Kuatkan Aku

Kuatkan Aku
Part 27


__ADS_3

"kak aku ingin bicara , aku harap kaka sudah tenang" kata cahya.


" bicara lah " kata denis kembali.


" kak aku rasa kakak sekarang sudah puaskan menyiksaku? sekarang yang aku mau bebas dari kakak! aku mau kaka lepaskan aku dan juga anakku, aku gak masalah kaka tidak mengakui anak kita, satu hal yang kakak tau aku akan membesarkanya dengan cintaku dan kasih sayangku. dan satu hal lagi kak aku sayang dan cinta padamu dengan iklas. aku gak tau sejak kapan aku menyukaimu kak. semoga setelah ini kaka bisa berubah. jaga kesehatan kak dan selalau bahagia kak, aku sayang kak dan ya adek juga sayang kaka ya kan dek?" kata ayu pada perutnya yang masih datar.


" mama papa aku harap mama juga papa tidak membenci kak denis. karana ini semua karna kesalahku juga kak denis begini, aku sudah memaafkan kak denis ma pa! mama papa aku sekarang sudah menyerah aku takut kak denis juga menyakiti anakku, aku menyerah karna ada nyawa yang perlu aku jaga aku harap mama dan papa memkluminya." ucap cahya tak sanggup menahan air matanya tumpah begitu saja.


"nak kamu tingal dengan kami saja ya" kata mama memeluk cahya.


" tidak ma cahaya gak mau ngerepotin mama juga papa, lagian cahaya setelah merahirkan bukan menantu papa dan mama lagi, nantik kalau cahay udah pindah cahya kasik tau alamatnya sama mama juga papa" ungkap cahya kembali


" cahya kau tetaplah mantu kami, jika itu maumu kami akan menuruti semuanya , tolong jaga cucu kami nak cahya" kata papa kembali.

__ADS_1


" cahya janji pada kalian." ucap cahaya yang berlalu menuju kamarnya mengambil pakaian yang iya bawa ketika pertama kali kerumah denis.


"cahaya pamit , semoga kakak denis selalu bahagia , kak bolehkah aku memintak sesuatu jika pun kaka mau menurutinya untuk yang terakhir kalinya." kata cahya berderai air mata.


" cepat katakan aku tak punya banyak waktu meladeni dramamu" tak perduli akan apa yang di ucapka cahya dan iya enggan menoleh cahya.


" tolong elus sembentar perut cahay, karan dia taka kan mendapatkan sentuhan dari ayahnya kelak, jadi aku mohon kak" cahya menangia tersedu".


Denis mendekat dan mengelus" perut cahya yang masih rata , ada gejolak yang ane saat dirinya menyentuh perut cahya. ada rasa tenang dan yaman.


" makasih ya kak, aku permisi dulu semoga kalian selalu bagaia" cahya menyeka air matanya.


"tunggu......nak tunggu....." kini mama mendekat kepada cahya.

__ADS_1


" nak ini ada sedikit uang untukmu memulai hidup baru bersama cucu kami, kamu jangan menolak kami yang memberinya dan bukan anak monster itu" jawab mama


" makasih ya ma , akau sayang kalian. selamat tingagl " cahya memeluk sang mama mertua . dan memberikan ucapan selamat tinggal.


Pukul 10 malam cahya masih berada di dalam perjalanan iyang berencana memulai kehidupanya di luar kota. 2 jam sudah dia sudah sampai di luar kota. dia mencari kontrakan di bantu supir taxsi online yang iya pesan tadik.


" nak ini kontrakanya , dan perbulanya harus di bayar ya nak perbulanya 800rb sudah termasuk uang listrik dan air nak" kata pemilik kost.


" baiklah bu , terimaksih bayak atas bantuanya dan ini uang kost pertamanya." ayu menyerahkan uangnya .


" bu boleh cahya nanya?"


" sialhkan nak?" kata ibu kost.

__ADS_1


" kalok disini boleh jualan gak bu?"


__ADS_2