KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 220


__ADS_3

Pagi hari Setelah mandi Raesa bersiap siap untuk sarapan pagi, Raesa keluar dari kamar nya dan langsung menuju ruang makan.


Langsung Raesa terhenti, Raesa merasa itu mimpi, tapi akhirnya Raesa sadar jika itu Nyata.


" Ayah, Ibu " Panggil Raesa


Ibu Ani dan Pak Anas mengangguk kan kepalanya Raesa langsung menghampiri ibuk nya dan memeluk nya.


" Ibu kenapa tidak bilang Raesa "


" Bapak Samuel yang jemput " Jawab Pak Anas


Raesa menoleh ke arah Bapak Samuel dan tersenyum


" Papi terimakasih "


" Papi tahu kamu merindukan Kedua orang tua mu, yah papi jalan jalan di bali sekalian jemput Pak Anas dan Ibu Ani "


" Sekali lagi terimakasih Papi "


Raesa pun duduk dan mereka sarapan bersama. Selesai sarapan Raesa duduk berbincang bincang meski Ibu Vely tidak faham bahas Indonesia tapi dia selalu bertanya kepada Bapak Samuel apa artinya, begitu juga Ibu Ani yang tidak mengerti bahasa Inggris, tapi beruntung pak Anas bisa bahas inggris.


" Saya berharap ini akan jadi awal yang baik untuk semuanya " Ujar Pak Anas


Raesa berpamitan disusul Ibu Ani, sesampainya di kamar Raesa duduk di sofa, Ibu Ani duduk di dekat Raesa.


" Ibu, jangan bilang kalian kemari ingin menyatukan aku dan Sandy " Ujar Raesa memegang tangan Ibu nya


" Kenapa Nak , ada apa dengan Sandy "


" Aku takut Ibu kejadian di masa lalu akan terulang kembali " Jawab Raesa dengan mata berkaca kaca


" Nak maaf jika hari ini ibuk akan ikut campur masalah mu, tapi kamu adalah anak ku , apapun yang terjadi sama kamu, ibuk ikut sedih dan sakit hati Nak, aku tahu kesalahan yang Sandy buat sama kamu, apa yang dia lakukan dulu semata mata hanya ingin kamu utuh dengan Syaif dan Zidan, meski pada akhirnya kamu kehilangan Zidan dan di lepas oleh Syaif, ini sudah waktu mu nak untuk bahagia, Syaif juga sudah menikah, apa salahnya kamu memulai lagi dari Awal" Nasehat ibu Ani kepada Raesa .


" Ibu, aku masih takut , aku takut di campak kan lagi "


" Nak kamu tahu Sandy kan, dia laki laki baik yang ingin menebus kesalahan nya dengan menunggu mu sekian lama nya "


" Apa harus dengan menikah bu"


" Jika Nasehat ibu sudah tidak berarti lagi , maka jangan harap ibu akan menasehati mu lagu" Ujar Ibu Ani menangis


Raesa memeluk Ibu Ani merasa bersalah kepada Ibu Ani.


" Nak selama ini aku tidak pernah meminta apapun kepada mu, hari ini ibuk akan mengemis persetujuan mu untuk menikah lagi dengan Sandy Nak " Ujar Ibu Ani memohon kepada Raesa.

__ADS_1


Raesa yang mendengar kata itu menjadi terkejut, dengan apa yang di katakan oleh Ibunya.


" Ibu jika dengan menerima Sandy bisa membuat ibu dan ayah bahagia, Baiklah Raesa akan menerimanya, tapi Raesa mohon sama Ibu jangan katakan ini dulu kepada Sandy "


" Jika kamu mau ibuk akan menyampaikan kepada Ayah mu dan Bapak Samuel "


" Apa ibu bahagia aku menerima Sandy? "


" Iya Ibu bahagia karena Ibu tahu kamu mencintainya, karena Ibu tahu dia sangat mencintaimu, jadi ibu rasanya tenang jika kamu bisa kembali lagi kepada Sandy, untuk apa menoleh lagi kebelakang yang Ibu mau kamu menjalani semuanya dengan bahagia, pandang lurus ke depan, masa depan mu sudah menunggumu kebahagiaanmu sudah menunggumu "


" Ibu maafkan aku jika selama ini aku sering menyusahkan Ibu, membuat Ibu memikirkan Aku "


" Sudah jangan mengatakan apa-apa lagi nak, sekarang yang ingin kulihat darimu adalah kebahagiaanmu karena Ibu sudah tua, Ibu tidak ingin melihatmu selalu menderita, sekarang ibu keluar dulu, Ibu temui Bapak Samuel dan Ayahmu Insya Allah semuanya akan berjalan dengan lancar Nak "


Ibu Ani pun keluar menuju keruang keluarga lagi, ternyata Sandi sudah tidak ada di antara bapak Samuel dan Pak Anas, Sandy mengantarkan Ibu Vely untuk beristirahat.


