
“Mas.”
Suara Reva terdengar memanggil usai Mila pergi dari rumahnya. Bisa dibayangkan kalau Zacky belum mengusir Mila dan dia belum sadar, keadaannya pasti akan lain. Tentunya Reva akan sangat terluka. Bukan tidak mungkin, istrinya itu akan langsung menceraikannya.
Mendengar suara istri memanggil, Zacky langsung panik. Untung saja dia masih bisa selamat. Sewaktu perbuatan dosa itu terjadi, Reva masih tertidur. Jadi, tak sampai ada pertengkaran besar yang pastinya bisa membuat dicerai sang istri.
“Mas.”
Reva terdengar memanggil lagi. Panggilan yang kedua kalinya itu, merasa Zacky harus segera mendatanginya. Sedangkan, dia masih berusaha mengendalikan diri agar jangan sampai gerak-geriknya dicurigai istri.
“Ya sayang. Kamu sudah bangun.” Cepat-cepat Zacky masuk kamar meski belum bisa menguasai kegugupannya. Di dalam kamar terlihat istrinya tengah berjuang untuk bisa duduk.
“Jangan kau paksakan duduk, Sayang.”
Sebagai suami yang baik, dengan sigap Zacky membantunya.
“Perasaan tadi ada Mila, Mas,” kata Reva. Antara setengah sadar, tadi dia sempat mendengar suara Mila.
Deg. Zacky bertambah panik. Kenapa Reva bisa tahu kalau Mila ke sini? Jangan-jangan sewaktu perbuatan itu terjadi, istrinya itu sempat terbangun.
Oh tidak, Zacky sungguh tak tahu. Tadi dia pun tengah tenggelam pada apa yang dia juga tak mengerti. Kejadiannya begitu cepat.
Huft ... keringat sebesar jagung langsung keluar dari dahinya. Jangan sampai Reva tahu perbuatan tadi. Agar istrinya itu tak curiga lebih jauh, Zacky berinisiatif untuk menyangkalnya bahwa itu hanya mimpi.
“Nggak ada siapa-siapa dari tadi. Wong Mas aja yang dari tadi sedang olahraga tak melihat ada tamu. Mungkin kau sedang bermimpi.”
“Mungkin juga ya.” Reva pun mencoba menerima pendapat suaminya. Untuk pertama kalinya, tanpa disadari, dirinya telah dikelabui suami. Apalagi dengan kondisi kesehatannya yang menurun, pasti akan sangat mudah dipengaruhi.
“Kau pasti haus,” ucap Zacky sembari meraih gelas yang tersanding di atas lemari kecil samping tempat tidur. Berusaha mengalihkan perhatian. “Ayo minum.”
__ADS_1
Dengan telaten, Zacky pun membantu istrinya meneguk air dari dalam gelas itu. Tapi, sebagai wanita, tentu perasaannya sangat sensitif. Reva merasakan keanehan pada diri suaminya. Hal itu terlihat dari tangannya yang gemetaran saat menegukkan air. Juga pada napasnya yang terdengar memburu. Sirat matanya tampak menyembunyikan kecemasan.
“Ada apa sih, Mas? Kok kamu sepertinya cemas begitu?” Reva menatap suaminya dalam-dalam. Keyakinannya tak salah. Tapi ia coba tepis semua prasangka buruk yang merasuki. Tak sampai memikirkan tentang perselingkuhan. Dia yakin kecemasan suaminya itu berkaitan dengan dirinya yang tak bisa punya anak.
“Nggak ada apa-apa, Sayang. Kamu jangan curiga macam-macam ya.”
Dengan lembut, kening Reva pun dikecup. Mencoba membuatnya tenang. Namun, saat mengecup kening istrinya, di dalam hati Zacky muncul rasa bersalah. Betapa dia telah mengkhianati istri yang amat dicintainya itu. Walau itu di luar kehendaknya tapi itu tetap saja, dirinya merasa telah menodai pernikahannya dengan Reva.
“Mas, apa kabar Mila sekarang?” tanya Reva tiba-tiba, selesai Zacky mengecupnya.
"A-aku nggak tahu, Rev. Sebab aku tak pernah bertemu Mila saat menjenguk Nina dan Nani."
Pertanyaan Reva itu lagi-lagi membuat lidah Zacky sulit menjawabnya. Sebab dosa besar baru saja telah ia lakukan bersama Mila.
