
Hari demi hari, Minggu demi minggu dan tampa terasa sudah enam bulan Raesa hidup dalam kesedihan , di perlakuan kasar saat berhubungan, tampa memberikan hak untuk membuat Raesa menerima dengan senang hati, badan Raesa semakin kurus, begitu juga dengan Zidan , yang masih bertanya tanya tentang Sandy. Raesa sudah tidak memperdulikan cintanya untuk Sandy, Raesa berusaha Mencintai Syaif, meski terkadang harus sakit yang di rasakan. Setiap melakukan hubungan badan jika Syaif teringat akan Sandy maka Raesa akan mendapat perlakuan kasar dari Syaif. Dendam yang tidak pernah berakhir. sehingga Raesa lah korban nya.
Raesa seorang wanita yang ingin melihat Yang lain bahagia seorang wanita yang rela dan ikhlas menjalani hidup yang sudah tidak bahagia, meski harus berpura-pura bahagia.
Fatma yang memahami semua yang Raesa rasakan tidak mampu berbuat apa apa , tapi setiap malam Fatma menangis untuk wanita yang menyayangi nya.
Fatma menghampiri Raesa yang menemani Zidan bermain, meski kadang Syaif mengajak nya jalan jalan Raesa lebih memilih berdiam dirumah.
" Kak kenapa tidak jalan jalan ? bukan kah kakak di ajak kak Syaif ke mall "
" Aku lelah Fatma, badan kakak sakit semua, biar aku dirumah saja " Ujar Raesa sambil menghibur Zidan
" Kak sekarang kakak berbeda dari yang dulu, kakak lebih sering diam tidak berbicara, Fatma ingin kakak yang dulu tidak banyak bicara tapi bahagia" Ujar Fatma menghapus air matanya
" Kenapa menangis, kakak bahagia kok "
" Kalau kakak bahagia pasti kakak lebih gemukan, lihat kakak sekarang kurus banget "
" kamu ada ada saja , kakak kurang tidur aja "
Tiba tiba pintu kamar terbuka.
" Mama ada apa? "
" Raesa tadi ada telfon dari Pak Anas " Ujar Ibu Nafisah
__ADS_1
" Ayah bilang apa ma " Tanya Raesa heran .
" Ibu mu sakit nak " Ujar ibu Nafisah
Raesa terkejut mendengar nya dan menangis.
" Ma bolehkah Raesa pulang jenguk ibu ?"
" Pulang lah nak , ibu mengizinkan mu "
" Bagaimana dengan mas Syaif bu ? bukan kah mas Syaif masih ke luar kota , dan besok baru datang, Raesa takut mas Syaif marah " Ujar Raesa masih sedih
" Mama yang akan bertanggung jawab jika Syaif marah " Ujar Ibu Nafisah.
Sebenarnya Ibu Nafisah sangat kasian melihat keadaan Raesa yang sudah jauh berbeda, sering diam dan melamun, bahkan sering menangis jika sedang bersama Zidan, karena Ibu Nafisah merasa ada yang aneh dengan Raesa, akhirnya Fatma yang di introgasi lebih dulu, alhasil Fatma mengaku dan mengatakan semuanya kepada Ibu Nafisah.
" Jika dengan mama meninggal bisa menyadarkan Syaif , mama siap Nak " Seru Ibu Nafisah dalam hati nya.
" Baik ma Raesa akan berangkat sekarang, Zidan Raesa bawa ma, mungkin ibu rindu kepada Zidan "
" Fatma dan Peni Ikut lah dengan Raesa " Ujar Ibu Nafisah
" Biar Raesa sama Zidan saja ma , Fatma kan kuliah "
" aku libur kak , biarkan aku ikut kakak "
__ADS_1
" Baik lah kakak tidak melarang mu "
" Saya siap siap dulu, dan mbk peni Zidan siap kan ya, setelah langsung turun ambil baju mbk peni " Ujar Raesa
Akhirnya mereka bersiap siap, setelah semua siap Fatma dan Raesa juga peni yang menggendong Zidan Naik kedalam mobil, Pak Yono membawa mobil itu cukup kencang karena perintah Raesa.
Rumah Sakit kota yang dekat dengan pesantren An najah. Ibu Ani di rawat karena mendadak jatuh pingsan.
Raesa yang sudah 6 bulan tidak memegang Handphone jadi tidak bisa mengetahui keadaan keluarganya setiap hari. hanya dengan menelfon lewat Handphone Syaif, Itu pun tidak setiap hari.
Raesa benar benar sudah kehilangan kebahagiaan nya . Dulu Raesa menjadi wanita muda yang sukses memimpin 5 perusahaan yang sangat pintar dalam berbisnis, sekarang dia menjadi wanita yang hanya menerima kepahitan dari suami yang masih dendam dengan masa lalu nya.
Sudah 3 jam perjalanan mereka berhenti untuk makan di sebuah warung makan sederhana .
" Pergilah kalian makan , Aku menunggu disini "
" Tapi kak , kakak juga butuh makan "
" Kita gantian "
" Baik lah kak biar mbk Peni sama Pak Yono dulu, tar lagi aku bareng kakak saja "
" Iya sudah "
Mereka pun makan secara bergantian karena menjaga Zidan yang sedang tidur.
__ADS_1
Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan menuju ke rumah sakit.