
Waktu berlalu begitu cepat kini ayu sudah biasa dengan siksaan andre yang terus menyiksanya lahir batin. ayu tetap sabar jika dia tak kuat dia akan menangis hanya hal itu yang membuatnya lega. beberapa hari ini ayu sakit dan tak enak badan.
"ayu.........." teriak andre menggelar di seluruh ruangan.
" iya tuan " ayu sedikit belari walau dengan hentakan kaki yang sedikit tak seimbang karna rasa pusingnya.
" kau bisa kerja atau tidak j*lang?" andre mendekat dan menj*mbak rambut ayu , hinggal mendokak ke atas.
"maaf tuan , saya lali" jawab ayu , andre makin mengeratkan cengkeraman di rambut ayu. ayu yang sudah merasakan sakit hingga kesadaranya pun menghilang.
"ayu kau jangan ekting lagi, cepat bangun bodoh" kata andre namun ayu tak kunjung bangun , andre pun khawatir dan membawa ayu ke kamarnya, dan memanggil dokter pribadinya. setelah dokter datang dan memereksa keadaan ayu , dokter tersenyum.
" tuan tak perlu khawatir, nyonya hanya butuh istirahat agar kembali vit dan agar calon bayi kalian baik" saja" terang dokter pada andre , andre mengeratkan giginya seakan tak suka dengan apa yang di katakan dokter, kenapa ayu bisa hamil , dan ya dia melalukanya memang sering dan tampa pelindung, namun dia tak mungkin memiliki anak dari wanita yang iya benci, iya kan melampiaskan kemarahannya pada ayu jika sudah sadar nanti. tak lama ayu bangun dengan lemahnya . andre yang melihat itupun langsung menodorkan pertanyaan yang mencengangkan.
__ADS_1
" anak siapa itu j*lang?" teriak andre dengan menghampiri ayu .
"maksud tuan,,,, anak? anak siapa tuan? tanya ayu takut .
" anak yang kau kandung j*lang bodoh" teriakan nya kembali .
" aku hamil tuan?" tanya ayu memastikan semuanya tak mimpi.
" ya kau hamil dengan pria siapa?. atau kau diam" menjajakan tubuhmu dengan lelaki lain di luar sana ahhhh" andre mendekat dan menj*ambak kembali rambut ayu.
" kau berani melawanku , kau sudah berani menentang ku ahhhhh"
Plakkkkkkkkkk darah segar keluar dari bibir pucat ayu.
__ADS_1
" bunuh aku saja kak, aku tak pernah menyangka ada manusia sejahat dirimu , tapi tak apa jika kau tak menginginkannya baiklah aku akan membesarkannya sendiri tampa bantuanmu" jawab ayu jengah .
Andre begitu murkanya dan menyeret ayu keluar dari rumahnya, dan berkata pada pelayan.
"bik kemasi barang j*lang ini , karan aku tak mau dia ada disini lagi , dan usir dia dari sini cepat" triakan andre menggelar di ruang tamu.
"ya ampun no........" jeritan bibik setelah andre memerintahkannya
" tuan tidakah kasian pada non ayu jika tuan mengusirnya di malam hari begini? dia sedang mengandung anak tuan!" kata pelanya paruh baya itu menangis.
" diam kau bik laksanakan tugasmu sekarang juga , kau hanya pembantu disini tak perlu mengajarkan ku apa yang baik apa yang benar"bentaknya lagi.
" jika begitu saya akan ikut nona " jawab bibik segera melangkah menuju kamarnya dan ayu.
__ADS_1
"jika memang ini yang terbaik kak , aku akan terima , terima kasih atas titipan terindahnya di rahimku kak hiks ........ aku akan menjaga dan merawatnya dengan baik, semoga kakak selalu bahagia....... maafkan aku tak pernah membuat kakak bahagia , dan ya nak itu ayahmu jangan membencinya , dia hanya membenci mama hiks ......." tutur ayu dengan tangisnya , andre sebenarnya kasihan melihat ayu , namun dia selalu terbayang akan kebencianya.
" perduli apa aku dengan anak sialan itu" jawabnya dengan acuh .