Kuatkan Aku

Kuatkan Aku
Part 11


__ADS_3

Matahari muncul seakan malu".cahya yang sudah terbangun karna sinar matahari dari celah kecil jedela. cahya yang masih sakit di bagian tubuhnya, lebam di sekujur tubuhnya. ia tersadar dan melihat denis memeluknya dengan erat .


Cahya yang tersadar lalu berusaha menyingkirkan tangan sang moster yang di sebut suami. saat sudah terbagun dia memandang wajah suaminya.


" andai kak denis tak memeperlakukanku seperti ini." kembali tetes air matanya.


" aku sudah sangat tersiksa kak"


" fisikku dan juga batinku sudah sangat hancur" kembali menangis sesegukan.


" aku tak tau betapa berat yang kak denis rasakan, yang aku tau sekarang ini aku sudah menderita. semoga setiap penderitaanku membuat kak denis bahagia" menghela nafas dan memandang wajah sang suami.


"aku berharap tuhan membuat kakak berubah" saat hendak bangun, cahya merasa sakit teramaat sakit.


"ahhhhhh..........sakit....." katanya sambil memegangi bagia s**sit*ifnya.


" kamu pasti bisa cahya" menyeka air matanya.


Cahya berjalan hati" dan baru sampi beberapa langkah dia kembali terhenti. sungguh sakitnya benar" sakit teramat sakit. tampa iya sadari denis bangun dan megendongnya menuju buthup dan merendam di air hangat .

__ADS_1


Benar saja setelah beberapa lama cahya merasa sakitnya sedikit mereda. cahya kini bisa bernafas lega karna bisa berjalan . dia melihat pantulan cermin.


" banyak ya lembamnya cahya" menatap tubuhnya dengan sedih.


" kamu bisa cahya "


Dia keluar kamar mandi dengan tertatih" walau sudah berkurang sedikut demi sedikit. denis memandangnya dengan senyum mengejek.


" kau siapkan aku sarapan sekarang" berjalan menuju kamar mandi dan berbalik.


"owh ya nantik siapakan dirimu, aku rasa akan bermain mungkin lebih keras lagi" senyum mengembang dari wajah denis.


Kini cahya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk suaminya. dan iya melalukanya dengan lapang dada walau terkadang sakit yang masih mejalar di bagian tubuhnya.


"kenapa kak? ada bisa cahya bantu kak?"


"ambilkan makananku dan tasku di kamar" sahut denis .


Cahya melayani suami dengan baik dan juga mengambilkan tasnya , walau setiap mengangkat kaki menju setiap tangga yang menghubungkan ke kamar denis dan dia.

__ADS_1


" kak ini tasnya " sambil memegangi perutnya yang sakit.


" sakit........?" sahut denis diiringi angukan oleh cahya.


" haaaa cayah ya ini belem seberapa" kata denis meremas rambutnya. dan menghempaskan tubuh cahya di lantai.


Terdengar tangis cahya yang mulai mengeras saat denis sudah menghilang. ia sangat rapuh dan hancur ia mengambil benda pipih yang bisa di bilang ponsel .


" ayu kamu dimana " tanya cahya menyekah air matanya.


"cahya aku kangen cah" sahut ayu dengan manjanya .


" kau bisa kemari aku akan memberikan alamatnya ya"


"baiklah cah aku kesana sekarang, kebetulan aku libur"


Cahya menekan lokasi di aplikasi dan mengirimnya ke ayu. iya ingin bercerita kepada ayu dan akan menyuruh ayu untuk pindah kota saja. tak menutup kemungkinan andre bakal menyakitinya.


Membayangkan saja membuatnya semakin gemetar. cukup dia yang merasakan penderitaan seperti ini. iya ingin sahabatnya ama dan tak ada lagi yang mengganggu hidup dari sahabaynya.

__ADS_1


Tak terasa 30 menit sudah ia berpacu dalam lamunan dan pikirinnya. sungguh miris hidupnya sekarang. hingga bel apartemen berbunyi iya berjalan hati agar sakitnya tak terasa lagi.


Di bukanya pintu itu . ia memeluk orang yang ada di luar pintu itu dengan rasa haru. dan mempersilahkannya masuk.


__ADS_2