
Syaif membuka pintu mobil dan menarik tangan Fatma, mereka memilih masuk kedalam hotel dan memesan kamar, setelah masuk kedalam kamar Syaif menidurkan Fatma di tempat tidur, Syaif yang melihat wajah Fatma yang begitu mengairahkan karena efek obat itu membuat Syaif mencium bibir Fatma, tapi Syaif merasa badan nya semakin panas, akhirnya Syaif langsung masuk kedalam kamar mandi dan tidak sadarkan diri.. Fatma seperti wanita yang sedang kerasukan dan membuka semua baju nya. entah berapa lama Fatma menahan gejolak akibat obat perangsang itu, sampai akhirnya Fatma bisa meredam semuanya,dan Fatma tidak sadarkan diri.
Fatma menangis mengingat semua yang terjadi, betapa hina nya jika sampai Zina itu terjadi , Syaif yang masih berada di dalam kamar mandi tidak juga keluar entah sudah berapa jam, Fatma pun tidak sadar karena ketika sadar Fatma sudah tertidur di kamar itu dengan baju yang berseratakan di lantai sedang kan Syaif merendam dirinya di air. tetapi meraka masih belum menyadari apa yang terjadi. Meski sebenarnya tidak terjadi apa apa antara mereka,tapi Fatma sama sekali tidak bisa mengingat apa apa .
Jam menunjukkan pukul 2 malam , Syaif keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian yang basah Syaif duduk di dekat Fatma yang sedang menangis.
" Apakah kita melakukan sesuatu ? " Tanya Syaif pelan dan cemas
" Aku tidak tahu kak , kenapa harus seperti ini kak nasib Fatma "Jawab Fatma sambil menangis
" Kenapa aku harus ikuti permaina Rahul " Ujar Syaif pelan dan kesal
" Maksud Kakak ?" tanya Fatma sambil terisak
" Minuman itu seharusnya untuk Altaf sama Maya "
" Ya Allah kakak , jangan sampai hal ini terulang kembali kak, Apa yang kita lakukan sudah berdosa kak " Ujar Fatma kesal Tapi masih terisak
" Aku pesankan pakaian dulu , tidak mungkin kita pulang dengan baju seperti ini " Ujar Syaif yang melihat baju Fatma sudah penuh keringat dan acak acakan karena di tarik oleh Fatma sendiri.
Fatma hanya menurut Saja. yang ada di fikiran Fatma adalah malu bisa satu kamar dengan Kakak angkat nya sendiri. Syaif yang dingin yang tidak banyak bicara dengan Fatma , hanya bicara jika ada hal yang menurut Syaif penting. Begitu juga dengan Fatma tidak banyak bicara jika tidak terlalu penting, karena pada dasarnya mereka bukan saudra kandung dan bukan muhrimnya.
Tak lama kemudian pesanan baju datang , Syaif memberikan kepada Fatma, Lalu Fatma masuk kekamar mandi untuk berganti baju, setelah selesai Fatma menunggu Syaif yang mengganti baju nya juga.
Setelah selesai mereka langsung keluar dari dalam kamar itu dan pulang.
Di perjalan pulang Fatma tidak berbicara apa apa dia memilih diam, Syaif merasa bersalah dengan semua yang terjadi.
Tak lama kemudian mereka sampai, Fatma langsung turun dari mobil nya dan langsung masuk kedalam rumah menuju kamar nya .
Syaif pun masuk kedalam kamar nya, Malam ini malam Yang membuat Fatma tidak bisa tidur, memikirkan semua yang terjadi.
" Ya Allah kenapa aku tidak ingat apa apa, entah aku masih perawan atau aku sudah menjadi wanita hina " seru Fatma tetap menangis
__ADS_1
Fatma gadis polos di umur nya yang ke 23 membuat dia harus sedih dan sok karena baru pertama berdua dalam kamar tampa baju satu pun yang menempel pada tubuh nya, Padahal Syaif sudah sejak baru masuk langsung masuk kedalam kamar mandi.
Tak terasa waktu subuh tiba, Fatma yang tidak terlelap sama sekali langsung sholat subuh.
