
"gue tanya sama lo, kenapa lo berubah gini?" jengah andre.
"karna gue tau kebusukan dian, dia deketin gue cumak demi harta. dan gue udah salah nyakitin cahya yang begitu sabarnya sama gue." ucap denis meneteskan air mata mengingat perilakunya selama ini.
"gue baru kali ini liat lo nangis sesedih ini den!, apa gue juga salah udah ngelakuin hal itu sama ayu juga!" batin andre.
"tapi gue pisah sama sahabat gue karna merekan den!" kini andre kembali tersulut emosi.
"dre gue harap lo bisa melupakan dendam konyol ini!, gue juga berharap lo mau maafin gue karna gue lo nyimpen dendam berengsek ini" ujar denis dengan air mata.
"gue harap lo bisa mikirin semuanya dengan jernih. dan ya gue tau lo kehilangan jejak ayu!".
" darimana lo tau den?"
"jika lo udah berubah, dan bisa melupakan dendam konyol ini, lo dateng kerumah gue!"
" maksud lo, jadi ayu selama ini ada di rumah lo?" jengah andre kembali.
" iya, tapi gue bakal jagain dia dengan sekuat tenaga gue" ucap denis santai.
"maksud lo, lo larang gue buat bawa dia gitu?"andre kian emosi.
"gue cumak mau lo sadar, dan sebelum lo sadar gue gak bakal biarin lo siksa ayu, lo tau lo bakalan jadi ayah" unjar denis melepaskan genggaman tangan denis dari kerah bajunya.
__ADS_1
"apa maksud lo den gue bingun argkkkkkkkk" andre melempar semua barang yang ada di meja itu.
" jika lo berubah datang sendri ke rumah gue!" deis meninggal kan andrd yang nampak kacau.
Setelah kepergian denis, andre merogoh kantongnya dan mengeruakan hp. menghubungi seseorang di sana.
"kau awasi terus kediaman denis" bentaknya yang memang emosi.
"baik tuan" jawab seseorang di telepon.
Hari berganti begitu pun dengan bulan, kandungan ayu kini menginjak usia 4 bln. namun besar kandunganya melebihi usia 6 bulan, cahya pun sekarang tinggal memnantikan kelahiran anaknya yang tinggal beberapa hari lagi.
" ayu aku kira anak kamu kembar deh!" seru cahya.
" kamu gak tau andre punya om dan tante yang kembar" suara denis membuat mereka kaget.
kebiasaan dek ngagetin" ucap ayu dan cahya barengan.
" wihhh bumil kompak nih" seru denis.
" kak denis ini, klok aku jantungan gimana" ucap cahya.
"maaf sayang " denis menyakupkan tanganya.
__ADS_1
"ihhhh dasar bucin" kesal ayu.
"agrkkk..... kak..... kok perut aku mules agrkkkkk..... sakit...... kak!" teriak cahya.
"cahya kayaknya kamu mau lahiran" panik ayu.
"ini kan belum jadwalnya yu " pungkas denis
"kak ayo cepetan ka...... kita kerumah sakit sekarang" teriak ayu.
"agkhhhhh......... sakit ayu..... kak sakit....." keluh cahya.
" ya sayang bentar lagi kita bakalan nyampek" jawab denis khawatir.
15 menit berlalu mereka semua sudah sampai di rumah sakit. dokter langsung menangani cahya.
"wah pak ini istrinya udah mau lahiran pak, ini sudah bukaan 8 mungkin 10 menit lagi udah bisa melahirkan pak" ujar sang dokter.
"apa gak bisa di percepat dok? istri saya sudah kesakitan" ujar denis semakin panik melihat cahya kesakutan.
"ibu mending atur nafas biar sakitnya agak berkurang" ujar sang dokter kembali.
Cahya terus mengatur nafasnya benar kata dokter, sakitnya agak berkurang. dokter pu menuju ruangan cahya kembali.
__ADS_1
"oke baik buk, ini bayinya udah mau keluar, sekarang atur nafas kembali." ucap sang dokter.