
Sikap denis semakin hari semakin berubah, cahya merasa sangat bahagia atas perubahan denis, namun iya merasa denis hanya ingin ia kembali dan tak tulus mintak maaf.
"cahya kamu gak usah terima pesana dari ibu" itu lagi " kata denis mendekati cahya.
" mau gimana lagi kak, semua ibu" di sini suka sekali dengan masakanku" kata cahya lagi.
" ya udah kita buat ketring aja daerah sini nantik km buat resepnya dan ajari pegawai memasak , setelah itu kita akan kembali lagi ke keto" ujar denis kembali.
" hmssss baiklah kak aku akan mencoba saran kakak" unjar denis kembali.
" aku hanya khawatir atas kandunganmu nantik dedeknya sakit gimana?" ungkap denis kembali.
"ternyata dia hanya khawatir padamu saja dek , gak khawatir sama bunda , tapi gak papa bunda udah bahagia kok syang" bantinya kembali.
"yaudah youk. kita jalan sekarang km udahin aja pesenanya , sekalian kita anterin" ucap denis lembut, iya tak memungkiri sikapanya kini sudah berubah, rasa benci dulu kini semakin besar dan itu bukan benci lagi melainkan cinta.
"ayo kak aku pengin es krim , yang bangak rasa itu kak.! boleh kan kak?" tanya cahya kembali.
" gak boleh makan es krim nantik gak bagus buat andek di dalem!" tegas denis.
__ADS_1
" yaudah biarin aja mereka ileran , ayah jahat dek hiks.........hiks......!" cahaya menangis dan berhasil membuat denis kalang kabut. tak seperti sebelumnya jika cahya menangis adalah kebahagiaanya namun kini berbalik.
" ya udahhhh sayang kita makan es krim tapi jangan banyak" ya " ucap denis meminta dengan lembut.
"beneran kak , yeeeeeeeee" sontak membuat cahya loncat" kegirangan.
"cahya gak usah lompat" dong" kata denis kembali.
"dia selalu berubah"kadang nangis kadang ketawa. aku jadi pusing menghadapinya . benar kata dokter emosi permpuan hamil naik turun" batin denis .
Kini mereka sudah siaap dengan setelan baju sama , juga beberapa nasi kotak sudah ada di bagasi denis siap di kirim ke pemesan.
" ehhhhh nak cahya sudah datang?" tanya si pembeli.
"iya bu ini sudah cahya bawain sesuai pesanan. dan ya sisanya tolong suruh tenaga ibuk bantu ya , soalnya cahya gak sanggup angkat semua haaaaa" tawa cahya pecah.
" ihhhh nak cahya mah suka gitu, masak ibu biarin nak cahya angkat kan kasian dedeknya." sahut ibu kembali.
Denis keluar dari mobilnya dan hal itu sontak membuat semua melongoh, pasalnya denis ganteng bangetπππ
__ADS_1
"wahhhh itu siapa ganteng banget,?" bisik" ibu yang mualai riuh.
"hmssssss kakak bawa sini!" lambaian tangan cahya.
"ehhhh nak cahya dia siapa" tanya ibu" .
"sayang ini taruh dimana?" kata denis , soantak membuat cahya kaget pasalnya denis pertama kalinya memanggilnya sayang.
"ehm.........di...sini kak" ucap cahya gelagapan.
"cie............cie........." kata ibu itu serempak.
" owh jadi ini suami nak cahya yang kerja di kota ya ?" tanya ibu" itu.
" iya saya bu, saya denis ibu"""!" kata denis sambil terseyum ramah.
" aku yakin anaknya pasti cantik dan ganteng, soalnya ibu bapaknya sempurna gitu!" bisik" ibi" di sebrang.
Cahya dan denis kini berbalik arah , menuju mall yang sudah menjadi agenda mereka, tak terasa mereka sudah sampai di mall.
__ADS_1