Kuatkan Aku

Kuatkan Aku
Part 2


__ADS_3

" sampai kapan sih kita terus di injak" gini cah" tanya ayu aku helakan napasku


" ya sampai kita tamat sekolah"


" aku gak suka cara mereka mentang mereka yang punya sekolah ini."


" sabar aja yu , toh tingal 2 thn lagi "


" ya aku bakal coba sabar yu kayak km"


ternyata denis telah mendengar percakapan kami , dan dia tau semua keluahan kami hingga suarnya bergema.


" kosongkan tempat ini"


" tapi tuan muda ini perpus tidak bisa di kosongkan karna bayak murid yang ingin belajar" kata guru yang menjaga


" aku tidak peduli , aku kasih waktu 1 menit untuk mencari buku kalian , silahkan!!!!"


" dan kau gadis cupu ,! kau tinggal disini!"


" andre bawa teman cupu yang satu pergi cepat"""""""""!"


" baiklah sobat" ayu megenggam tanganku soalah berkata maaf kerna harus meninggalkannya , aku mengangguk seolah berkata"aku gak papa"

__ADS_1


Semua sudah keluar dari perpus haya tertinggal aku dan denis , denis menatapku dari atas sampai bawah , dan terus mendekat hingga aku terpentur di rak buku.


" kau berani sekali menghinaku dengan mulut kotormu , cuihhhhh " kata denis meludah di sampingku


" maaf ka aku gak bermaksud kayak gitu, hanya aku merasa bosan dengan sifat kaka yang membuli kami." jawab aku ngenetar


" kau sudah bosan dengan beasiswamu?"


" maaf kak aku gak bermaksud kayak gitu , aku mohon jangan cabut kak!"


" kau memang lucu cahyani, kau harus berlutut agar beasiswamu dan temanmutak ku cabut!" aku dengan terpaksa berlutut karna aku takut ayu kena dampaknya.


Tampa aku duga denis mengangkat rahangku dan menciumku, ciuman ini adalah hal yang pertama bagiku. aku bangun dan melangkah kedepan


" apa kakak fikir aku orang miskin moral?" aku bertanya dengan air mata.


" aku memang miskin dab berngantung pada ayah anda untuk menyekolahkan saya disini , apa pantas kakak melakukan hal yang tak senonoh begini?"


"alah jangan sok munak dehhhh loh, loh maukan gue yag cium pertama , biar loh bisa sekolah geratis dan gak perlu susah"belajar" jawab denis enteng


" memang susah ngomong sama orang gak bertata krama kayak kakak"


aku berlari dari perpus , bayak mata yang memperhatikanku, termasuk dian aku menangis dan di saaf yang bersamaan aku bertemu dengan ayu,

__ADS_1


"kamu kenapa cahya?"ayu khawatir ter hadapku yang menangis tersedu".


" yu aku gak sanggup kayak kita harus lapor sama kepala sekolah" jawab ku sembari menangis.


" ya udah cah kita pergi sekarang" ajak ayu sembari menenangkanku


Aku dan ayu berjalan menyusuri koridor kelas semua mata memperhatikan aku dan ayu , bak kami berjalan di kebun binatang sewaktu" kami bisa di terkram oleh hewan liar yang ada disana.


Tak butuh waktu yang lama kami sampai di ruwang guru, para guru menghampiri kami dan bertanya , mengapa aku dan ayu kesana. dengan keadaan aku masih menangis, aku menjelaskan semua yang terjadi.


" cahya ,ayu kalian kenapa?" tanya buk luri dan beberapa guru lainya.


"ibuk cahya sama ayu udah gak kuat buk hiks.....hiks.....!" suara tangisku mulai memecah.


" cahya dan ayu bisa jelaskan secara perlahan" ya nak!" kini suara buk nani yang lembut mulai memelukku.


Kami bersama menuju ruang kepala sekolah, aku di dampingi oleh ibuk guru yang baik. ibuk lili dan buk nani menuntunku kesana sedangkan ayu mengekori ku.


"kenapa kalian semua ingin menemuiku?" tanya pak wiliya , yah dia lah kepala sekolahku.


"pak saya sedikit keberatan dengan kelakuan anak bapak dan pcrnya,!" jawab ibuk nani


" maksud ibuk apa,? apa lagi yang di lakukan dian dan denis?" jawabnya sambil memengang kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2