KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 47


__ADS_3

Tak terasa sudah satu minggu Raesa tidak sadarkan diri, Ibu Ani dan Pak Anas tetap di depan ruang ICU menjaga anaknya, mereka sangat terpukul dengan keadaan Syaif yang belum di temukan sampai saat ini.


Pak Anas dan Ibu Ani hanya bisa berdoa untuk Syaif menantu nya, yang saat ini masih belum di temukan.


Ibu Ani dan Pak Anas terkejut dan terperangah melihat tangan raesa bergerak, dan matanya mulai di buka. Pak Anas langsung berlari ke ruang perawat untuk memberi tahukan ke adaan Raesa yang suda siuman. Perawat itu akhirnya pergi keruangan raesa.


" Suster dimana suami saya " Tanya Raesa yang sudah mulai siuman.


" Maaf mbk sebaiknya istirahat dulu, tidak boleh banyak bergerak. setelah mbak pindah ke ruang rawat inap nanti boleh bertanya tanya di sana ya"


Jelas perawat itu pada Raesa


" Baik suster "

__ADS_1


Suster pun memanggil dokter yang menangani Raesa , setelah 20 menit mereka keluar dan siap membawa Resa ke ruang rawat inap . Ibu Ani dan Pak Anas sangat bahagia sekali dengan kabar yang di sampaikan suster, setelah itu Pak Anas mengikuti suster yang membawa Raesa keruang rawat inap bagian VIP ruang mawar. Raesa melihat Pak Anas dan Ibu Ani sambil tersenyum, tapi hanya tersenyum terpaksa karena takut rResa sok mendengar Syaif masih belum di temukan.


" Bapak, Ibu kita permisi dulu kalau ada apa apa pencet bel ini ya " Ujar suster,menjelaskan setelah itu keluar dari ruangan Raesa.


" Ayah, Ibu, bagaiman keadaan mas Syaif ? boleh Raesa menemui nya ? " Eaesa bertanya dengan meneteskan air mata


" Nak istirahat dulu ya Syaif baik baik saja, tapi belum boleh di jenguk, sekarang biar cepat sembuh sama Sama mematuhi dokter ya " Ujar Ibu Ani berbohong demi anak nya yang pastinya akan sok dan terpukul sekali dengan kabar ini.


" Baik lah bu" Jawab Raesa pelan karena memang masih lemas sekali.


Nando dan Nanda juga tak berdaya dengan kabar itu, apalagi orang suruhan Ibu Nafisah membawa baju Syaif yang sudah, sobek banyak darah yang sudah kering di bajunya dan sangat mengenal baju anaknya.


Bik Ijah segera menelefon ustad Malik karena bik Ijah yakin ustad Malik bisa membuat keluarga itu tenang.

__ADS_1


satu jam kemudian ustad Malik datang bik Ijah yang memang sudah menunggu nya langsung mempersilah kan masuk.


" Assalamualaikum " Ucap ustad Malik tapi keluarga Ibu Nafisah tidak menjawab mereka menangis.


" Nando mengaji lah ambil wuduk biar keadaan mu tenang " Ujar ustad Malik pada Nando sambil mengusap kepalanya


" Iya ustad... terimakasih sudah mau menasehati keluarga kita "


" Dengan cara apapun Allah mau mengambil nyawa kita, kita harus ikhlas dan tidak boleh mengeluh, karena kalau kita mengeluh dan tidak menerima apa yang Allah takdirkan kita ini berdosa, semua sudah di takdirkan dengan jalan yang berbeda beda.." Jelas ustad Malik yang membuat Ibu Nafisah sadar dan langsung pergi masuk kamar nya dan menganti dengan pakai muslim.


Nanda di antar bik ijah ke kamar nya untuk mengganti baju dengan busana muslim, karena akan melakukan mengaji bersama.


Dirumah sakit Pak Anas sudah mendengar kabar tentang Syaif, Pak Anas berbicara di luar kamar Raesa . Ibu Ani yang mendengar berita itu dari bik Ijah menjadi lemas seluruh tubuhnya . Ibu Ani dan Pak Anas menangis merasa sangat kehilangan.

__ADS_1


" Pak pulang lah biar ibuk yang jaga Raesa, sekarang disana akan melaksanakan mengaji bersama " Ujar Ibu Ani sambil menangis


" Iya bu, tapi hapus air mata ibuk, kasihan Raesa . Kita harus menyimpan rahasia ini dulu sampai Raesa pulih dan bisa pulang kerumah " Ujar Pak Anas lalu pergi meninggalkan Ibu Ani .


__ADS_2