
Di dekat gang, Zacky menghentikan mobilnya. Dia berjalan menyusuri gang yang biasa dilaluinya menuju kontrakan Mila. Sesampainya di teras sempit rumah itu, seperti biasa dia melihat Nina dan Nani sedang asyik bermain boneka.
Kedatangan Om Zacky, membuat Nina dan Nani langsung menyambut antusias. Memeluk pria itu bahagia. Wajah-wajah mereka yang lugu membuat Zacky begitu hangat menyambut pelukan mereka.
“Wah ... wah ... kalian makin pinter aja nih,” puji Om Zacky sambil menciumi pipi keduanya secara bergantian. Setelah puas merangkul mereka, Om Zacky melepas pelukan. Dia menyodorkan nasi kotak untuk makan siang mereka. Sengaja memilih beberapa lauk yang enak dan bergizi supaya dua anak kembar itu makan dengan lahap dan tumbuh dengan baik.
Sekarang Zacky sengaja tak memberi mereka uang lagi. Karena dia telah tahu tabiat ibu mereka yang mata duitan. Dia sudah lama tahu kalau setiap uang yang diberikan untuk mereka, pasti direbut paksa oleh Mila.
“Makasih Om Zacky,” jawab Nina menyeringai. Dengan mudah anak itu dapat menebak, kalau kedatangan Om Zacky pasti ingin bertemu ibu. “Om Zacky mau ketemu Ibu Nina ya?”
“Anak pinter. Iya nih Om mau ketemu Ibu kamu,” sahut Zacky. Telunjuknya dengan gemas menyentuh hidung mancung Nina. “Apa Ibu kalian ada?”
Kepala Nina mengangguk.
“Kalau begitu Om Zacky minta tolong kalian buat ngasih tahu ke Ibu, kalo Om Zacky udah dateng,” pinta Om Zacky menepuk pundak keduanya.
“Iya Om.” Dengan semangat, Nina mengangguk. Sembari menenteng pemberian Om Zacky, Nina menggandeng tangan adiknya untuk kembali ke dalam rumah. Melaksanakan perintah Om Zacky.
Melihat tingkah mereka, Zacky menghela napas sembari tersenyum. Kalau saja Reva bisa hamil, pasti dia juga akan merasakan betapa bahagianya punya anak-anak yang lucu seperti mereka.
Zacky menunggu beberapa saat di teras.
Waktu pun bergulir, tapi Mila tak kunjung keluar. Dia mulai gusar menunggu wanita itu. Karena ia harus berlomba-lomba dengan waktu, sebelum Reva pulang. Paling tidak Zacky harus kembali ke rumah lagi, sebelum istri pulang.
__ADS_1
Di tengah kegelisahan Zacky, Mila keluar dengan dandanan yang menor. Pakaiannya pun terlihat sangat seksi. Melihat penampilan wanita itu, Zacky hanya geleng kepala. Bukan kagum, tapi lebih pada perasaan ilfil.
“Maaf ya, Mas. Buat kamu nunggu lama,” ucap Mila.
“Ya nggak apa-apa. Ayo kita langsung jalan aja. Kita harus cepat ke dokter kandungan,” ajak Zacky yang langsung berbalik badan, melangkah begitu Mila mendekat.
“Tenang, Mas. Jangan buru-buru. Aku takut janin anak kita kenapa-napa,” ucap Mila sembari menggelayutkan tangannya ke siku Zacky. Ucapannya sengaja menekankan kalau di dalam perutnya itu adalah anak Zacky.
...*****...
Setibanya di dokter kandungan, Zacky meminta dokter untuk segera melakukan USG. Ingin tahu secepatnya apakah benar janin di dalam kandungan Mila adalah hasil hubungannya tempo hari.
Dokter pun segera melakukan USG. Ketika tindakan itu berlangsung, dokter menunjuk layar monitor pada bagian kecil berwarna hitam.
"Ini embrionya, Pak Zacky. Benar memang istri Anda ini telah hamil. Selamat ya, Pak."
Tangan wanita itu kemudian bergerak meraih telapak tangan Zacky lalu menggenggamnya. Pria itu sangat tak suka dengan permainan kotor Mila. Dengan kesal, ia mengibaskan genggaman tangan wanita itu. Dia pun tak sudi melihat wajahnya.
