
Hari" bergati begitupun dengan bulan , kini usia kandungan cahya memasuki bulan kelima, kadang kala ia merasa bahagia amat bahagia, karna mertuanya sangat perhatian yang mertuanya selalu rutin menjenguk cahya di kostnya . mertua cahya selalu membujuk cahya untuk membelikan rumah saja di sekitar sini untuk cahya. namu cahya selalu menoklnya . alasanya ya karna udah yaman di kost ini.
Cahya yang kini terus melakukan hobinya memasak dan bekeliling menjajakan makananya, cahya semakin kesini semakin ramai orderan dan pesanan nasi kadang iya kewalahan , makanya dia sebelumnya bisa membawa dan menjajakan makanya lebih dari 100 bungkus nasi , kini hanya menjajakan 100 bungkus saja mengingat keadaanya semakin hari semakin meleahkan kalok terlalu capek dia kasian akan anaknya.
"uhhhhh lumayan juga jualan hari ini, uhhh besok harus buat nasi lagi buat acaranya buk iyem" kata cahya yang duduk di kursi taman.
" gak apa yang dek kita agak capek, kan buat adek lahiran juga" katanya lagi sambil mengelus perutnya.
"maafin bunda ya adek , karna sama bunda kamu harus susah kayak gini sebelum kamu lahir, andai aja kamu sama ayah kamu , kamu gak bakal susah dek" katanya lagi menyekah air matanya.
" gak apapa dek kita pasti bisa, lagian nantik ayah bakal ketemu sama kamu beliin adek mainan yang banyak, adek harus inget ayah selalu ada untuk kita ya , selalu bersama dengan kita," katanya lagi semakin mengelus perutnya.
__ADS_1
Mata cahya tertuju pada dagang es krim , cilok dan sate, dia sudah ileran ingin mencoba makan semuanya.
" uhhh adek pingin makan semuanya ya? yaudah bunda beliin ya !" cahya pergi menghampiri penjual makanan tersebut.
Semua itu tak luput dari pandangan seseorang, dan orang itu merasakan nyeri di dadanya mendengar percakapan perempuan yang tengah berbadan dua.
"ternyata dia begitu menderita , apa kah aku salah dengan pedbuatanku selama ini, tapi dia pantas mendapatkannya, dia adalah pengahncur hidupku. ahhhhhhhhhh kenapa dengan perasaanku ini" batin denis .
" wah neng makanya banyak juga ya " kata penjual itu.
"heeee makanya berdua bu" kata cahya dengan tertawa kecil.
__ADS_1
" si kecil aktif ya bun" jawab pedagang cilok.
" syukurlah pak , jadi bahagia gitu pak kalok lagi pengin langsung beli aja pak, untung dia gak mitak aneh" pak jadinya bisa aku cukupi kemauanya biar dia gak ileran pak haaaaaa? tawa semuanya pecah menddngarkan tutur cahya.
" emang bapaknya kemana neng? , wong istri ngidam harus di jagain 24 jam neng. ini kok di tinggal sih!?" si penjual es krim pun membuka suara.
" gini ibuk bapak ayahnya sedang kerja , jadi dia gak bisa kesini teminin aku dan adek" kata cahya mengelus perutnya.
"wah beruntung banget ya neng, punya istri udah cantik baik mandiri lagi, andai bapak masih muda bapak tunggu dahh jandanya neng!" seru pedangan cilok sambil tertwa.
"yaelahhhhh kau itu mang bisa saja , wong orang hamil di doakan biar langgeng pernikahanya ini malah doain nengnya janda!" seru ibu penjual sate.
__ADS_1
"andai saja kalian tau bahwa aku sudah di usir semenjak aku hamil dan anakku tak di akui. ehhhhh tapi aku tau bahwa kak denis gak bakal nyia"in kamu dek pasti dia sayang sama kamu dan juga bunda, walau rasa bencinya masih ada , semoga dengan kepergian bunda ayahmu sadar nak" batin cahya.