...*****...
Kesehatan Reva berangsur membaik. Sinar di wajahnya mulai terpancar. Nafsu makannya pun meningkat.
Meski sederhana, Reva merasakan kehangatan cinta suami yang luar biasa. Hingga mendorongnya ingin memeluk Zacky penuh cinta. Sekejap suasana di meja makan menjadi begitu romantis.
Sampai kemudian terdengarlah suara bel. Suami-istri itu saling pandang. Bertanya-tanya siapa yang datang itu. Dan begitu Zacky membuka pintu, nampak Mila dan kedua anaknya telah berdiri di depan.
Kehadiran wanita itu, membuat raut muka Zacky berubah masam. Semenjak kejadian itu, ia merasa kalau perempuan itu makin mengganggu rumah tangganya. Ingin sekali pria itu mengusir Mila saat itu juga, tapi ia tak tega melihat Nina dan Nani.
“Halo, Om Zacky apa kabar?”
Sapaan Nina itu membuat Zacky tertegun. Seharusnya ibu mereka tak melakukan hal yang sejahat itu terhadap rumah tangganya. Di hati Zacky tetap ada rasa bersalah pada Nina dan Nani. Walaupun sebenarnya ini sama sekali bukan kesalahan dirinya. Zacky mematung beberapa saat. Diam membisu tak menjawab sapaan itu.
Sedang di meja makan, Reva yang mendengar suara anak kecil langsung penasaran. Mengapa tamu itu tak disuruh masuk suami? Dengan langkah yang masih lemah, ia menyusul untuk melihat siapa tamunya.
__ADS_1
“Siapa, Mas? Kenapa nggak kamu suruh masuk aja.”
Begitu sampai di belakang Zacky, Reva menepuk pundak suaminya. Lamunan pria itu buyar. Ia lantas menggeser kakinya, supaya Reva dapat melihat tamu yang datang itu.
Ketika Reva telah melihatnya dengan jelas, tampaklah senyum Nina menyapa. Senyum yang membuat wajah wanita itu berbinar.
“Wah ada Nina dan Nani rupanya. Kenapa Om Zacky nggak langsung nyuruh kalian masuk?” sindir Reva sembari melirik suaminya.
Saat Reva sudah di hadapan, kedua anak itu menghambur memeluk kaki wanita itu.
“Tante Reva, Nina kangen banget deh sama Tante,” gumam Nina saat memeluk kaki wanita yang baik hati itu. Wajah polos anak itu mendongak. Sedang Nani hanya bisa menggeram, seolah hendak mengatakan hal yang sama.
Karena kakinya dipeluk, Reva segera membungkuk membalas pelukan mereka. Menciumi pipi mereka satu per satu.
“Tante Reva, kenapa sekarang nggak pernah main ke rumah?”
Reva terharu mendengar pertanyaan itu. Dengan nada yang menahan tangis, dia meminta maaf pada keduanya.
“Tante minta maaf ya, Nina, Nani.” Reva memandang kedua anak itu bergantian. “Tante habis sakit.”
“Oh ... Tante sakit ya. Sakit apa, Tante?” tanya Nina dengan begitu simpati.
“Biasa sakit flu,” jawab Reva sembari hidungnya memperagakan seperti orang kena flu. “Tenang aja. Tante nggak apa-apa kok. Sekarang tante udah sembuh.”
Senyum Reva pun mengembang agar raut cemas di wajah Nina segera memudar. Menurutnya, anak sekecil itu tak perlu tahu hal yang sesungguhnya. Karena mereka pun juga tak akan mengerti.
Tak mau berlama-lama mengobrol di muka pintu, Reva menyuruh Nina dan Nani masuk, begitu juga pada ibunya.
“Ayo Nina dan Nani masuk. Ayo Bundanya masuk juga.”
__ADS_1
Reva menggandeng masuk kedua anak sahabatnya itu. Hingga ia pun tak begitu memperhatikan kalau di belakang, suaminya dengan Mila sedang beradu pandang. Zacky yang gusar atas kedatangannya, dibalas Mila dengan raut menantang. Senyumnya terlihat begitu licik, memandang remeh dari atas ke bawah. Zacky lekas paham dengan senyum itu. Senyum yang mengandung sebuah rencana buruk berikutnya yang tentu akan mengganggu kehidupan rumah tangganya nanti.
Bersambung ....