
“Gimana kabarmu, Rev?” tanya Mila begitu sampai di ruang tamu.
“Alkhamdulillah baik. Silahkan duduk, Mil.”
Mila dan kedua anaknya pun duduk berjejer. Sengaja Mila memilih duduk di pinggir sofa. Sebab dia telah menebak kalau Zacky pasti akan menduduki sofa tunggal di dekatnya. Namun, perkiraannya ternyata salah. Khawatir ada kontak mata antara suaminya dan Mila, Reva yang justru duduk di sofa tunggal itu.
Sikap Reva sebenarnya sudah terbaca Mila. Diam-diam hati wanita itu menertawakan Reva. Sikap protektif sahabatnya sudah percuma. Sebab kejantanan suaminya sudah ia rasakan kemarin.
“Oya Nina dan Nani mau minum apa?” tawar Reva dengan ramah.
Tawaran itu kemudian membuat Mila memberi senyum palsu.
“Tak usah repot-repot, Rev. Gue ke sini pengen tahu kabar lu.”
Meskipun Mila telah berpura-pura menolak, ia tahu sifat Reva. Sahabatnya itu pasti akan tetap menyajikan minuman. Dia memang wanita yang terlalu baik untuk dibodohi.
Perkiraan Mila pun terbukti dengan Reva yang tetap ke dapur membuatkan minuman kesukaan Nina dan Nani yang sering dibawanya saat menjenguk mereka. Sejujurnya Reva lakukan ini hanya untuk memanjakan Nina dan Nani saja, bukan untuk ibu mereka. Karena semenjak dia bermimpi tentang perselingkuhan itu, dia jadi malas pada Mila.
Selepas Reva ke dapur, situasi ini langsung dimanfaatkan Mila untuk mencuri-curi pandang pada suami sahabatnya itu. Sambil mengetik SMS di ponsel, dia tersenyum nakal.
Aku pengen nglakuin dosa terindah seperti kemarin lagi, Mas.
Begitulah isi SMS Mila pada Zacky. Selesai mengetik, Mila langsung mengirimkannya pada nomor pria itu. Dalam waktu singkat pesan teks telah sampai ke ponsel suami sahabatnya. Ditandai dengan bunyi getar ponsel di saku Zacky. Mila melihat laki-laki itu sedang membacanya.
Merasa geram setelah Zacky membaca pesan singkat itu, ia menatap Mila tajam. Tapi, bukannya takut dengan tatapan itu, malah ia memainkan mata. Kedipan mata wanita itu membuat Zacky jengah. Menurutnya, teman istrinya itu sudah sangat gila.
Lantas jari Zacky pun mengetik, hendak membalas pesan singkat Mila. Dalam waktu singkat pesan balasan itu dikirim ke ponsel Mila.
Pesan dari Zacky itu tertulis:
Jangan macam-macam kamu. Jangan sampai Reva tahu. Awas kamu pelacur.
Selesai membaca, Mila meringkik. Tertawa licik. Sedang Zacky masih menatapnya dengan amat marah.
Sampai akhirnya, saling adu pesan singkat itu berakhir sekembalinya Reva dari dapur. Wanita itu datang membawakan lima gelas jus strawbery.
__ADS_1
Dengan senyum yang teramat ramah pada Nina dan Nani, Tante Reva menaruh satu per satu minuman untuk tamunya itu.
“Nah, udah tante buatin nih jus strawbery kesukaan kalian.”
Saat minuman kesukaan mereka telah tersanding di hadapan, dua anak kembar itu dengan cepat menyergap masing-masing gelas di hadapannya. Tanpa rasa sungkan mereka meminumnya. Tak bisa dipungkiri, sudah lama mereka tak merasakan jus segar buatan Tante Reva.
Tante Reva merasa senang melihat mereka dengan bahagia meneguk habis jus itu.
Lantas Tante Reva kembali duduk. Setelah memyenangkan hati Nina dan Nani, pandangannya kemudian kembali mengawasi gerak-gerik suaminya dan juga sahabatnya sendiri
Tahu dirinya diawasi, Mila kembali bersikap seperti biasa. Agar tak curiga dengan perbuatannya barusan, mengirimkan SMS bernada rayuan pada Zacky.
“Oya apa kabar orang tuamu, Mil?” tanya Reva membuka pembicaraan antara dirinya dan Mila. Meskipun sebenarnya malas mengajaknya bicara, tapi ia tak enak kalau mendiamkan Mila.
Namun, pertanyaan Reva itu tak lekas dijawab. Raut muka Mila malah berubah masam. Pertanyaan itu sungguh tak disukainya.
