
" yahhhh si neng malah melamun, ini semua karna kamu si mang. jadinya nengnya ngelamun" kata si penjual es krim mengagetkan cahya.
" ahhh jangan gitu dong bang"" tampan , aku cumak lagi bengong pingin bungkus ciloknya lagi" jawab cahya mencairkan suasana.
Semua kegiatan cahya tak jauh dari pengawasan denis , hatinya sangat tersentuh dengan keteguhan hati cahya. sungguh cahya merawat kandunganya dengan baik, walau hidupnya sederhana namun iya selalu tersenyum.
"ahhhhh kenpa kamu nendang" terus anak bunda ini?" unjar cahya yang merasakan nyeri di perutnya dan kembali duduk di trotowar.
"hmsss bunda tau kamu tak sabar bertemu ayah ya" kata cahya kembali.
"ayah , owh jadi benar dugaanku dia punya simpanan dan anak itu bukan anakku, baiklah akan ku ikuti alur permainanmu cahya " batin denis.
Denis mengikuti cahya sampai di depan kost cahya. dia memantau cahya dari kejauhan cahya keluar dengan duduk di teras dengan mengegam bingkai foto dan juga teh hangat.
" hy ayah , bunda sama dedek kangen , dari tadik dedek nendang" ni ayah " kata cahya sambil berlinang air mata.
__ADS_1
Denia yang penasaran akan siapa foto yang berada di genggaman cahya. dia menyur anak buahnya untuk sekedar berbicang" menanyakan alamat pada cahay.
"mbak permisi kalok rumah buk RT dimana ya" kata anak buah denis asal basa basi.
" owh nantik mas belok kiri , dan lurus sedit ada gerbang merah jambu , itulah rumahnya buk RT." jawab cahya.
" emmmm mbak itu suaminya ya ?" tanya anak buas denis yang memancing cahya kembali.
" iya mas ini suami saya" jawab cahya tersenyum.
Disisi lain denis melihat semuanya dari kamera tersembunyi sang suruhan , hatinya yang dulu benci semakin terkikis dengan semua kenyataan. dia juga merasa bersalah dengan apa iya katakan bahwa anak yang cahya kandung bukan anaknya.
Tapi dendam itu mulai muncul lagi. dia bingung akan keadaan ini, dia merasa sedih dan kurang perhatian biasanya , cahya selalu memperhatikan semua keperluanya , entah apa yang iya rasakan semenjak kepergian cahya 4 bulan yang lalu , ia merasa ada ynag kurang dalam.hidupnya.
Denis kini butuh waktu untuk berfikir tentang perasaanya yang sebenarnya. dia ingin memastika apakah bencinya sudah ilang dan berganti dengan cinta, namu dia juga egois dia sudah berfikir jika cahya tak akan mau kembali denganya , dia akan memaksanya.
__ADS_1
Ya memang keahlian denis mengancam dan mengancam, dia ingin cahya kembali padanya dan memastikan perasaanya kembali.
Denis memutuskan untuk menghampiri cahya.saat cahya hendak masuk rumah kostnya, ada tangan yang memegang pergelangan tannganya.
"cahya tunggu aku " suara yang begitu familiar untuk di dengarnya.cahya membalikan badanya betapa terkejutnya dia.
"emm......kaka....denis..." kata cahya yang gemetar.
" iya ini aku, aku suamimu cahya , dan ayo kita masuk" ucapa denis menyelonong masuk.
..."emmmm sudah ku duga dia tak kan pernah berubah sampai kanpanpun, egonya terlalu tinngi, dan yah apakah aku bermimpi" batin cahaya ....
Cahya mengikuti langkah sang suami , ia merasa denis tak nyaman dengan keadaan kostnya yang sederhana ini.
" kau sanggup disini hidup bersama anak"ku, kau ingin membuatnya tak sehat dengan keadaan yang kumuh ini" ucap denis kembali.
__ADS_1
" maaf kan tapi aku selalu memeriksanya setiap bulan namun dia baik" saja kak" kata cahya