
Di sisi lain jauh di sebuah desa , pak Yono sudah menyelesaikan semua tugasnya Akmal sangat berterima kasih kepada pak Yono karena sudah banyak membantu.
" Lak yono terimakasih banyak ya sudah menyelesaikan semua "
" Sama sama pak Akmal"
" Pak Yono, karena semua sudah selesai apa bapak akan kembali secepatnya ke kota?"
" Iya pak Akmal karena non Raesa, dia bilang saya disuruh cepat kembali "
" Sekali lagi terimakasih pak Yono. ini nanti 30 hari lagi ayam sudah mulai bertelur jadi saya ke kota buat antar telur dan mampir ke rumah ibu Raesa"
" Di tunggu pak semoga tali silaturahmi kita tetap nyambung pak Akmal "
" amiiin iya pak yono"
Lalu pak Yono berpamitan
" Saya pulang dulu pak Akmal assalamualaikum "
" Waalaikum salam " Jawab pak Akmal
__ADS_1
Pak Yono naik ke dalam mobil dan langsung pergi meninggalkan desa .
Terlihat jelas kebaikan Raesa semua sudah di siapkan mobil pick up yang untuk membawa hasil telur ke kota .
" Kak Akmal" Panggil Ardi dari dalam yang memang sudah sadar dari 5 hari yang lalu, meski wajahnya sedikit berubah karena benturan batu besar ketika kecelakaan di sungai tapi Akmal sangat bersyukur karena masih bisa melihat adiknya sehat sudah alhamdulillah
" Ada apa Ardi" Jawab Akmal penuh kasih sayang, karena hanya Ardi satu satunya keluarga Akmal yang masih hidup meski saat ini bertemu orang banyak Ardi tak sanggup menghadapi hinaan orang . karena wajahnya yang seperti master kata anak anak di desa itu, Ardi selalu memakai topi dan masker wajah sehingga tidak kelihatan wajahnya yang sudah rusak itu.
" Kak saya kan sudah sehat jadi mulai besok saya yang akan bantu kakak mengurus ayam ayam itu" Ujar Ardi senang
" Iya kakak pasti akan menyuruh mu untuk melakukan itu , nanti semua pengeluaran apapun itu kamu catat di buku " Ujar Akmal yang memang mengetahui adik nya adalah sekertaris di perusahaan sebelum dia kecelakaan.
" Sudah , kakak tidak mau kamu membahas itu lagi oke " Ujar Akmal memeluk adik nya
" Baik kak" jawab Ardi penuh haru, karena kakak yang selalu menjaganya sangat sayang terhadapnya
Di lain sisi Nanda sudah sampai di pesantren, Fatma dan Nanda turun begitu juga Azam dan Nando. tas Nanda dan Fatma di turunkan oleh Nando di bantu Azam dia menurunkannya
" Nanda apa isi lemari kamu mau di pindah ke pesantren semua?" Tanya Nando yang merasa bawaan Nanda begitu banyak
" Kak itu yang satu koper punya neng aisyah hadiah dari aku, kan sebentar lagi dia mau tunangan aku bawakan dia baju baju keluaran terbaru yang di belikan mama " Ujar Nanda sambil tersenyum pada kakak nya, Nando hanya mengeleng kepala, lain dengan Azam dia terlihat terkejut mendengar nama neng Aisyah
__ADS_1
" Kenapa Nanda harus dekat neng Aisyah, ya allah pasti dia akan sakit hati nanti nya" Seru Azam dalam hati nya, tapi tetap diam
" Nanda, Fatma kalian sudah kelas tiga ingat lebih serius belajar ya, karena setelah ini mama mau mengirim kalian ke kairo " Ujar Nando
" Siap kak, aku ingin pergi jauh dari tanah Indonesia ini kak ingin mencari ilmu agama lebih dalam lagi. dan tak ingin menunggu yang tak pasti " Jawab Nanda sambil melirik Azam, jelas Azam sangat terpukul dengan ucapan Nanda, karena bagaimana pun Azam pernah berjanji setelah lulus sekolah jika Nanda mondok maka Azam akan melamar nya, Azam semakin merasa bersalah tapi tak mampu berbuat apa apa.
"Sudah sana masuk, aku langsung pulang biar tidak pagi sampai nya soalnya besok aku sekolah"
Nanda pun bersalaman kepada Mando begitu juga Fatma.
" Hati hati kak " Ujar Nanda dan Fatma
" Oke . kalau begitu aku pulang, ustad Azam saya pulang titip mereka ya assalamualaikum "Ujar Nando, setelah mengucap salam Nando meninggalkan pesantren.
" Waalaikum salam " Jawab Nanda dan Fatma begitu juga Azam, lalu Nanda masuk ke gerbang pesantren putri
" Istad permisi assalamualaikum "
Fatma mengucapkan salam pada Azam, tapi tidak dengan Nanda dia langsung masuk gerbang.
Barang Nanda sangat banyaj Ada 5 koper, Fatma membawa satu persatu dengan Nanda, dan di bantu oleh teman satu kamr nya mebawa koper itu. semua santri yang melihat heran saja nanda dan Fatma sampai bawa barang banyak.
__ADS_1