
Denis memulai aksinya dengan lembut , ya baru kali ini cahya mendapatkan perlakuan lembut dari suaminya, dia tak menolak maupun memberontak lagi perlakuan suaminya sungguh lembut.
Sehingga tak terasa mereka melakunya sampai yang ketiga kalinya di dalam bthaup.hingga denis mencampai puncaknya dan melepaskan benihnya ke dalam rahim sang istri beberapa kali.
Denis tesenyum senang dan mengecup kini istrinya, iya pun berkata.
" aku akan melalukannya dengan lembut, asal kau mau menurut dengan ku ingat itu, dan terima kasih atas yang kau beri sekarang." denis meninggalkan cahya yang masih dengan kegiaatan mandinya.
" andai saja kau bisa seterusnya lembut denganku kak, tak mungkin aku bisa berpaling dari lelaki sesempurna dirimu kak" gumanya kecil.
Setelah selesai dengan ritual mandinya cahya. kembali ke dapur dan membawakan makan malam untuk sang suami. denis duduk di meja makan dan menyantap makanya. perlahan lahan iya menganyunkan tangan . seakan tau apa yang di artikan sang suami, cahya mendekat dan menanyakan apa yang membuat makan malam sang suami tergangu.
" kenapa kau memasak makan kampungan seperti ini" tanya denis kasar .
" maaf kak sisa yang ada di dapur tingal ini aja kak, gak ada salahnya kau cabak dulu kak" kata cahya lembut.
__ADS_1
Entah dorongan dari mana? denis memakan makanya. siapan pertama denis merasakan hal yang baru ia rasakan masakan yang nikmat dan enak mengalahkan masakan resto terkenal.
" kau apa nama masakanmu!? tanya denis lagi sambil mulutnya yang di penuhi makanan.
" ini kak namanya sayur lodeh dan tri sambal merah juah hati ampala saus gurih kak" cahya yang berdiri menunjukan makannya ke denis.
" emmm ini tak seburuk penampilanya juga orang yang membuatnya." senyum mengejek cahya.
Di tempat lain ayu yang berada di rumah yang mewah dan megah, hanya bisa menunduk dan menangis , acaman andre tak main" iya sudah menyekap orang tua ayu.
Ayu yang mendengar suara orang tuanya pun menjerit dan memohon agar ander mau melepaskan orang tuanya.
" baikalah jika kau mau menyakiti aku sialahkan tapi jangan sakiti orang tuaku aku mohon" pinta ayu memelas.
"maka jadilah budakku ayu ambarwati!" hela andre.
__ADS_1
" kau...... aku bersedia kau tenang ketika kau puas dengan apa yang kau lakukan,satu hal yang aku minta , kita tingal di satu rumah tampa ikatan aku takut menjadi ngunjingan orang!" ayu yang mengajukan pernyataanpun, ditatap dengan tajam oleh andre.
"berani juga kau meminta hal yang lebih, apa salahnya jika aku mengakuimu pembantu, toh kau hanya seorang budah haaaaaa" kata andre.
"baik lah kak, aku akan mengerjaakan semua hal dirumah ini." sambung ayu.
" dan ingat jangan pernah berharap aku akan memperlalukanmu dengan baik" kata andre.
Kini ayu ditinggalkan di dalam kamar, dan iya kembali berfikir hal apa yang kan iya mulai mengingat ini jam makan siang, ayu melakahkan kakinya menuju dapur untuk membuat makan siang.
tak terasa makan siang pun jadi , ayu menatanya dengan rapi , dan ya langkah kaki terdengar menuruni anak tangga .
" kau membuat makanan apa?" tanya dengan angkuh.
" ini kak aku buat makan yang biasa aku buat maaf jika rasanya tidak enak kak" timpal ayu.
__ADS_1
" jangan panggil aku kaka karna aku tak sudi dipanggil seperti itu, aku hanya majikanmu panggil aku tuan" jawabnya lagi.
"