KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 82


__ADS_3

Raesa sudah sampai di area mall, mbk Peni menggendong Zidan turun dari mobil, sedangkan Raesa masih memarkirkan mobil nya.


Setelah itu Raesa menuju Peni dan Zidan, tapi langkah Raesa berhenti,karena Zidan sedang di gendong seseorang yang tak lain adalah Sandy. Raesa malu bertemu Sandy tapi dia harus berani melihat kenyataan Sandy mencintai Raesa, dan memang benar kata ibu nafisah dan ustad malik Sandy laki laki baik .


" Assalamualaikum kak Sandy"


" Waalaikum salam" Jawab Sandy malu melihat Raesa begitu juga Raesa, tapi Raesa berusaha tenang karena melihat Zidan yang begitu dekat dengan Sandy, membuat Raesa tidak bisa memungkiri bahwa Sandy memang sayang sama Zidan


" Kak Sandy lagi ngapain? "


" Belanja buat keperluan restoran, soalnya bagian belanja lagi sakit, jadi saya belanja sendiri "


" Kalau begitu berikan catatan nya pada mbk Peni kak, biar dia yang bantu belanja. Zidan biar saya yang gendong "


" Terimakasih ya maaf sudah merepotkan"


" Tidak apa apa tuan biar saya yang belanja. lagian baby Zidan tidak mau di gendong saya, dia mintak di gendong tuan " Ujar Peni yang membuat Raesa jadi malu

__ADS_1


" Ayo sayang gendong mama " Ujar araesa sambil mengulurkan tangan nya, tapi Zidan mengeleng kan kepalanya malah memeluk Sandy erat sambil menangis


" Sudah biar aku saja yang gendong, kalau kamu mau belanja pergilah aku yang temani Zidan" Ujar Sandy penuh perhatian


" Tapi kak nanti kakak capek dan repot mengurus Zidan " Ujar Raesa merasa tidak nyaman


" Nanti kalau rewel aku cari kamu , biar aku bawa dia bermain di area permaina" Ujar Sandy


" Terimakasih kak " Raesa meninggalkan Sandy yang sedang menggendong Zidan


Sandy membawa zidan ke area bermain anak , begitu melihat ke area bermain Zidan sangat senang, setelah membeli koin Sandy langsung masuk , Zidan sangat senang sambil tertawa riang.


" seandainya itu mas Syaif " Seru dalam hati Raesa, dengan mata berkaca kaca . Sandy melihat ke arah Rsesa dan melambaikan tangannya


" Kemarilah Zidan tidak mau di ajak berhenti dia sangat senang sekali " Teriak sandy , dan Raesa membalas dengan senyuman dan masuk ke dalam area permainan itu.


" Kak tapi ini sudah siang belanjaan kakak sudah selesai, sekarang biar Raesa yang nungguin " Ujar Raesa pelan

__ADS_1


" Baiklah kamu hati hati di jalan "


" Iya kak"


Lalu sandy pergi meninggalkan area permainan itu, sengaja tidak berpamitan pada Zidan karena Sandy sudah menduga Zidan akan menangis jika di tinggal Sandy.


Tak lama kemudian Peni datang menemui Raesa


"Mbk biar saya yang jagain Zidan "


" Tidak apa apa mbk Peni kita jaga bersama saja, maaf ya nunggu lama sekali tadi, soalnya Zidan gak mau ditinggal tuan Sandy"


" Tidak apa apa mbk Raesa, tuan Sandy sangat sayang sama baby Zidan dan sering gendong baby Zidan mbk. kalau pas mbk tidak ada. tapi kalau sudah mbk datang biasa nya tuan Sandy langsung buru buru masuk kamar nya seperti malu gitu sama mbk rmRaesa " Jelas Peni yang membuat Raesa memikirkan banyak hal


" Apa tuan Sandy pernah mengatakan sesuatu mbk ?"


" Pernah mbk, tuan Sandy bilang jangan bilang mbk raesa kalau tuan sering gendong baby Zidan " jelas Peni lagi

__ADS_1


Raesa merasa Sandy memang sayang terhadap Zidan, dan berusaha jadi lebih baik tampa sepengetahuan siapa pun, Raesa merasa kagum terhadap Sandy. jiwa papa sudah ada pada diri Sandy dan Raesa memang tidak dapat memungkiri itu semua.


__ADS_2