" Ayah dan Bapak Samuel Alhamdulillah Raesa mau menerimanya, cuma dia bilang jangan sampai Sandy mengetahuinya terlebih dahulu apa sebaiknya kita buat kejutan aja sama Sandy ya"


" Bukan hanya untuk Sandy tapi untuk mereka berdua oke " Ujar Bapak Samuel


" Bapak Samuel benar , dan lebih cepat itu lebih baik "


Sore hari Bapak Samuel dan pak Anas memanggil Sandy mereka mengajak sandi pergi ke suatu tempat Sandy membawa mobilnya dengan kecepatan sedang.


" Masjid Katedral, kita akan mengantarkan Pak Anas jalan jalan  "


" Baik Papi "


Sandy pun fokus lagi dengan mengemudi nya , dua puluh menit kemudia mereka sampai,Sandy dan dan Bapak Samuel juga Pak Anas turun.


Mereka Masuk kedalam masjid , terlihat ada seorang laki laki warga indonesia yang menghampiri Bapak Samuel dan Pak Anas juga Sandy.


" Assalamualaikum , Bapak Samuel "


" Waalaikum salam, anda Bapak Faruq "


" Iya saya bapak Faruq, Mari Bapak Samuel silahkan duduk "


Setelah bersalaman mereka duduk .


" Dimana mempelai perempuan nya " Tanya Bapak Faruq


" Di rumah bapak Faruq, dia sudah Serahkan semuanya kepada saya, saya Ayah nya "


Sandy terkejut, merasa heran dengan maksud kedua orang tuanya.

__ADS_1


" Bapak, papi , tapi kok bisa Raesa kan benar-benar menentang pernikahan ini, kenapa sekarang dia mau menerima ku , Ayolah Papi jangan bercanda, tidak mungkin Raesa menerima aku " Ujar Sandy masih tidak percaya


" sudah kamu tidak usah banyak bicara cepat ucapkan ijab qobul bersama Bapak Faruq, Papi dan bapak Ana sudah mengatur semuanya, Raesa juga setuju tapi dia bilang jangan katakan ini dulu sama kamu "


Di kamar Raesa baru selesai sholat, Ibu Ani menghampiri Raesa.


" Nak Sandy dan ayah mu sudah di masjid, kamu kan sudah setuju, jadi hari ini akan Mengucap kan Ijab kobul, kamu mau mintak mahar apa Nak "


Raesa yang sudah pasrah dengan keputusan kedua orang tuanya akhirnya Raesa pun menjawab apa yang ditanyakan oleh.


" Aku minta mas kawin atau mahar naik haji , ayah ibu, juga Papi , dan mami harus ikut .


" Baiklah ibu akan menyampaikan ini kepada Ayah mu "


Lalu Ibu Ani menelfon Pak Anas dan menjelaskan mahar yang di minta oleh Raesa.


Di masjid Sandy bener benar masih tidak percaya, dia mencoba mencubit tangan nya, setelah di cubit Sandy merasakan sakit.


Tapi dia masih merasakan mimpi, Sandy merasa kejutan besar dari Allah jika saat ini benar benar menikah dengan Sandy .


" Sudah siap " Tanya Bapak Faruq


" Sudah Pak " Jawab Sandy


" Bismillahirohmannirrohim. ............."


" Sah "


Akhirnya pernikahan itu benar benar sudah Sah dan terjadi, Sandy menyalami Bapak Samuel dan memeluk


" Terimakasih Papi " Ujar Sandy meneteskan air mata


" Demi apapun Nak papi akan perjuang kan "


Lalu Sandy menyalami Pak Anas


" Terimakasih Bapak "


" Nak titip Raesa , kamu sudah Bapak kasik kesempatan kedua, jangan coba coba menyakiti dia lagi, jika kamu menyakiti nya , bapak tidak akan memaafkan mu"


" Sandy Janji Bapak akan menjaga dan menyayangi Raesa "


" Terimakasih Nak "


Bapak Samuel menangis, begitu juga dengan Pak Anas, mereka sepertinya sudah tidak punya beban lagi.

__ADS_1


__ADS_2