
Mereka bertiga sudah sampai di mall , aisyah sangat senang bisa jalan jalan di mall besar.
Nando mengajak mereka berdua untuk duduk di Cafe dan memesan makanan ringan saja
" kalian mau makan apa?"
" nando aku minum jus jambu saja" ujar nanda
" dan aisyah mau pesan apa?"
" jus stroberry saja"
" oke aku pesan kan" lalu Nando pergi menuju meja kasir setelah menunggu beberapa menit saja pesanan datang
" ini pesanan kalian " nando meletakkan di meja lengkap dengan snack French Fries nya
" wah ini baru enak. lengkap sama keju nya" ujar nanda
__ADS_1
" aku tahu kesukaan mu adik ku yang bawel. dan tentu nya makanan mu ini di pesantren tidak akan ada hehehe"
" kakak makanan ini biasa bagi ku .tapi kalau cilok mang adim enak banget kak. fatma saja sampai habis 3 porsi " cerita nanda bikin tertawa.
entah apa yang membuat nanda seceria ini .padahal saat ini nanda orang yang paling sakit hati, apakah nanda sengaja tidak ingin menunjukkan kesedihan nya kepada nando.
Tiba tiba suara seseorang mengucap salam nanda hafal suara itu, nanda sangat terkejut
" assalamualaikum " sapa nya yang tak lain adalah azam
" terimakasih nan"
" maaf ya nanda dan aisyah. aku terpaksa undang azam disini biar dia juga tidak jenuh"
" ustad Abdullah kenapa di panggil azam? " tanya aisyah heran
" nama saya Abdullah khoirul azam neng tapi di sini semua yang kenal saya panggil azam.di pesantren Abdullah" jelas azam tersenyum tapi menghormati sekali kepada aisyah
__ADS_1
" mmmmm hubungan kalian begitu dekat ya seperti saudara "
" benar aisyah kita memang sudah seperti saudara " jawab nando .
" aisyah mau jalan jalan dengan ku nanti aku traktir loh. sebagai tanda persahabatan kita. tapi kak azam jangan ikut kalian kan jangan dekat dekat dulu karena belum menikah. tapi kalau aku kan hanya sebatas teman jadi boleh lah hahahah. oh iya nanda tunggu di sini karena kak raesa mau kesini . kasian dia kalau harus bingung mencari kita"
" wah seru itu boleh lah. nanda dan ustad Abdullah saya jalan jalan dulu di mall ini" pamit aisyah senang dengan ajakan nando yang di lihat lucu dan bersahabat sekali
" iya neng kami tunggu disini " jawab azam
tapi tidak dengan nanda . dia seperti mau berlari jauh meninggalkan azam yang masih duduk di sebelahnya. nanda hanya merasa tidak ingin melihat azam terlalu lama. karena semakin membuat nanda terluka dan menderita
" nan aku tahu kamu tidak suka dengan kedatangan ku. Maaf aku yang tak bisa berbuat apa apa dan tak bisa memperjuangkan janji ku pada mu, aku tidak berniat menyakiti hati kamu , demi allah jika Aku di suruh memilih oleh kiai, aku akan memilih mu nan, tapi kiai tidak memberikan pilihan, bahkan menjodoh kan ku tampa sepengetahuan ku. Maaf kan aku nan janji ada hutang. dan sampai kapan pun aku berhutang pada mu" ujar azam pelan dengan mata berkaca kaca
" aku tidak menuntut mu untuk memenuhi janji mu. anggap saja sudah tidak ada janji yang harus di penuhi. anggap saja tidak pernah terjadi apa apa di antara pertemuan kita dulu. aku melakukan semua bukan karena ingin kamu menikahi aku nanti. tapi karena aku ingin menjadi wanita tegar , sabar dan ikhlas dalam menghadapi semua tentang hidup ini. dulu sebelum aku tahu Abdullah yang di jodohkan oleh kiai itu kamu , mungkin sampai saat ini aku akan berharap banyak padamu, tapi alhamdulillah aku di beri petunjuk sehingga aku harus tahu diri siapa dia dan siapa aku. harta ku tidak akan bisa menjadi kekuasaan ku merebut mu dari dia. tapi iman lah yang lebih kuat. dan sebuah pengabdian kepada seorang guru lah yang paling di utamakan. aku bukan wanita bodoh yang akan berharap banyak padamu. cukup aku merasakan dan semua Allah yang menentukan. aku tidak ingin di musuhi kiai hanya karena cinta ku. aku lebih baik mati dari pada harus menyakiti hati kiai ku dengan merampas mu dari putri nya. jadi mulai sekarang jangan pernah menyapa ku anggap aku tidak pernah datang pada hidup mu" jawab nanda tegas dan berusaha menahan tangisnya.
azam tak percaya dengan kata kata nanda , sakit sebenarnya azam mendengar penjelasan nanda. tapi nanda benar kekuasaan nanda yang dimiliki tidak bisa menandingi kekuasaan seorang kiai. karena apapun alasannya jika kita menentang guru kita . hancurlah hidup kita. tidak akan bermanfaat apapun yang kita dapat sewaktu mencari ilmu.
__ADS_1