
" ya aku mencintaimu cahya, sungguh aku sudah salah membenci orang aku minta maaf cahya, semuanya karena kebodohan ku yang menganggap bahwa dian adalah korban. aku berjanji padamu ini adalah air mata sakit terakhir dari ku untukmu." kata denis sembari air mata mengalir.
"kumohon cahya maaf kan aku, aku mencintaimu sungguh sangat......! " suara memelas denis.
" kak bangun gak baik mas bersimpuh di kakiku, mas cahya sudah memaafkan kak sejak dulu. karana cahya sudah jatuh hati saat pertama bertemu dengan mu kak" ucap cahya berderai air mata.
"sayang kita mulai dari awal ya!?" kata denis sambil memeluk cahya.
" iya kak aku mau " senyum cahya kembali mengembang.
Kini mereka sudah saling memaafkan dan denis melanjutakan kemudinya menuju rumah, namu saat di jalan mereka terhenti karna cahya meregek meminta sesuatu.
" kak aku mohon behentilah, aku ingin memakannya boleh ya" tanya cahya memelas.
" tapi sayang itu kan gak sehat, jajan pingir jalan kita beli di restoran saja ya," bujuk denis kembali.
"gak mau pokoknya mau itu, kalok gak aku gak bakal mau maafin kamu kak" kini cahya mengambek bak anak kecil.
__ADS_1
" ya tuhan dia gambek lagi, aduhhhh aku belikan saja ya dia emosinya naik turun susah klok begini" batin denis.
" ya udah sayang kita makan disana ya" kata denis lembut.
" yang bener kak?
di iringi anggukan oleh denis.
Belum apa cahya sudah keluar meninggalkan denis di mobil. denis pun mengejar langkah sang istri. betapa terkejutnya denis melihat porsi makan sang istri yang makin hari makin naik.
"sayang kau yakin membeli semua makanan ini?" denis berusaha menghentikan kegilaan istrinya.
"bukan sayang aku siap bahkan memberikan warung ini juga siap untukmu! cumak nantik dedeknya kekenyangan lagi sayang"kata denis lembut takut membuat istrinya itu marah.
" ini semua dia yang meminta jadi jangan perotes oky" kata cahya kembali.
Setelah membeli semua denis duduk bersama cahya dan cahya pun menikmati semua makanan yang ada, sesekali cahya menyuapi sang suami.
__ADS_1
" ini enak kan sayang? "
" iya sayang ini enak! "
" bener kan yang aku bilang kak gak semua makan di pingir jalan gak sehat, bahkan makanan ini lebih nikmat dari yang ada di restoran terkenal" tegas cahya kembali.
"iya sayang kau memang benar" kata denis menimbrungi kata sang istri.
Setelah selesai makan denis dan cahya kembali keruamah. dan cahya memulai kegiatan mandinya. setelah cahya mandi kini giliran denis yang mandi.
Semenyak kehamilan cahya dan kembalinya cahya kerumah denis mulai menyewa asisten rumah tangga, untuk masak dan memberikan rumah.
Cahya yang kelelahan dan merasa kenyang mengmutuskan untuk tidur. denis yang melihat cahya tertidur ikut berbaring dan mengelus" perut cahya dan berkata.
" nak jangan membuat mama susah ya, dan juga jangan buat mama sakit, papa janji akan selalu ada buat kamu nak" ucap denis sambil menangis, tampa di sadari sang bayi merespon hal itu.
" wah kau begitu aktif ya nak" senyum denis kembali mengelus" perut cahya.
__ADS_1
Kini waktu makan malam pun tiba, cahya sudah ada di ruang makan bersama dengan sang suami. setelah selesai makan cahya pun memutuskan untuk ke ruang keluarga.