Tak terasa hari sudah mulai sore, Raesa yang sudah datang dari kantor langsung menuju ke kamar Zidan, begitu membuka pintu kamar Zidan Raesa melihat Sandy tidur memeluk Zidan.


Tampa sadar Raesa menangis melihat kedekatan Sandy dan Zidan, Raesa melangkah menghampiri Sandy dan duduk di belakang Sandy. Raesa menatap wajah Zidan yang amat sangat di cintai nya. Kemudian menatap wajah Sandy lelaki yang datang saat Raesa hancur. Dan dengan sebuah kesabaran Sandy berhasil meluluhkan hati Raesa.


Raesa mencium Zidan kemudian mencium Sandy, ketika mencium pipi Sandy, Raesa langsung di pegang tangan nya oleh Sandy , yang ternyata sudah terbangun saat Raesa mencium Zidan.


" Abi ah Umik fikir Abi tidur "


" Habis Ada yang nakal sih, ganggu orang lagi tidur " Ujar Sandy sambil memeluk tubuh Raesa yang sudah tertidur di atas dada Sandy.


" Bi lepaskan, jangan begini, awas zidan terbangun " Ujar Raesa


" Oke aku lepaskan, Tapi kita akan melanjutkan di kamar " Ujar Sandy lalu bangun dan pergi meninggalkan Raesa.


Raesa mengerti maksud Sandy setelah memencet Bell untuk memanggil peni , Raesa langsung pergi menuju ke kamar nya.


Sesampai nya di kamar Raesa tidak melihat ada Sandy di kamar nya.


Raesa meletakkan Tas kerjanya dan membuka hijab nya, setelah membuka hijab nya Sandy muncul dari belakang langsung memeluk Raesa.


Raesa yang merasa terkejut dengan kedatangan Sandy membuat Raesa memukul tangan Sandy.


" Abi Bik Raesa terkejut "


" Abi sengaja bersembunyi di balik pintu "


" Biar terlihat Romantis gitu " Ledek Raesa yang mengubah posisi berdirinya mengahad Sandy


" tidak usah banyak bicara, aku sudah menginginkan kan nya " Ujar Sandy manja berisik di telinga Raesa.


Mereka melepaskan kerinduan mereka, rindu yang hanya terpisah beberapa jam saja.

__ADS_1


__ADS_2