
Wanita mana tak sakit hati, cahya memakan makanya dengan isak tangsi yang pelan , dia tak percaya hidunya akan sekejam ini. dari kejauhan andre melihat cahya dan menghampirinya.
" cahya kok disini makanya, kamu gak papa kan makanan kamu aku habisi jadi kamu cumak makan tempe dan telur." kata andre kini , memang andre punya sedikit dendam pada cahya namu melihat kondisi cahya yang meperhatinkan sungguh membuatnya tersentuh.
"gak papa kak cahya sukanya makan ini aja heeee" tawa cahya kini.
" cahya kamu kenapa lebam begitu, dan lututmu kenapa di perban?" tanya andre kembali.
" ini cahya jatuh dan gak sengaja luka di lutut cahya." kilah cahya bohong karna memang gak mau andre tau yang sebenarnya.
"aku tau ini bukan luka karna jatuh, kasian kamu cahya ahhhhhh aku benci kamu dan ayu. tapi benci ku kan ku balas pada ayu karna cukup puas dan perihatin kalau aku juga membalasnya padamu."
" aku **a**kan membuat ayu juga sama sepertimu , namun patang padaku untuk menyakiti secara fisik aku lebih suka menyakiti secara batin" batin andre melayang" di udara.
" kak andre"""" kak baik" aja kan?" tanya cahya mampu memecahkan lamunan andre.
" kak aku mohon , jangan sakiti ayu ya kak" pinta cahya kini.
" kakak tidak janji , karna dendam kakak lebih besar padanya dari pada mu cah" sahut denis bangkit meninggalkan cahya.
__ADS_1
Tampa di sadari denis melihat semua kejadian itu dan mengamatinya dengan jelas. marah tentu dia marah karna cahya berani berbicara dengan andre,
emmmmmmmm.........
" kak ada apa kak kok mengajak cahya kesini?"
" kau akan tau nati" senyum menyeramkan datang dari bibir sexy denis.
" kak cahya takut di ruangan ini , ini kan gudang kak, cahya mohon keluarin cahay"
Denis melepas ikat pinggangnya dan....
" ampun kak sakit....... hikssss , bunuh saja aku kak" tagis cahya mengila .
" tak semudah itu,,,, kau yang membuat aku menderita" kini denis semakin berutal.
"siapa yang menyuruhmu untuk mengobrol dengan andre ahhhhh?"
" kak.. aku...hanya...memohon....agar ayu......" kesadaran cahya sudah melemah dan memudar. dia pingsan da tak berdaya.
__ADS_1
" kau tidur disini malam ini , ini hukumamu gadis bodoh" denis meninggalkan cahya dengan mengenaskan.
Cahya menggereyapakan matanya sakit, itu yang iya rasakan , untung di setiap ruangan dan di sudutnya berisi pt3k. cahay bangun dan mengambil beberapa obat untuk luka cambukan kemarin.
"ahhhhh sakit.....hiks......hiks....." menangis sekecang"nya cahya di dalam gudang. kesadranya mulai memudar dan pingsanlah dia kembali.
Keesokan harinya andre terbangun begitu pun dengan denis setelah kegiatan semalam yang lumyan melelahkan bagi denis dan andre .
" den pesen makana sono gue ama alma mau makan ni" kata andre mengedor pintu kamar denis.
" sayang ada andre kayaknya lapar juga sama kayak aku, apa pembantu kamu bosan kerja ya, gak ada makan sepagi ini, ini udah jam 11 pagi loh" kata wanita yang berada di sampi denis.
Memang wanita yang sukanya bermalas"san jadi dia gak tau mana jam pagi dan mana jam siang, hihhhhhhh denis buta kalik ya gak bisa bedain cwek baik sama rongsokan.
" dasar permpuan itu bikin tensi naik aja pagi" denis turun dan membuka pintu kamarnya.
" apa wanita itu tidak memasak ahhhh?" tanya denis pada andre.
" mana gue tau orang, dari gue bangun gak keliatan hidung belangnya si cahya" andre kembali dengan wajah dengusnya.
__ADS_1
" yaudah lo mandi gue juga. 30 menit lagi udah dateng makan kita urus dahhhh wanita pemalas itu " jawab denis kembali