“Elu nggak coba pulang ke rumah ortu, Mil?” Reva kembali bertanya karena belum mendapat jawaban.
Sebenarnya tujuan Reva bertanya seperti itu baik. Karena dia ingin Mila pulang ke rumahnya. Karena sudah sekian tahun terlewati, barangkali Pak Saka telah berubah pikiran. Dengan kehadiran Nina dan Nani mungkin dapat melunakkan hati beliau.
Tapi sayangnya Mila tak mau menjawab pertanyaan itu. Ia malas kalau membahas orang tuanya. Sontak ia pun langsung beranjak dari sofa dan menggandeng tangan anak-anaknya untuk segera pergi dari situ.
“Aku pamit pulang, Rev,” ucap Mila ketus.
Sikap Mila itu lantas membuat Reva terkejut. Dia malah pulang tanpa menjawab pertanyaannya.
...*****...
Sudah lima hari ini Mila merasa mual dan muntah. Dia merasa ini bukan gejala masuk angin biasa. Ternyata perasaanya benar saat dia melakukan tes urin pagi ini dengan test pack, alat uji itu menunjukkan bahwa dirinya positif hamil.
Sontak Mila pun sangat senang dengan kehamilan ini. Anak ini adalah buah cintanya dengan Zacky. Kehamilannya ini akan dimanfaatkan untuk memaksa pria itu menikahinya. Dijadikan istri simpanan pun tak apa-apa bagi Mila.
Dibawanya test pack itu ke kamar. Dengan perasaan yang teramat gembira, ia segera menghubungi Zacky.
“Halo, Mas,” ucap Mila saat panggilannya telah tersambung.
__ADS_1
“Ada apa lagi? Sebenarnya aku nggak mau kalau kamu terus menganggu kehidupan rumah tanggaku,” tukas Zacky. Gerah dengan hidupnya yang kini selalu dibayang-bayangi perempuan itu. “Apa kau mau merayuku lagi supaya aku mau tidur denganmu. Sory, kalau aja dulu kamu nggak ngasih obat itu, aku pasti bakalan nggak mau.”
Mila tertawa mendengar ucapan Zacky. Sekarang menurutnya mengajak laki-laki itu tidur sudah tak penting lagi. Yang penting sekarang adalah memberitahukan bahwa dirinya tengah hamil.
“Mas, aku hamil.”
“Apa? kamu hamil?”
Kabar itu lantas membuat Zacky terhenyak.
“Ya aku hamil. Ini adalah buah cinta kita, Mas,” tandas Mila tanpa punya rasa malu mengucapkan seperti itu.
“Tidak. Itu pasti bukan aku yang menghamili. Ingat! Kau jangan coba-coba mengakaliku. Dikira aku nggak tahu kamu banyak berhubungan dengan laki-laki lain,” elak Zacky lalu menutup telepon. Mengabaikan omongan Mila yang menurutnya mengada-ada. Bisa saja wanita itu mengarang cerita agar dengan mudah merongrong kehidupan rumah tangga Zacky dan Reva.
Saat Zacky tengah berpikir keras, ponselnya berdering lagi. Kali ini Mila mengirim SMS yang bernada ancaman.
Jangan salahkan aku jika Reva tahu hubungan yang pernah kita lakukan. Ingat aku punya foto saat kita melakukan hubungan itu.
Sialan! Seru Zacky dalam hati. Bisa-bisanya wanita itu tahu kalau sedang mencoba mengabaikan dirinya. Dia pun menjadi bimbang. Kepalanya menjadi terasa sangat sakit. Harus bagaimana dia bertanggung jawab atas kehamilan Mila. Jujur pada Reva juga tak mungkin.
Pria itu menghela napas berat dan berteriak sendiri di dalam rumahnya karena saking kesalnya. "Akh ... sialan kau Mila."
Hampir-hampir ponsel di tangannya dilemparkan ke tembok.
“Dasar wanita jalang!”
Secepatnya dia mencari nomor Mila dan berbalik menghubunginya. Saat wanita itu menyahut, Zacky langsung menjawab gertakan Mila.
“Oke aku mau tanggung jawab. Tapi sebelum itu, aku akan membawamu ke dokter kandungan. Aku perlu kepastian bahwa janin itu adalah anakku.”
Perkataan Zacky itu langsung disetujui Mila. Untuk mendapat pertanggung jawaban segera darinya, wanita itu meminta Zacky datang ke rumah sekarang juga.
Merasa kesal rumah tangganya diganggu Mila, Zacky dengan cepat mengambil kunci mobil yang menggantung di kamar dan segera menuju ke rumah kontrakan Mila.
Bersambung ....
__ADS_1