
Raesa melangkah meninggal kan Ruang UGD, dia pergi kearah musholla di ikuti Fatma . Setelah berwuduk Raesa masuk ke musholla untuk melaksanakan sholat, Raesa masih duduk bersimpuh berdoa untuk kesembuhan Zidan yang mendadak sakit.
" Ya Allah ampunilah dosa dosa hamba, Jika sehat yang hamba miliki bisa di tukar dengan sakit yang di derita Anak hamba, maka Hamba Ikhlas. Hamba ingin melihat senyum dan keceriaan nya lagi, hamba tidak sanggup jika harus melihat nya tertidur lemas tidak berdaya. Ya Allah engkau yang memberi sakit, dan kepada Mu lah Hamba mohon kesembuhan atas sakit anak Hamba, Hamba tahu ini teguran kepada Hamba yang selalu lalai dalam menjalani taqdir Mu, Hamba kurang ikhlas menerima taqdir mu.Maka Hamba datang memohon ampun atas semua kesalahan Hamba, sembuh kan Zidan ya Allah. ....Amin Amin Amin
Raesa membuka mukenah nya , Dan pergi meninggalkan musholla menuju depan UGD.
Saat Sampai disana terlihat ibu Nafisah dan Nando juga Syaif sangat cemas , karena penyakit Zidan yang secara mendadak membuat mereka sok dan tidak percaya akan hal itu, tetapi mereka hanya manusia yang tidak bisa menentukan kapan dia akan sakitan, kapan dia akan sembuh , kapan akan bahagia dan kapan akan mengalami sedih.
Hidup adalah sebuah perjalanan yang harus di lalui, entah itu sulit entah itu bahagia , karena semua akan kembali kepada kita, jika kita ikhlas maka akan datang kebahagiaan dari ke ikhlasan kita, tetapi jika kita selalu mengeluh dan menyalahkan Taqdir dari Allah, maka jangan marah jika Allah mengambil semua dari hidup kita.
" Keluarga Muhammad Zidan "
" Ia dokter " mereka langsung berdiri dan menghampiri dokter.
" Bagaimana anak saya dokter, tolong anak saya dokter " Ujar Syaif memelas .
__ADS_1
" Dokter kenapa lama sekali apa yang terjadi terhadap anak saya " Tanya Raesa juga cemas.
" Maaf Saya juga merasa aneh terhadap penyakit putra bapak dan ibu tapi entah lah tuhan yang maha mengetahui semua jalan hidup dan taqdir hidup makhluk nya , bapak Syaif dan Ibu Raesa mari ikut ke ruangan saya "
" Baik dokter " Jawab Raesa pelan tapi sangat cemas, apalagi ibu Nafisah dan Nando juga Fatma mereka mondar mandir ke bingung
" Silahkan duduk, Maaf bapak Syaif dan Ibu Raesa saya hanya meminta kalian sabar dalam menghadapi ujian ini karena Zidan ter Infeksi selaput otak yang di sebut (meningitis)" Ujar Dokter yang membuat Syaif terkejut dan tidak bisa berkata apa apa .
" Dokter ini bukan mimpi kan ? " Tanya Raesa pelan yang sudah tidak bisa menahan tangis nya lagi.
" Dokter Saya berharap Dokter bisa mengobati anak saya , Saya tidak mau kehilangan Zidan dokter " Tangis Raesa semakin terisak
" Dokter Berapa pun yang dokter mau saya akan membayar nya asalkan sembuh kan Zidan " Ujar Syaif
" Sebaik mungkin saya akan melakukan tindakan cepat, supaya bisa menyelamatkan Zidan " Jawab dokter itu sedih karena bukan hanya satu pasien saja yang dia temui, banyak pasien yang hampir sama orang tua nya meminta kesembuhan anak nya, Dokter itu sangat terpukul tapi dia tidak pernah menampakkan karena seorang dokter yang harus memberikan semangat untuk yang lain, dia seorang dokter yang harus berjuang untuk mengobati pasien nya sampai sembuh, meski terkadang Allah lebih sayang dan mengambil nyawa nya lebih cepat. dia seorang dokter yang siap menanggung semua resiko ketika menghadapi pasien kritis. yang dia lakukan hanya berusaha, selebihnya Allah yang akan menentukan nya .
__ADS_1
Raesa dan Syaif keluar dari ruangan Dokter menuju ibu Nafisah dan memeluk nya .
Raesa menceritakan penyakit Zidan , Nando Fatma juga Peni sangat terkejut dan sok mendengar nya .
" Nak kenapa harus Zidan nak , kenapa bukan mama saja " Ujar ibu Nafisah memelas sambil menangis
Nando menghampiri Syaif yang duduk di dekat ibu Nafisah.
" Kak bersabar lah, semua akan baik baik saja " Ujar Nando
" Aku ingin Zidan sembuh "
" Iya kak aku tahu , tapi kakak harus bersabar "
Nando memeluk kakak nya Syaif meyakinkan semua nya bahwa akan baik baik saja.
__ADS_1