
Sarapanpun sudah terhidang kini mereka makan dengan lahapa. saat sudah selesai makan alma dan indi pamit pualng pada denis dan andre karna ada jadwal pemotretan.
"saya kami pergi duku ya" kata indi pada denis.
"ehmmmm aku juga sayang" kini giliran alma yang bergelayut manja.
" hmsssss " jawban denis dan andre bersamaan, dan mengeluarkan cek kosong.
" makasih sayang " kata indi dan amel barengan.
Denis pun melangkahkan kakinya menuju gudang, matanya membelalak dan terkejut melihat cahya yang tergeletak tak sadarkan diri , dengan kondisi darah yang mengering di bagian kena cambuakn.
Denis segera menggendong cahya menuju kamarnya , dan hal itu membuat andre menyusulnya.
"den apa yang lo lakuin sama cahya kalok dia mati bagai mana?" andre mualai panak.
" tenang dia masih nafas kok, sekarang buruan panggi dokter laila kesini buat gantiin dia baju dan obatnya juga!" perintah denis.
__ADS_1
Tak lama dokterpun datang , dia mengeleng di saat melihat kondisi badan cahya, dokter perlahan"lahan membuka baju cahya , bayak bekas darah disana.
Setelah selesai dia kekuar ruangan dengan muak yang mengkawatirkan.
" gimana keadaanya dok? " tanya andre .
" begini pak, pasien sangat tertekan dan juga bayak luka yang sangat sensitif untuk itu harus segera di larikan ke rs pak , agar dapat penanganan yang lebih baik" kata dokter laila dengan khawatir.
" apa gak bisa di rawat disini dok" sambung denis.
" maaf pak karna luka yang terlalau banyak dan juga ada pendarahan di hidung , kemungkinan untuk rawat jalan saya gak bisa jami pak" jawab laila lebih menekankan lagi.
Dokter laila pun membawa cahya kerumah sakit, dan di lakukannya perawatan intinsif mengigat kondisi cahya yang memperihatinkan.
Setelah kurang lebih 3 jam cahya mulai membukak matanya secara perlahan. dia nampak asing dengan kondisi ruangan yang putih bersih dengan dekor biru di setiap jendelan, anehnya lagi dengan beberapa alat kesehatan yang menempel di tubuhnya.
Terakhir ida ingat , dia di siksa denis sampai pingsan dan di kurung di gudang , dan.... ya kenapa dia disini , apakah denis yang membawanya atau di sedang permimpi ada yang menyelamatkanya dari keganasan denis.
__ADS_1
tampa dia sadari seseorang masuk ke dalam ruangannya dan berkata.
"ehhhh mbak cahya sudah sadar" cahya menoleh kearah suara itu.
" apa saya mimpi, kenapa saya bisa disini" tanya cahya.
"emmm mbak cahya pingsan dan saya di suruh tuan denis untuk membawa mbak ke sini, dan semua sudah di urus oleh pak toni"
"memang dia tak akan pernah perduli akan aku, sabar cahya kamu pasti kuat. aku akan menelpon ayu untuk segera pindah dan tak mendapat sedikitpun siksaan sekejam ini." batin cahya.
"dokter terimakasih atas bantuanya , ehmmm luka ini kapan sembuh dok?" cahya kembali membukak suara.
"mungkin 1 minggu akan sembuh mengingat lukamu tudak ringan, berarti saya 1 minggu harus di rumah sakit dok?"
"kemungkinan begitu cahya" dokter tersenyum dan mengusap tangan cahya.
" terimakasih dok" senyum merekah dari cahya.
__ADS_1
Setelah dokter pergi cahya menelpon ayu, dan menyuruhnya ke rumah sakit.ayu yang menerima telpon dari cahya bergegas kerumah sakit. dengan perasaan khawatir ayu pergi kerumah sakit.
"cahya kamu kenpa , ya ampun cahya hiks........hiks....... kenapa tega sekali dia hiks.........." tangis ayu pecah.