
Malam hari setelah sholat Ishak Syaif dan Sandy masuk lagi ke ruangan Zidan , dimana Zidan masih tertidur pulas , sedang Raesa masih tetap mengaji. Tiba tiba Zidan terbangun dan langsung memanggil Sandy.
" Papa Sandy papa Sandy " panggil nya
Sandy mendekati Zidan begitu juga Syaif . Raesa menghentikan mengaji nya dan meletakkan Al Quran nya di tas nya kembali .
" Ada apa sayang, Zidan tidur lah Mama akan menemani Zidan disini "
" Zidan mau tidur di temani papa " Pinta Zidan sambil melihat ke arah Sandy.
" Ini Papa sudah disini Nak " Jawab Sandy mengelus kepala Zidan.
Syaif duduk di Sofa melihat semua itu dengan perasaan yang entah apa dia rasakan, di bilang sakit mungkin sakit, di bilang sedih dia senang melihat Zidan bisa pulih kembali.
Setelah lama Sandy mengelus kepala Zidan, Akhirnya Zidan tertidur, Sandy melihat Zidan tertidur langsung pergi dari ruangan itu Sandy merasa tidak enak dengan ke adaan itu, tapi Yang di fikirkan Sandy hanya Zidan, Sandy duduk di teras kamar Zidan yang terdapat dua kursi, tak lama kemudian di susul Syaif.
" kak Sandy kamu belum makan ? "
__ADS_1
" Aku masih kenyang, pergilah ajak istri my makan "
" Iya kak nanti saja " jawab Syaif
mereka sama sama diam
" Kak Sandy, mau kah kakak menjaga Zidan dan Raesa untuk ku " Ujar Syaif memulai pembicaraan tapi pelan .
Sandy menoleh dan terkejut dengan apa yang di katakan Syaif.
" Kamu pikir Raesa itu mainan? Kenapa harus memberikan padaku lagi, kamu tahu ini tidak adil untuk Raesa, kamu perlu waktu sedikit saja untuk memperbaiki semua nya, Aku mohon jangan katakan seperti itu lagi, aku tidak suka, asal kamu tahu aku memberikan dia kepadamu bukan untuk disakiti tapi untuk disayangi dan aku memberikan dia lagi kepada Mu hanya untuk Zidan biar kalian bisa bahagia menjadi keluarga seutuhnya " Jelas Sandy pelan tapi marah.
" Laki laki macam apa kamu, yang seenaknya memberikan titipan yang Allah berikan kepada mu , Ayah macam apa kamu yang tidak mau berjuang demi kebagian anakmu , kamu bisa membuat Zidan sayang pada mu , tapi ini perlu kesabaran mu, sekali lagi aku tegaskan bahwa aku tidak mau dengan cara konyol mu itu da aku benar benar tidak akan melakukan itu sampai kapan pun" ujar Sandy marah
" Kak aku tahu itu kak , tapi aku tidak tega melihat Zidan seperti ini kak, setelah sembuh kakak bawa Zidan dan Raesa pergi biar aku tidak melihat kalian , yang terpenting bagi ku Zidan sembuh kak. penyakit yang di derita parah kak " Ujar Syaif memohon
Tapi tiba tiba sebuah ucapan membuat mereka terkejut.
__ADS_1
" Aku bukan barang mas, aku juga manusia yang punya perasaan, dulu Kak Sandy melepaskan aku untuk mu , sekarang kamu ingin melepaskan aku untuk kak Sandy , aku benci kalian yang membuat aku tersiksa, semua ada batas nya mas, mana yang di benci Allah dan mana yang di sukai Allah, jelas sebuah perceraian adalah hal yang di benci oleh Allah, tapi kenapa kalian mudah mengatakan itu " Ujar Raesa menangis karena tidak kuat menahan sakit hati dan terpukul dengan mendengar pembicaraan mereka.
" Buka maksud aku, aku hanya ingin Zidan Bahagia aku tidak mau melihat Zidan seperti itu lagi, tolong pahami aku " Ujar Syaif bangkit dari duduk nya Sedang Sandy hanya diam tidak berbicara apa apa, dia cukup mengerti apa yang di rasakan Raesa, karena Sandy juga merasa bersalah kepada Raesa atas semua yang pernah di lakukan waktu mencerai kan nya.
Tiba tiba Zidan menjerit, Raesa langsung berlari masuk begitu juga Syaif dan Sandy.
" Mama mama Zidan takut ma jangan pergi , papa papa tolong Zidan pa Zidan takut " Teriak Zidan karena merasa sendirian
" Mama disini Nak, tadi mama masih keluar Sebentar " Ujar Raesa mencium kening Zidan.
" Papa jangan pergi ya " Ujar Zidan menangis seakan takut terjadi sesuatu .
" Papa disini Nak " Ujar Sandy
Melihat yang terjadi terhadap Zidan Syaif sangat tidak tega, entah apa yang membuat syaif pasrah kepada semua nya , pasrah melepas kan Raesa demi Zidan. begitu Sandy dan Raesa mendekat Zidan langsung tertidur lagi. Syaif tidak kuasa melihat itu semuanya, syaif meneteskan air mata nya melihat anak nya.
" Kak Sandy, Raesa maaf demi anak ku , aku talak 3 Raesa saat ini " Ujar Syaif lantang
__ADS_1
Raesa menoleh begitu juga Sandy, Raesa merasakan bagaikan mendapat kan tusukan belati tajam yang menyayat nyayat tubuh nya.