
Badan terasa lelah cahya memilih merebahkan tubuhnya di kasur , tampa iya sadari dirinya sudah terlelap di alam mimpi.
kri......kri......kri........( anggap bunyi ponsel)
Cahya tersadar dan mengambil ponselnya dengan mata yang masih kantuk.
" halo iya ini cahya , ahhhhhh ibu kirain siapa , gimana kabarnya bu ?" tanya cahya kembali.
" nak ibu gagal menjadi seorang ibu, ibu sudah tau semunya dari orang tua denis ibu menyesal memaksamu menikah dengannya nak, ibu menyesal hiks......hiks...." ya yang menelpon itu orang tua cahay.
" udah bu gak usah nangis, sekarang cahya udah bahagia kok bu apalagi bakalan ada cucu ibu heee , gak usah merasa menyesal ya bu dalam hal ini aku yang salah " kata cahya kembali.
" yaudah ini udah malam cahya tau pasti ibu capek urusin ayah kan , inget bu cahya baik" aja cahya sayang kalian , nanti cahya kasik tau alamt cahya ya buk" ucap cahya mengkhiri panggilan telponya.
__ADS_1
Memang setelah keluar dari penjara akibat tuduhan denis , ayah cahya sakit" dan kada kondisinya membaik kadang gak. tapi denis selalu membantu perekonomian keluarga cahya, satu alasanya karana agar bebas menganiyaya cahya
Di lain sisi denis sedang berkutat dengan kesibukanya, di kantor dia sekaakan lupa dengan masalahnya. namu entah kenapa ia merasakan rindu pada cahya.
"ahhh kenapa perasaanku ini, aku tak tau apa yang aku rasakan seharunya aku ini bahagia karana sudah bisa membalas dendam padanya"
piyangggggggggggg......(anggap suara gelas pecah dong).
" kenpa mimpi tentang anak kecil dan bayi munggil selalu datang di mimpuku ini kenpa????."
Semenjak berpisah dari cahya. dia tidak bisa tidur tenang rasa bersalahnya dan juga rasa dendamnya bercampur aduk, setiap malam iya selalu bermimpi tentang anak kecil dan tangis bayi yang mendominasi mimpinya.
Kini ia berniat akan mencari tau tentang keberadaan sang istri karna proses persidangan blm selesai , maka dari itu denis dan cahya belum resmi berpisah.
__ADS_1
Hal gampang bagi denis menemukan infor masi dari cahya , dan karana nomor cahaya masih nomor yang dulu jadi dia dengan mudah menemukan keberadaan cahya , lewat lacak nomor satu tekan saja sudah ketemu.
"baiklah akan ku lihat keadaanmu sekarang! apa kau bahagia disana?" mungkin aku akan menyusulmu 2 bulan lagi. tapi tenang aku akan mengirimkan anak buah ku untuk mengetahui gerak gerikmu." kata denis sembari tersenyum.
Tak terasa cahay sudah 2 bulan menjalani hari"nya di rumah kost, dan ya usaha cahya makin hari makin pesat kadang ia tak bisa berkeliling karana ada pesanan nasi kotak. jikala tak ada yang memesan nasi kotak cahya akan berkeliling dengan kondisi perut yang membesar , kira" kandunganya sekarang sudah memasuki 3 bulan.
Di semester yang sudah berlalu cahya tak banyak mengeluh dengan kondisinya, karna si jabang bayi pun mengerti kondisi ibunya yang harus banting tulang sedirian.
Hanya saja ia kerap kali merasakan rindu yang amat dalam untuk sang suami, sesekali air matanya menetes mengigat sang suami yang tak perduli akan kehamilanya , dan tak pernah mencari keberadaanya.
" ushhhhhhh gak papa nak , ayah sayang sama kamu bunda yakin itu. hanya saja ayah masih sibuk, kamu lihat kan ini foto ayah" ungkapnya menyeka air mata mengarahkan foto pernikahannya dengan denis ke dalam perutnya.
" kita pasti bisa nak, sekarang kamu mau tidur sama ayah ya , ayo kita tidur sama ayah" katanya kembali memeluk foto sang suami.
__ADS_1
"kak hanya dengan ini aku bisa meluapkan rasa rinduku, dah ya asal kamu tau anak kita tumbuh dengan aktif didalam sana, dia sangat rindu padamuu mas. aku harap kau tak melupakanya dan bahagia lah kau di sana" batin cahaya.