Kuatkan Aku

Kuatkan Aku
Part 34


__ADS_3

Sesampainya di mall denis dan cahya yang sudah tertuju pada kedai es krim kesukaanya. denis hanya menghela nafas melihat ke gila cahya yang melihat es krim seperti harta karun.


"cah pelan"dong makanya!"


"habiesnya enack sekali" dengan mulut penuh es krim cahya berkata.


"sayang nantik dedeknya sakit kamu makan es krim banyak" ujar denis kembali.


" yaudah gak usah aja aku makan es krim kak, aku baru sedikit makanya loh kak, kakak pelit banget sih ma anak sendri , lagian harga es krim ini gak bikin kakak miskin kan!?" cahya hendak bangun namun di tahan oleh denis.


"sayang kamu jangan gambek dong, aku bisa beliin kamu toko es krim yang banyak , aku cumak khawatir nantik dedek sakit" unjar denis sedih.


Cahya yang melihat kesedihan dari sang suami pun tak tega. dan duduk iyang akan menjelaskan semua ke suaminya.

__ADS_1


" kakak denis dedek gak bakalan kenapa" kok , aku kan ngidam lagian aku cumak makan 1cup doang kak gak lebih!" ujanr cahya memnjelaskan.


"janji satu *** kak!...... plis......plis kak?" ucapnya memohon.


" ya udah 1cup ya sayang" ucap denis kembali.


"untung saja moodnya kembali ke awal kalu tidak bisa dalam masalah aku, entah mengapa setia melihat dia bersedih aku pasti iku sedih juga karnanya, mungkin aku sudah mulai mencintai dia" bantin denis


"kak kok bengong sih?" lamunan denis kini pecah.


"udah kak, aku lupa kita ke toko sayunran dan bahan makan tempat sini youk kak? soalnya bahan" buat hajatan buk rara belum lengka kak!" ucap cahya kembali.


" ya udah ayo kita kesana sekarang, owh ya cah kamu gak boleh gerjainya sendiri lagi ya!. kasian dedeknya nantik capek sayang" ujar denus lembut.

__ADS_1


" siap kak, nantik bik retno juga mbak itak bantu kok"ucapnya kembali.


Setelah membayar semua tagihan di kedai kini mereka pergi ke toko penyediaan bahan" makanan, mereka kembali memilih" sayuran dan juga bahan untuk memasak pesana, ketika di perjalanan denis kebelet pipis.


Tak di duga selepas denis pergi iya bertemu demgan seseorang yang begitu familiar untuk cahya, orang itu memperhatikan dari atas hinggal bahwa dan tertuju di perut cahya.


" wah"""" murid yang berprestasi ternyata disini ya, ehmmmmm kau sudah menikah?, tapi setahu ku kau belum menikah tapi sudah hamil besar saja ya!" senyum mengejek orang itu , bak puas sudah memalukan cahya.


"dian kamu apa kabar, ehmmm aku sebenarnya sudah menikah dan aku hamil oleh suamiku sendiri ,dan bukan karna hamil luar nikah seperti arah pembicaraanmu" seru cahya kembali.


" haaaaa aku tau suamimu pasti sudah beristri kan , dan kau hanya simpanya , beda denganku istri dari lelaki tampan dan mapan! aku yakin suamimu pasti sudah tau bangka kan?" tanya dian semakin meremehkan.


"sumua salah , aku tidak menjadi wanita simpanan, dan ya aku juga memiliki suami yang tampan dan juga mempunya hati yang baik dan kaya akan hati bukan harta." senyum manis dari cahya membuat dia kesal.

__ADS_1


" untuk apa memiliki suami tampan tak banyak uang, haaaa percuma kau pintar dalam hal pelajaran namun bodoh dalam kehidupan nyata ini!" dian terus menyudutkan cahya.


"aku mencari suami bukan dari hartanya tapi hati, tulus dan kebaikanya. aku tak ingin nantinya jika harta itu habis maka cinta kami akan habis pula , karna cinta yang kami bangun bukan didasari dari hati melainkan harta" ungkap cahya membuat penonton yang ada di toko itu tersenyum , ya dari tadik mereka menjadi tontonan geratis.


__ADS_2