Kuatkan Aku

Kuatkan Aku
Part 15


__ADS_3

Maaf ya teman" pembaca yang budiman. ini novel mungkin beda dengan novel yang lain karna gak ada part 10 , aku udah isi waktuni mungkin belum lolos seleksi dari pihak mangatoon. jadinya muter otak lagi buat ganti alurnyaπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™


" nak ayu dan nak cahya gak mau lama ihhhh disini" kata buk panti.


" ini kan udah lama buk heeeee...." kini ayu mulai mencairkan suasan yang sedih.


" yaudah buk cahya ma ayu pamit dulu takut nanti kena marah kak denis" cahya dan ayu mulai mencium punggung tangan buk panti.


" ayaudah hati" ya nak , ibuk sayang kalian"


" kak cahya ma kak ayu hati" ya , tiara sayang kalian" kini taiara mulai bersuara.


" ya sayang kami juga sayang kalian"


Cahya menaiki taksi yang sudah iya pesan tadik tapi di panti iya sudah berpisah dengan ayu karna ayu akan berkerja , ia membayangkan betapa bahagianya bisa berkerja kembali .

__ADS_1


Sebelumnya cahya sudah memberitau untuk ke sebuah supermarket untuk membeli beberapa bahan makanan. yah sekarang ia hanya tergantung dari uang yang di berikan oleh suaminya .


Walau terkadang iyng ingin berkerja saja , namu takut untuk mengatakannya, jadilah cahya hanya diam, jika pun ia berkata pasti tak akan di setujui oleh sang suami.


Tampa ia sadari taksi sudah sampai di depan supremarket cahya langsung keluar tak lupa menyuruh sang supir menunggunya. ia memulai jiwa kewanitaanya memilih beberapa bahan makanan yang akan di olah oleh cahya.


Dirasa sudah lengkap cahya membayar semua bahan makanan dengan kartu tampa batas yang di berikan oleh suaminya. cahya hanya membeli bahan makanan saja dan tidak membeli apapun kebutuhanya karna dia merasa tak berhak atas hal itu.


" hem pak maaf ya sudah nunggu lama" ungkap cahya pada pak supir.


" emang kenapa pak , pasti sepi orderan ya pak, sabar pak musim kayak gini soalnya gak ada yang order , sabar pak" tanya cahya menguatkan pak supir.


"ia ini karna si bang sama mbak corona mbak , heeeeeee" tawa si pang supir.


"haaaaaa ada" aja sih bapak mah " cahya yang tertawa terbahak".

__ADS_1


Sesampainya cahya di aprtemen jam sudah menunjukan pukul 5 sore , cahya buru" menekan tombol lift , dengan tangan yang di penuhi barang belanjaan akhirnya dia sampai juga di depan pintu apartemen.


Ia sedikit lega karana suaminya tidak ada nampak batang hidungnya. namun betapa kagetnya suaminya muncul dari atas tangga.


"hy miskin dari mana saja kau ahhhhh" langkahnya semakin mendekat membuat cahya gemetar.


" em..... itu ...kak cahya dari panti dan supermarket" jawab cahya menunduk.


" kau hanya memintak ijin ke supermarket kenpa kau bohong ahhhhhhh" bentak denis yang sudah mengambil alih rambut cahya dan............


plakkkkkkkkkkkk


"maaf kak tadik cahya cumak ingin bertumu anak" panti kak hiks........hiks.....!" ya pertahanan cahaya runtuh dan menangis lah sudah.


"sekali lagi kau bohong kau tau akibatnya ingat itu cahya" tegas dan lantang.

__ADS_1


"owhhhh tuhan sanggupkan aku menghadapi derita ini, sungguh sakit rasa yang kau berikan, maaf jika nanti aku akan menyerah kak denis."batin cahya


__ADS_2