Kuatkan Aku

Kuatkan Aku
Part 14


__ADS_3

Aku dan ayu memeluk ibu panti , dengan rasa haru, ibu panti memandang cahya dan menatapnya dengan lekat, kini pandangannya bergati pada ayu. sekaan tau apa yang akan di pertanyakan cahya mengajak mereka untuk menjauh dari anak".


" nak cahya , ibuk gak bermaksud lancang nak!" kata buk panti menekaankan kata agar cahya tak tersinggu.


" nak cahya sudah ibuk anggap seperti anak,


sendiri jadi ibuk ingin nak cahya ceritakan semuanya." kata buk panti lagi.


Setelah mendengarkan apa yang di sampaikan ibu panti, cahya menangis sesegukan selain keluarga ibu panti lah tempatnya mengeluh kesah.


" ibu hiks...... cahya hancur bu...hiks....."


" nak cahya minum dulu ya , setelah tenang cahya lanjutin lagi ya" ibu panti menyodorkan gelas berisi air putih.


Cahya yang sudah meminum air putih itu dengan tenanng dia menghela nafas.


" jadi gini bu, cahya sudah menikah bu, dan cahya menikah dengan kakak kelas cahya." unjar cahya dengan mata yang memanas.

__ADS_1


" bagus nak , kamu jadi saling kenal sama dia , dia kan kakak kelas kamu?, trus masalahnya dimana nak?" sahut ibu panti.


" cahya menikah dengan orang yang membenci kamu bu, bahkan dia tega menuduh ayah cahya mencururi uang perusahaan miliknya, itu semua agar cahya mau menikah dan menjadi bahan siksanya bu" jawab ayu panjang lebar.


" yaampunnnn nak cahya , kenapa kamu gak cerita?"


"cahya gak tau harus gimana bu hiks... cahya udah gak ada pilihan lain bu hiks........ cahya menikah karna takut ayah dan ibu cahya mendekam di penjara....... cahya hanya jadi istri untuk di siksa bu...... hiks.......hiks......!" cahya kembali terisak.


"nak kamu kenapa memear" begini?" ya ibu panti mencoba meneneangkan cahya dengan mengoleskan minyak kayu putih di dada .karna tadik cahya sempat ingin jatuh dengan sigap ibu panti yang mengandengnya.


" nak ayu dan nak cahya, tuhan memberikan cobaan dengan mengirim nak cahya seorang suami yang kejam, agar nak sang suami berubah." menghela nafanya dengan berat.


"jadi jangan terlalu larut dalam kesedihan anggap ini anugrah , nak cahya ibuk percaya nak cahya kuat " buk panti kembali memegang tangan cahya.


"nak cahya janji ya , selalu kuat dan menjadi istri yang baik, karna surgamu sekarang suamimu nak!" Kata bu panti lembut .


" cahya akan selalu menjadi istri yang baik, tapi bu ...." ujar cahya memngantung di udara.

__ADS_1


" tapi apa nak?" tanya ibu panti dengan halus.


"cahya takut sahabat dari kak denis bakal bals dendam sama ayu buk.!"


" makanya cahya mintak ayu supanya pergi kota ini....hiks...." tutur ayu berurai air mata.


" nak ayu apa nak ayu mau pindah ke luar kota,? jika menurut ibu sebaiknya nak ayu pindah saja !" kini buk panti mulai memegang tangan ayu.


" ayu bakaln pindah buk , mungkin 2 minggu lagi" jawba ayu yang menyeka air matanya .


" bu kami berterimakasih sama ibu , karna telah mau mendengarkan kelu kesah kami." ayu menatap bu panti dengan sedu.


" nak ayu dan nak cahya ibu sudah menganggap kalian seperti anak ibu sendri."


Mendengar kata dari ibuk panti ayu dan cahya berhamburan memeluk bu pantu. mereka sangat bersyukur adanya buk panti yng seperti ibu mereka sendiri.


Kini cahya dan ayu ijin pulang, karna takut kena amukan dari suami cahya. ia pun bergegas ijin pulang.

__ADS_1


__ADS_2