
"ayu jangan nangis dong aku gak papa" kini cahya mencoba untuk kuat.
" cahya apanya gak papa , besok aku akan berencana untuk keluar kota cah kamu ikut ya?" ajak ayu yang menawarkan cahya ikut dengannya.
" ayu aku gak bisa aku masih harus bertahan dengan suamiku yu, karna kalok tidak ayah dan ibuku yang menjadi sasaranya" jawab cahya menyeka air matanya.
"cah sampai kapan cah? sampai kamu mati ahh? hiksss........hiks........"
"aku gak bisa yu hiks.......hikss...., aku janji sama kamu aku bakalan nyusul kamu setelah suamiku bosan denganku aku janji yu." benteng pertahanan cahya pun luntur dan pecah sudah air mata mereka.
Di sisi lain ada yang menguping pembicaraan mereka , siapa lagi kalok bukan denis dan andre. dengan mengepal tangan andre masuk di ikuti denis. denis seakan tau apa yang akan terjadi, namun andre mengontrol emosinya. dan masuk ke dalam ruangan.
"wah """""""" wah aku sedang tidak mencarimu ayu kenpa kau datang, padahal giliranmu menderita bukan sekarang loh" suara andre membuat mereka kaget dan ayu gemetar.
"emmmm ka.....k andre.....ken..pa ..bisa disini?" tanya ayu.
__ADS_1
Andre mendekat dan membisikan sesuatu kekuping ayu.
"pergilah sejauh mungkin ayu ambarwati, kau tak kan bisa" kata andre dengan tawa.
" hmssss cahya aku pulang dulu ya" ayu bergegas pergi dan meningalkan ruanga cahya , seakan tau apa yang di rasakan sahabatnya cahya mengangguk tanda setuju.
" den gue mau urus kuman satu lagi" tampa menunggu andre berlari mengejar ayu"
Diparkiran nampaknya belum ada satupun taksi yang datang, ayu menunggu harap"cemas akan ketadangan andre, namun tak di sangka sebuah tangan menyeretnya kedalam mobil.
"kak lepasin kak......tangan aku sakit......!" ya dia andre yang menyeret ayu dan menghempaskan tubuhnya ke dalam mobil.
"diam......" suara andre menggelegar.
Dan sampai lah di sebuah rumah besar dan megah, denis turun dan menyeret ayu kedalam sebuah kamar dan menghempaskan dirinya di kasur.
__ADS_1
" kak..... aku mau kerja kak...... aku mohon kak ayu harus kerja......" kata ayu penuh air mata.
"kau akan berkerja , kau tau pekerjaanmu ?" tanya andre.
"kau akan menjadi budakku haaaaaa, dan satu hal lagi kau tak kan pernah ku sentuh, karna aku jijik pada permpuan sepertimu, biar ku tebak kau tidak suci lagi kan?" walau kenyataanya denis tidak ingin menyentuhnya, namu iya akan menyentuh ayu pada saatnya nanti entah dia masih suci atau tidak.
"kak ayu gak kayak gitu, aku gak mungkin kerja disini ayu masih ada kerjaan di restorant kak" kini ayu mengimbangi perdebatan mereka.
"owh ayu apa kau meragukan kehbatanku?, aku akan mengurnya dan kau akan menjadi budakku haaaaa," tawa andre menggema.
Ayu yang di tinggalkan di kamar bak di kurung di sebuah ruangan , hanya bisa menangis sejadi" jadinya. kini hidupnya harus bergantung dari andre, sungguh miris bukan.
Di lain tempat ada cahya yang tergeletak di atas kasur rumah sakit, lemah iya dia lemah. namun apa daya iya hanya bisa tudur dan tak bisa melakukan kegiatan apapun mengingat kondisinya yang lemah.
" kau akan cukup senang bukan? beristirahat sampai 1minggu itu adalah kepuasaabmu kan?" tanya denis dengan bola mata tajam.
__ADS_1
" kak cahya mita maaf kalok cahya gak bisa menjalankan tugas cahya" sahut cahya lembut.
"aku akan pergi dan akan kembali jika kau sudah pulih dan ya siap untuk aku siksa?" denis keluar tampa menoleh.