
Nanda langsung membawa koper koper itu masuk ke kamar nya dan yang dua langsung di bawa ke dalem neng Aisyah, Fatma dan Nanda menuju dalem
" Assalamualaikum Mbk lia" Sapa Nanda
" Waalaikum salam, ada apa mbk?"
" Mbk lia, ada neng Aisyah "
"Ada mbk"
" Mbk sampaikan ke neng Aisyah ada Nanda gitu mbk"
" Tapi mbk neng Aisyah lagi di kamar saya takut"
" Mbk bilang saja kalau ada Nanda pasti neng Aisyah senang" Ujar Nanda meyakinkan mbk Lia santri yang tinggal di dalem. Lalu Lia masuk ke ruang keluarga dan mengetuk pintu kamar Aisyah
"Neng maaf , ada Nanda ingin bertemu neng " panggil Lia dari pintu, tak lama pintu terbuka
" Suruh ke kesini mbk, langsung kekamar ini ya"
" baik neng "
Lalu Lia melangkah menuju ke pintu belakang.
" Mbk Nanda hebat ya bisa dekat neng Aisyah yang super diam itu"
" Ah biasa saja mbk , ayo mbk antar saya "
Nanda dan Fatma masuk menuju ke kamar Aisyah yang ternyata sudah di tunggu di depan kamar nya
" Assalamualaikum neng " Sapa Nanda
__ADS_1
" Waalaikum salam Nanda" Jawab Aisyah lalu memeluk Aisyah
" Neng ini ada titipan mama "
" Apa ini Nan ? banyak sekali ini sampai dua koper besar gini"
" Nama kalau sudah mau nya begitu tidak bisa di cegah neng, jadi mau apa lagi harus di bawa " Jawab Nanda sambil tersenyum
" Makasih banyak ya Nanda, barang ini bagus bagus sekali "
" Dama sama neng , saya pamit dulu neng mau sholat magrib di musholla "
" Nanti selesai kegiatan kesini ya kita bicara, Fatma nanti ikut ya kesini aku juga butuh teman , tahu kan semenjak umi wafat aku yang selalu di rumah saja, aku ingin bebas seperti kalian juga " Ujar Aisyah sedih membuat Nanda tidak tega
" Baik Neng saya dan Fatma permisi "
" Baiklah nanti aku tunggu ya"
Mereka keluar dari dalem menuju ke kamar , Nanda dan Fatma mengambil mukenah mereka terburu buru untuk sholat berjamaah.
Jam menunjukkan pukul sembilan malam seperti yang di pinta Aisyah mereka berdua Nanda dan Fatma menuju ke dalem, dan langsung di persilahkan masuk oleh anak santri yang di dalem.
" Assalamualaikum neng"
" Waalaikum salam , masuk Nan , Fatma"
" Iya neng"
" Nan, kemaren aku lihat rapot diniyah mu , wah kamu memang santri jenius teladan , tahun ini kamu yang dapat nilai terbaik" Ujar neng Aisyah sambil menunjukkan rapot Nanda
" Wah selamat Nan" Ujar Fatma
__ADS_1
" Alhamdulillah neng, saya senang akhir nya saya bisa meraih nilai terbaik" Nanda sangat bahagia
" Nah kalau Fatma nilainya lumayan masih nomer 3 terbaik " Aisyah menunjukkan pada Fatma
" Alhamdulillah terimakasih neng" Ujar Fatma
" Oh iya Nan keluarga mu sepertinya dekat sekali dengan ustad Abdullah" Tanya Aisyah
" Abah ustad Azam adalah ustad di keluarga kami neng dan kak Raesa adalah teman ustad Abdullah "
" Eemmmm terus ustad Abdullah sendiri sering main kerumah kamu juga" Tanya Aisyah lagi
" Iya neng, soalnya ustad Abdullah juga pernah mengajari saya ngaji " Jawab Nanda nanda
" Nanda , Fatma bantu aku ya"
" Nantu apa neng?"
" Aku ingin bebas seperti kalian " Ujar Aisyah menunduk. Dan Nanda menjadi heran karena tidak mengerti sebenarnya tentang Aisyah
" Nang maaf, jujur neng Aisyah sebenarnya suka atau gimana sama ustad Abdullah" Tanya Manda
" Jujur Nan aku tidak mau di jodohkan sama ustad Abdullah, karena aku mencintai ustad ku di pesantren ku dulu. Tapi abah ingin menjodoh kan aku dengan ustad Abdullah , akhirnya aku mnyuruh ustad itu untuk tidak melamar ku . karena abah sangat sayang sama ustad Abdullah, dia sangat ingin aku menikah dengan nya " Aisyah menceritakan kisahnya sambil berkaca kaca
" Neng sabar ya mungkin ustad Abdullah bisa jadi lelaki yang membuat neng mencintainya nanti" Ujar Nanda
" Nenar neng dan Kiai itu ingin yang terbaik untuk neng" Ujar Fatma juga
" Doakan saja ya semoga kita bisa melalui ini semua" Ujar Aisyah sedih
" Amiin"
__ADS_1