Kuatkan Aku

Kuatkan Aku
Part 21


__ADS_3

1 minggu sudah cahya di rumah sakit, kedaanya bisa di bilang sudah sembuh total. dokter sudah memperbolehkan cahya pulang sekarang, tak lupa dia bepamitan pada laila snag dokter.


"dok makasih banyak ya sudah rawat cahya. cahya gak tau kalok gak ada dokter cantik ini" jawab cahya.


"sama" cahya cantik " senyum dokter yang begitu manis.


Setelah selesai mencabut selang infus dan juga berbagai alat medis lainya , kini cahya sudah sampai di parkiran mobil , dia melihat mobil suaminya sudah terparkir di depan rumah sakit , awalnya dia bahagia denis mau menjemputnya.


Senyumnya berganti menjadi kemurungan. dan benar saja yang datang bukan lah suaminya tapi asisten dari sang suami.


" sudah ku duga dia tak akan , menjemputku sudah lah tak akan ada yang berubah aku terlalu berhapa."


"sialahkan nona " kata tino


Sesampainya di depan rumah , dia masuk dan mendapati rumah yang begitu berantakan. dan ya terdengar suara bising di atas. entah apa itu dia tak memperdulikanya ia melangkahkan kakinya kedalam kamarnya yang berada di atas.

__ADS_1


Betapa terkejutnya dia saat menaiki tangga terakhir, mulutnya menganga dan tak percaya yang dia dengar.


"ehmmmm sayang kamu nakal ya" kata si wanita itu.


"aku dengar wanita yang kau nikahin masuk rumah sakit ya , kenapa kau tak menjemputnya sayang?" timpal sang wanita.


" untuk apa aku menjemputnya , dia hanya bahan yang aku siksa dan aku akan bahagia di menderita , karna itu adalah hal yang memuaskanku selain tubuhmu" senyum menyeringai dari denis.


" ihhhh sayang kamu nakal dehhh, ya udah kita lanjutkan lagi kegiatan kita" kata sang wanita berada di atas kungkungan denis dan melanjutkan kegiatan panas mereka.


"aku hanyalah sebagai alat balas dendam aku harus kuat demi keluargaku."


"aku sekarang sudah tau akan posisiku, aku akan tetap sepertiini menjadi alat balas dendam sampai suamuku puas akan hal itu, sakit tuhan sungguh sakit." air mata yang mengalir dari pelupuk mata cahya.


Setelah itu ia memilih menuju kamarnya , dan merebahkan dirinya di atas kasur. lama kelamaan iya terpenjam dalam tidurnya . sampai dia tersadar jam 2 siang dan bangun. melihat kondisi rumah yang amat berantakan.

__ADS_1


" oky cahya semangat" dia mengulung rambutnya keatas hingga terlihat leher jengjangnya. denis yang melihat betapa lugasnya cahya membersihkan rumah dan, yahhh leher serta paha yang putih terlihat begitu menggoda iman seorang denis.


"ahhh sial hanya dengan melihatnya dengan seperti itu membuatku ingin sekali melahapnya, owh tuhan aku tak tahan lagi" kata denis dan iya menghampiri cahya yang sedang berjongkok mengepel lantai.


" ehmmmm kau mau menggodaku dengan pakain seperti ini ahhhh" denis yang memegang bahu cahya.


"tidak kak, cahya biasa pakai pakaian ini dikala cahya membersihkan rumah kak" jawab cahya.


" sini kau ikut aku sekarang" kata denis menarik tangan cahya ke dalam kamar mandi.


" kak untuk apa kita kesini kak? tanya cahya yang gemetar.


denis mendekat kan bibirnya ketelingan cahya " untuk memuaslanmu, jangan takut aku akan melakukanya dengan perlahan kali ini haaaaaaaa!" kata denis kini.


" kak ini di kamar mandi kak, aku.lagi gak pantas melayani kakak aku bau kak" kilah cahya.

__ADS_1


" kau pikir aku bodoh sepertimu, maka ini kamr mandi aku menyuruhmu untuk melauyaniku disini agar baumu tak trrcium bodoh." kata denis menekankan kata bodoh.


__ADS_2