Tok tok tok, tiba tiba ada suara ketukan pintu dari luar
Fatma membuka pintunya, betapa terkejut nya Fatma melihat Nanda berdiri di depan kamar sambil tersenyum.
" Nanda " sapa Fatma
Mereka berpelukan melepas rindu berdua.
" Bagaimana kabar mu " Tanya Nanda
" Alhamdulillah baik " Jawab Nanda
Nanda masuk kedalam kamar Fatma, Nanda memperhatikan raut wajah Fatma yang pucat.
" Ada apa dengan mu Fatma? kenapa kamu pucat sekali " Tanya Nanda cemas
" Katakan apa kamu sedang Ada masalah dengan seseorang, selama ini kamu tidak pernah berbohong bahkan berbohong itu berdosa kamu tahu kan ? " Ujar Nanda memaksa Fatma untuk berbicara
"Kamu tidak akan menceritakan ini kepada Mama kan ? " Ujar Fatma sambil terisak
" Ada apa Fatma katakan "
Lalu Fatma menceritakan kejadian di hotel malam hari dari awal sampai akhir, Nanda yang mendengar itu langsung marah dan bangun dari duduk nya.
" Jadi Kak Syaif " Tanya Nanda tidak meneruskan kata kata nya
" Nanda aku sudah bilang, Aku tidak sadar apa yang terjadi, saat aku sadar aku tampa baju sehelai pun , jangan hakimi kak syaif aku juga tidak tahu kejadian nya karena waktu itu kepala ku pusing, sebaik nya aku pergi saja dari rumah ini , aku akan kembali ke panti " Jelas Fatma bingung
" Kamu tunggu disini Fatma, kita harus melakukan sesuatu yang tidak mengecewakan keluarga ini , kak Syaif keterlaluan " Ujar Nanda marah
__ADS_1
Nanda pun keluar dari kamar Fatma ,Fatma hanya diam saja, dia merasa malu untuk di bertemu dengan Syaif.
Nanda mengetuk pintu kamar Syaif, setelah Syaif membuka pintu, Nanda langsung masuk.
" Kak jangan lari dari tanggung jawab " Ujar Nanda marah
" Apa maksud mu Nan ? " Tanya Syaif heran
" Kak jangan pura pura tidak tahu , apa yang terjadi tadi malam " Suara Nanda meninggi
Syaif langsung terkejut dan tidak percaya tentang apa yang Nanda ketahui, Syaif pun merasa tidak sadar kan diri setelah di kamar mandi waktu itu.
" Maaf kakak tidak sengaja "
" Kak Ini memang tidak sengaja, tapi apa kalian sadar apa yang ada di antar kalian itu sudah merusak masa depan Fatma kak" Ujar Nanda panik
" Aku mohon jangan sampai mama tahu tentang ini "
" Fatma mau pulang ke panti kak, dia malu ketemu kakak" jelas Nanda
" Apa yang harus aku lakukan Nanda " Tanya syaif bingung .
" Nikahi Fatma demi menjaga nama baik Fatma dan keluarga ini " Jawab Nanda singkat
" Tapi Nan ......"
" Tidak ada kata tapi kak.. kakak sudah berbuat tidak adil pada seorang gadis, kasian dia kak bagaimana jika itu terjadi pada Nanda ? apa kakak akan terima " Ujar Nanda sambil menangis duduk di lantai.
" Baik lah jika itu Yang terbaik, tapi tolong jangan katakan ini seperti cerita yang sesungguhnya kepada mama , bilang saja aku mencintai Fatma, Nanda" Ujar Syaif menatap adik nya lalu memeluk nya
" Terimakasih kak, semoga apa yang menjadi tujuan kakak, menjadi lebih baik untuk hidup kakak dan ini adalah jalan dimana kakak bisa melupakan masa lalu kakak"
" Amiin "
__ADS_1
" Kak aku akan menemui mama aku akan berbicara pada mama, biar mama faham dulu dan tidak menuduh sesuatu " Ujar Nanda lalu pergi