KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 216


__ADS_3

Already returned to us, and Will not go again "


( Sudah kembali ke kita dan tidak akan pergi lagi )


Ujar Bapak Samuel memutuskan perkataan Sandy.


" Papi " Panggil Sandy menatap tajam


" Maaf aku tidak ingin dia terluka , dan papi tidak bisa di tinggal mami kamu secepat mungkin "


Ujar Bapak Samuel berbisik kepada Sandy


" Tapi Papi dia pasti marah, karena kita memaksa dia untuk melakukan ini Jawab Sandy sambil melihat ke arah Raesa.


" What are you talking about " ( apa yang kalian bicarakan) Tanya Ibu Vely pelan


"We talked about your health dear " ( Kami membicarakan tentang kesehatan kamu sayang " Jawab Bapak Samuel.


"Mummy, don't worry, I'm not going anywhere"


( mami jangan khawatir aku tidak akan kemana mana )


Raesa tersenyum melihat ke arah Ibu Vely, sedang kan Bapak Samuel dan Sandy saling berpandangan merasa heran dengan jawaban Raesa.


Karena Ibu Vely sudah sadar , Dokter pribadi yang menangani ibu Vely datang, Setelah melakukan pemeriksaan Dokter hanya memberikan saran untuk tidak membuat Ibu Vely sock dan tidak menanggung beban fikiran.


Bapak Samuel merasa bersalah kepada Raesa , apa yang hendak di buat jika Ibu Vely tetap menyangka Raesa masih istri Sandy.


Raesa pergi berpamitan untuk istirahat siang di kamar, ibu Vely langsung menyuruh Sandy menemani nya.


Raesa terkejut, tapi Raesa hanya mengangguk kan kepalanya. Lalu Raesa pergi dari kamar itu.

__ADS_1


Sandy mengikuti Raesa, begitu sampai di Ruang tamu Raesa berhenti.


" Maaf jangan salah Sangka dengan apa yang aku katakan kepada Mami, aku hanya tidak ingin dia Sock dan koma lagi " jelas Raesa.


" Kenapa kamu harus menyiksa dirimu untuk peduli kepada mama, aku sudah berusaha ingin jujur , biar aku tidak merasa bersalah kepada kamu "


" Aku masih punya hati nurani, masih punya perasaan, dia orang tua apalagi dia sayang kepada ku, kamu jangan khawatir, aku tidak akan berharap banyak kepada mu, dan jangan menganggap aku ingin kembali kepada mu" Jawa Raesa datar


" Siapa yang menuduhmu ingin kembali kepada ku, aku sudah tahu kamu memang berusaha pergi dari ku, kamu berubah sekarang, kenapa sifat mu menjadi pemarah seperti ini, dimana yang aku kenal Raesa yang lemah lembut , diman Raesa yang selalu sabar atas semua yang terjadi " Ujar Sandy lantang.


" Aku memang sudah berubah, aku bukan Raesa yang kamu kenal, aku bukan Raesa yang lemah lembut, aku adalah Raesa yang sekarang, wanita yang selalu di sakiti wanita yang seperti barang , wanita murahan , aku tidak pantas di kasihani, untuk apa lagi aku di kasihani, aku berubah karna kamu, aku belajar dari sebuah pengalaman kehidupan ku, belajar agar aku selalu tegar, agar aku tidak lemah saat aku di permain kan, aku kesini hanya ingin membantu Mami Vely " Ujar Raesa keras dengan mata berkaca kaca, yang membuat Sandy langsung lemas , dia merasa bersalah atas apa yang di katakan kepada Raesa.


" Maaf , sungguh bukan itu maksud ku " Ujar Sandy tapi Raesa langsung pergi berlari menuju kamar nya, pintu di kunci, dia menangis sekuat kuat nya.


" Tuhan ini yang aku takut kan , aku takut bertemu Sandy, aku takut sakit untuk yang kesekian kalinya, aku tidak sanggup tuhan " isak Raesa semakin keras.


Malam hari , karena kelemahan menangis Raesa tertidur, Saat bangun dia terkejut sudah jam 9 Malam, Raesa kembali teringat Ibu Vely .


Raesa bangun dan membasuh mukanya, dia harus cepat kembali ke kamar ibu Vely.


" I wouldn't eat if it wasn't my son-in-law who fed "


( aku tidak akan makan jika bukan menantuku yang menyuapi , ujar ibu Vely sedih


" He is still resting Mommy " ( tapi mam dia sedang istirahat) Ujar Sandy merayu ibu vely


" want to bribe me Mommy " ( mau di suapin aku yaa mami) Tanya Raesa


Sandy langsung memberikan piring berisi nasi lalu pergi , tapi ketika hendak pergi Ibu Vely memanggil Sandy.


" wait, where are you going, I want you and your wife to accompany me " ( tunggu, hendak kemana kamu, aku ingin kamu dan istrimu menemani aku) pinta Ibu Vely yang membuat Sandy kembali dan duduk di kursi lagi.

__ADS_1


Raesa hanya diam, dia tidak ingin banyak bicara sehingga akan berdebat lagi dengan Sandy.


Begitu Sandy dia pura pura sibuk dengan Handphone nya. Sedangkan Ibu Vely melihat tingkah mereka berdua dan merasa curiga dengan keadaan mereka sama sama diam.


" what's wrong with you guys, I don't want you to fight, hurry up and make a grandchild for me, at this house it's been quiet for a long time without the sound of kids "


( ada apa dengan kalian, aku tidak mau kalian bertengkar, cepat buat kan cucu untuk ku , dirumah ini sudah cukup lama sepi tampa suara anak anak kecil) Ujar Ibu Vely yang membuat mereka terkejut.


Deg


Seperti sebuah tamparan buat Sandy, Ibu Vely memang berhak atas keinginan mempunyai cucu. karena umur yang suda 55 tahun.


" if I don't have kids, my husband can remarry mom "


( jika aku tidak punya anak suamiku boleh menikah lagi) Jawab Raesa tersenyum sambil menoleh ke Sandy.


Sontak Sandy terkejut, Raesa telah merayu ibu Vely agar Sandy menikah lagi , Tapi Sandy tidak mau kalah berbicara dengan apa yang di katakan Raesa membuat Sandy tambah menyindir Raesa.


" I will not remarry mom, he is my first love and my last love, if I have to lose him it is better I am not married at all, there are still many children on the road who do not have parents, we can foster "


( aku tidak akan menikah lagi mami, dia adalah cinta pertama aku dan cinta terakhir ku, jika aku harus kehilangan dia lebih baik aku tidak menikah Sama sekali, masih banyak anak anak di jalan yang tidak punya orang tua , bisa kita asuh ). Ujar Sandy serius tapi masih melirik ke arah Raesa.


Wajah Raesa berubah menjadi merah , malu entar bercampur Rasa bahagia atau malu atau marah.


Sandy mengecup kening Ibu Vely dan pamit untuk Sholat .


" wait, invite him to sleep, I'm sure you guys must be too busy taking care of me, so you don't have time to make children " ( tunggu, ajak dia tidur, aku yakin kalian pasti terlalu sibuk merawat aku, sehingga kalian tidak sempat membuat anak). Panggil Ibu Vely, Raesa langsung melotot mendengar perkataan ibu Vely.


Sandy langsung membalikkan tubuh nya dan masih berdiri di pintu


" Mommy. ....Sorry my wife is menstruating "

__ADS_1


( Mami maaf istriku sedang datang bulan " Jawab Sandy sambil tertawa lalu pergi.


Wajah Raesa langsung merah menahan malu.


__ADS_2