
Keluarga Ibu Nafisah Dan Bapak Samuel juga Bapak Anas pulang terlebih Dahulu. zidan di bawa Ibu Ani di temani peni. Sedang Raesa beristirahat di hotel yang di pesan Bapak Samuel.
Mereka masuk kedalam kamar. Tiba tiba Raesa merasakan sakit pada dada nya , tas yang di bawa Raesa terjatuh ke lantai. Sandy terkejut melihat Raesa memegang dadanya.
" Ada apa? kenapa dengan dirimu? " Tanya Sandy hawatir
" Dada ku sakit kak , tolong ambil kan air kak" Ujar Raesa sambil mengadu kesakitan
Sandy panik dengan keadaan Raesa yang secara Tiba tiba merasakan sakit.
" Kita ke dokter oke" Ujar Sandy masih tetap merasa bingung
" Atau aku telfon Nanda" Ujar nya lagi
" Kak sudah mendingan. Jika sampai malam masih tetap sakit kakak boleh bawa aku ke rumah sakit" Ujar Raesa pasrah
" Kak aku boleh berbaring?"
" Tentu saja boleh. tidur lah kamu pasti capek" Ujar Sandy membantu merebahkan tubuh Raesa di ranjang.
__ADS_1
" Maaf kan aku kak karena belum bisa menjadi istri yang sempurna " Ujar Raesa dengan mata berkaca kaca
" Kamu tahu hadiah yang terindah saat ini adalah dengan menikahi diri mu saja sudah membuat ku bahagia " Ujar Sandy sambil memegang tangan Raesa.
" Kak seandainya aku tidak bisa melayani kakak apa kakak akan marah ?" Tanya Raesa pelan
" Aku laki laki Norman. Pasti aku akan marah tapi aku akan setia menunggu. Jika dengan menunggu bisa membuat kamu akan melupakan semua nya. Dari pada aku memaksa diri mu tapi hati dan fikiran kamu tertuju pada orang lain . Maka aku orang pertama yang berdosa. Jadi kita jalani dengan sabar dan ikhlas dengan keadaan ini . Aku yakin suatu saat nanti kamu pasti bisa ikhlas mendampingi diriku tampa ada orang lain di dalam hati dan fikiran mu" Ujar Sandy dengan mata berkaca kaca. Raesa yang melihat nya menjadi terharu dan merasa bersalah.
Sandy menyelimuti Raesa. Dengan gaun pengantin yang masih belum lepas dari tubuh Raesa.
" Tidur lah biar kamu lebih tenang, aku tidak mau besok kamu bangun masih merasakan sakit" Ujar Sandy
Sandy duduk di dekat Raesa, menatap wajah Raesa lekat. Wanita yang di tunggu selama 2 tahunan kini menjadi milik nya. Meski hanya Raga yang di miliki, Sandy sangat bahagia. Sandy menyadari saat ini yang ada di hati dan fikiran Raesa adalah Syaif .
" Sayang tidur lah semoga besok pagi kamu tak lagi ingat tentang masa lalu mu " Seru dalam hati Sandy
Tak terasa Sandy juga tertidur di dekat Raesa tetapi Sandy tertidur dengan posisi duduk di ranjang dan menyandarkan tubuhnya ke dinding ranjang.
Tak terasa hari sudah pagi. Raesa terbangun dan melihat Jam di dinding sudah jam empat tiga puluh.. Raesa melihat Sandy yang tertidur sambil duduk.
__ADS_1
" Kak bangun kita sholat subuh berjamaah " Ujar Raesa membangun kan Sandy
" Ya Allah ini sudah jam berapa? gimana keadaan kamu" Ujar Sandy panik melihat Raesa sudah terbangun
" Raesa sudah baikan kak. Ayo kita sholat berjamaah Raesa ganti baju dulu"
Lalu Raesa masuk kedalam kamar Mandi membawa pakai ganti. Karena tidak mungkin Raesa ganti baju didepan Sandy. Raesa masih malu untuk melakukan itu.
Sandy merebahkan tubuh nya di ranjang aroma parfum Raesa menempel di bantal yang di pakai Raesa tidur. Sandy mencium nya" Ya Allah biar kan Hamba Mendapatkan seluruh tubuh nya dan hati nya" Seru Sandy dalam hati.
Tak lama kemudian Raesa keluar dari kamar mandi dengan rambut terurai Raesa mengeringkan rambut nya dengan handuk. Sandy yang melihat Raesa tidak menggunakan Hijab nya membuat Jantung Sandy berdetak kencang.
" Cantik sekali istri ku ini. semoga secepatnya dia luluh pada ku " Seru dalam hati Sandy yang masih menatap kearah Raesa.
Raesa menjadi malu, dan memanggil Sandy yang bengong melihat kearah Raesa
" Kak ayo sholat " Panggil Raesa
" Baik lah . Maaf aku lacang menatap mu tapi kamu membuat jantung ku seakan mau berhenti " Ujar Sandy berisik. Membuat Raesa malu mendengar nya.
__ADS_1