Kuatkan Aku

Kuatkan Aku
Part 7


__ADS_3

Denis yang panik akhirnya menghubungi dokter pribadinya. dokter melakukan berbagai rangkaian tes hingga dia tercengan akan lebam yang pasien derita.


"bagaimana dok keadaan perempuan itu"


" maaf pak sepertinya dia mendapatkan siksaan metal dan juga fisik, karna di lihat lebamnya lumayan parah."


" maksud dokter apa ??"


"mukin lama kelamaan mentalnya, akan terganggu jika terus ada yang menyika begini!"


" baiklah dok terimakasih atas informasinya , saya kan merawatnya dengan baik."denis kembali memasuki kamar cayha!


"ampun kak.....ampun hiksss.....!


"cahya janji gak bakal bikin kakak marah hiks.....hiks........!


"sakit kak ......sakit ........hiks.....!"


"ayah ibu tolong cahya........ayu tolong.........hiks........hiks.......!


Denis memengang tangan cahya dengan lembut , entah dia knpa semua berjalan sesuai rencanaya tapi knapa dia yangmalah sakit.


" maafkan aku cahya ......maaf !"

__ADS_1


..."untuk apa aku meminta maaf pada perempuan ini " banti denis...


Pagi hari tiba , cahya yang sudah bangun masih merasa berat akan yang di rasakan juga tubuhnya , akibat perbuatan denis yang begitu kasar padanya.


Untung saja hal berharga yang iya jaga belum di renggut oleh denis. karana dia pingsan tuhan masih berkehendak dan baik padanya.


" andai aja aku gak pingsan mungkin aku udah di mangsa habis" cibir cahya pelan.


" aku kangen sama ayu" seketika matanya mengingat kebersamaan mereka dulu.


"ayu aku kangen sama kamu" tetes bening jatuh di tangannya.


Tampa iya sadari denis tlah datang,


Cahya hanya mampu menunduk dan terdiam , takut ya!! dia takut akan ke ganasan dari denis.


"kau harus tau , aku sangat menderita saat ayahku mengirimku ke luar negri," kata denes mendekati dan memegang rambut belakangku dengan keras.


"dan ya....... aku juga kehilang dia. dia telah menikah dengan orang lain" denis semakin menguatkan cengkramanya.


" kak sa......kit......." cahya hanya mampu memejamkan matanya


" haaaaaaa , lebih sakit mana cahya ?"

__ADS_1


" aku di asingkan keluarga ku!" dia kembali menatapku dengan wayah marah yang tak mampu ku tatap.


" itu semua karna kau........kau" teriak denis membuat ku tersentak dan menatapnya , dengan tatapan benci.


" kau jangan coba menatapku seperti itu"jawab denis yang sudah mengeratkan tanganya di pipiku.


" ingat aku aturan hidupmu dan tujuaani utamamu" iya mengehempaskan aku higga tersungku terbentur di kayau tempat tidurku.


" teruslah menangis cahya , aku bahagia atas tangismu" denis keluar dengan tawa yang menggelega.


Aku ya ini aku , berusaha meyakinkan diriku padan benda yang berpantul di depanku. wajah yang lebam, rambut yang acak"kan , juga bagian tubuh lain yng ikut membiru.


" cahya ini hanya luka kecil " semangatnya dalam tangis .


" kau harus kuat " lanjutnya lagi


" cahya pasti bisa demi keluarga cahya" iya terseyum dan menghapus setiap air mata yang keluar , sungguh pedihnya hidupnya kedepan.


Cahya yang berada di kamar mandi memutuskan untuk membersihkan diri. dan melanjutkan kegiatanya untuk mwmbersihkan apartemen yang memang ia sendiri yang akan menjadi babu disini, sesuai perintah denis.


Cahya gadis yang cantik, dengan bentuk tubuh lumayan dan pas untuk ukuranya. ia begitu telaten mengerjakan pekerjaan rumah, di sela" mengerjakan perkerjaanya iya bersendadu ria .


Ia lanjutkan pekerjaanya untuk memasak makan yang akan iya santap hari ini , karna ia lupa untuk sarapan jadi dia hanya makan siang.

__ADS_1


Setelah semua terjadi pada hidupnya ia akan mantap menjalaninya dengan iklas dan tabah.


__ADS_2