KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 29


__ADS_3

Di kamar Syaif langsung berdiri di depan jendela nya, wajahnya sedikit berubah, Raesa yang melihat itu menghampiri nya dan memeluknya dari belakang


" Mas kenapa wajahnya langsung berubah gitu "


" Cemburu " Jawabnya ketus


" Mas tidak ada yang bisa menggantikan mu di hati ku , Azam adalah adik kelas ku mas, dia teman SD ku jadi mas jangan cemburu tidak jelas begitu " Ujar Raesa semakin mempererat pelukannya.


" Aku takut kehilangan mu, lebih baik aku mati saja dari pada harus di tinggalkan wanita yang sudah banyak mengubah hidupku" Ujar Syaif pelan


meneteskan air mata, Syaif membalikkan tubuhnya memeluk erat istrinya.


" Kenapa sampai saat ini tidak ada yang boleh mengantar mu kemana mana kecuali aku atau adikku , karena aku takut istriku di goda oleh laki laki lain " Suara Syaif semakin tidak jelas, Raesa sangat bahagia mendengar ucapan suaminya, tak terasa Raesa menangis di dalam pelukan suaminya.


" Mas perasaan kita sama saling mencintai, cinta kita kuat. semoga kita selalu seperti ini sampai maut memisahkan kita mas "

__ADS_1


" Amin amin amin " Jawab Syaif, dan tak lama kemudian azhan magrib berkumandan, Syaif dan Raesa pun bersiap siap untuk melakukan sholat jemaah di musholla bersama Ibu Nafisah dan Nando juga Nanda.


Setelah sholat magrib Syaif dan Raesa juga Ibu Nafisah, Nando dan Nanda langsung menunggu sholat isyak, sambil menunggu waktu isyak keluarga Ibu Nafisah mengaji bersama.


Beberapa jam kemudian, azhan isyak berkumadan, Syaif pun langsung mengimami nya, keluarga itu sangat bahagia bisa seperti itu setiap hari.


Selesai sholat Syaif dan Raesa langsung berpamitan pada Ibu Nafisah , Syaif dan Raesa memilih untuk istirahat lebih awal, sedang Nanda terburu buru keluar dari musholla menuju ke musholla bawah, untuk bertemu dengan Azam lagi . Nando yang melihat itu jadi heran karena tidak biasanya seperti itu.


Di bawah Azam dan para pelayan rumah Ibu Nafisah mengobrol diteras musholla, Azam anak yang baik sopan, dia di sukai banyak orang, tiba tiba Nanda datang dan duduk dekat bik Ijah, para pelayan jadi tidak nyaman dengan kedatangan Nanda , mereka sungkan karena harus duduk bersama dengan nona muda nya itu


" Nak Azam, Non kami pamit dulu masih mau beresin meja makan " Ujar salah satu pelayan yang di ikuti yang lain, kecuali bik Ijah yang tetap di sana.


" Boleh bik " Jawab Nanda


" Mau minum apa nak Azam ?"

__ADS_1


" Kopi saja bik " Jawab Azam


" Bik saya juga kopi ya " Ujar Nanda , bik Ijah jadi kaget karena tahu kalau Nanda punya maag


" Non nanti sakit loh, kan tidak boleh minum kopi, susu saja ya yang biasa di minum " Ujar bik Ijah yang sudah faham kesukaan Nanda, lalu bik ijah pergi meninggalkan mereka Berdua


" Nanda kalau tidak boleh minum kopi jangan minum kopi nanti kamu bisa sakit " Ujar Azam pelan


" Iya kak, soalnya pengen nyobak kak " Ujar Nanda pelan juga, karena suara Azam pelan dan begitu lembut cara berbicaranya.


" Besok kita belajar lagi ya , tapi jumat ,sabtu ,minggu kakak libur, karena harus bantu abah mengajar dulu di masjid " Ujar Azam


" Iya kak tidak apa apa " Jawab Nanda, belum lama kenal mereka sepertinya sudah sangat kenal lama.


Di kamar Syaif dan Raesa masih tampak kaku karena rasa cemburu itu , Syaif memeluk tubuh istrinya tapi tidak banyak bicara, Raesa tahu suaminya masih cemburu, Raesa membalikkan badannya dan mencium bibir suaminya , Raesa tak pernah mencumbu suaminya terlebih dahulu, karena Raesa ingin menghibur hati suaminya yang sangat pecemburu itu.

__ADS_1


Syaif yang di perlakukan seperti itu jadi suka sekali dan dia tahu kelemahan istrinya dengan bersikap diam , maka Raesa akan bereaksi keras untuk membuat Syaif tunduk.


" Kamu hebat sayang, tahu saja kalo aku marah tapi kamu membuatku tak berdaya dengan kecupan mu " Ujar Syaif sambil mencium Raesa, akhirnya mereka melakukan kembali entah untuk yang keberapa kalinya mereka berhubungan suami istri, Syaif memang hebat Raesa sampai mintak ampun pada Syaif.


__ADS_2