"Baiklah, Pak Zacky ini beberapa suplemen yang harus diminum istri Anda." Dokter menyodorkan resep yang baru saja ditulisnya pada Zacky.
Usai mendapat resep, mereka langsung pamit dari hadapan dokter. Saat berjalan bersama Mila, Zacky diam seribu bahasa. Berpikir keras apa yang harus ia lakukan sekarang? Dirinya merasa telah terjebak pada jeratan Mila. Lalu bagaimana kalau suatu saat nanti Reva tahu kalau suaminya telah menghamili sahabatnya sendiri?
Di dalam mobil pun, Zacky terus berpikir untuk mencari cara menghindari Mila.
__ADS_1
"Mas, kenapa kamu diam saja dari tadi? Kayaknya kalo aku lihat-lihat kamu nggak senang aku hamil?" tanya Mila melontarkan pertanyaan yang aneh. Dan tentunya membuat Zacky tak habis pikir. Karena pertanyaan itu, emosinya jadi naik .
"Tentu aku tidak senang. Aku senang punya anak kalo itu dari rahim Reva, istriku sendiri. Bukan dari rahim kamu," tukas Zacky menjawab pertanyaan Mila yang tak tahu malu itu. "Terus aku tuh heran sama kamu Mil, mengapa kau bisa-bisanya senang dengan kehamilan ini? Apa kamu nggak sadar kalo kebahagiaan kamu saat ini di atas pengkhianatanmu terhadap kawanmu sendiri?"
Pertanyaan itu sungguh tidak berpengaruh apapun bagi Mila. Sebab hati wanita itu kini sudah mati rasa.
Tapi apa pantas dia merebut sahabatnya yang selama ini sudah baik terhadapnya? Seandainya Mila mau berpikir dan mengingat kembali pada orang yang selama ini memberi perhatian besar terhadap hidupnya. Tanpa kebaikan Reva mungkin dulu nyawanya tak akan tertolong saat dia harus melahirkan anak kembar sekaligus. Sayangnya, logika wanita itu sudah tertutupi oleh nafsunya.
"Mas, aku nggak mau kalo anak kita lahir tidak punya sosok seorang ayah lagi. Jangan sampai nasib anak ini seperti Nina dan Nani," ucap Mila. Dengan wajah tebalnya, dia kemudian menekan Zacky. "Aku ingin kau menikahiku secepatnya, Mas. Sebelum kandungan ini membesar."
Mendengar ucapan itu, Zacky menginjak rem tiba-tiba. Dia sungguh terkejut mendengar ucapan yang gila ini.
“Apa? Menikahimu?”
Dia berucap dengan nada tinggi karena saking terkejutnya mendengar tuntutan Mila itu. Matanya merah, melotot penuh amarah.
Sedang tanpa bersalah Mila mengangguk tak peduli pada Zacky yang telah murka. Dia sangat percaya diri kalau Zacky pada akhirnya akan menuruti keinginannya.
“Kamu bener-bener udah gila, Mil,” tukas Zacky. Menentang Mila. Entah sudah bagaimana urat malu wanita itu.
Mata Mila mengerling. Tersenyum jengah. Tapi dia pun sebenarnya setuju perkataan pada Zacky. Kenyataannya, dia memang sudah gila. Gila dengan kemiskinan yang dideritanya saat ini.
“Asal kamu tahu ya aku nggak mungkin menikahimu. Karena aku sangat mencintai Reva,” tegas Zacky. Sengaja mendekatkan suaranya ke telinga Mila supaya wanita itu mendengar jelas dan tidak memanfaatkan kehidupan rumah tangga sahabatnya. Juga supaya mengurungkan niat agar Zacky menikahinya.
__ADS_1
Tapi percuma saja. Teriakan itu tidak ada artinya di telinga Mila. Karena dia akan menyerah sampai Zacky menikahinya. Tak peduli cara yang akan ditempuh pria itu, menceraikan Reva atau menjadikan dirinya sebagai istri kedua. Tak peduli seberapa besar cinta Zacky pada Reva.
Bersambung ....