
"baik lah kau akan aman tinggal disini ayu, aku yang akan menjaminya" ucap denis
"terimakasih kak" ucap ayu
"sayang kau antarlah ayu kekamarnya, dan ya mulai besok aku akan mempekerjakan pengawal untuk menjaga kalian" tutur denis kembali.
" baik lah kak, dan makasih sudah mau menerima ayu" kata cahya.
" itu sudah menjadi tugasku sayang, tenang ya sayang kamu harus perhatikan juga kesehatan kamu ya" kecup denis di kepala cahya.
Kini ayu sudah berada di dalam kamarnya, sesekali dia juga melihat raut kebahagiaan dari sang sahabat. sekilas ayu tersenyum betapa bahagianya sahabat andai iya bisa seperti itu. namu lamunannya buya akan apa yang dilakukan oleh andre padanya.
" ayu kamu mikirin apa?" kata cahya mendekat.
"entalah cahya, aku harus bagaimana jika kelak anak ini lahir" ratap ayu sedih
"ayu percaya sama aku!, setiap anak itu membawa kebahagian bagi semua orang" timpal cahya.
__ADS_1
"semoga saja cah."
"hmmmmm cahya kenapa sikap kak denia berubah seperti ini padamu" ayu mulai bertanya pasalnya denis sangat amat berubah dari terakhir mereka bertemu.
" mungkin karna bayi ini yu" sahut cahya tersenyum.
"kau sangat beruntung cah" ayu kembali menangis tapi bukan tangisan kesedihan, melainkan bahagia.
" dulu aku sama sepertimu yu, putus asa akan siksaan yang ku dapatkan, bahkan aku pernah keluar kota dan berhasil membuka bisnis ketring disana. hmsss sebenarnya pas aku kabur, kata kak denis kayak orang gila. dan akhirnya dia menyusurku kesana, dari situlah hubungan kami membaik sampai sekarang."
" katanya sih dia galau dan menyadari bahwa dia salah, dan kamu tau aku sempat bertemu dengan dian!" sambung cahya.
" dian mantannya kak denis ya, garagara dia juga kan kak denis balas dendam ke kita, padahal pacarnya borok banget cah" timpal ayu.
"dan kamu tau aku bertemu denganya di mall saaat aku berbelanja bersama kak denis, dia menyelaskan dirinya bahwa dia mendekati kak denis karna uang gak lebih." unjar cahya.
" kasian kak denis membalaskan dendam orang yang salah, dan akhirnya kita menjadi korban" ayu sudah menjatuhkan air matanya.
__ADS_1
" dari itulah kak denis menyesal ayu, dia bahkan ikhlas aku bercerai darinya, tapi aku kasihan dan mungkin aku sudah jatub cinta padanya yu. karna si dedek juga " kata ayu sambil mengelus" perutnya yang semakin membesar.
" ayudah yu kamu istirahat ya " kata cahya meninggalkan ayu di kamarnya.
Selepas dari kamar ayu, cahya melanjutkan langkahnya ke dapur untuk membuat makan malam untuk mereka bertiga.
" loh nyonya kok kesini, nanti tuan marah loh nyah" kata pelayan itu. memang sejak kehamilan dan kedatangan cahya denis memperkerjakan peyan di rumah ini. karna takut cahya kenapa" itulah denis yang mulain bucin 😆😆😆
" gak apa bik cahya cumak lagi ngidam masak aja" unjar cahya kembali melanjutkan aksinya. walau perut besar tak menghentikan kecekatanya dalam memasak.
" loh sayang aku kan udah bilang gak boleh masak, bibik gimana sih aku kan memperkerjakan bibik buat ngerjain semuanya" suara denis keras membentak penyanya.
" kak kamu bikin kaget aja, gak usah di bentak bibiknya kasian! orang ini salah cahya kok yang maksa buat masak, cahya ngidam masak kak!" ucap cahya sedih.
"kamu kok aneh banget ngidamnya sayang? " seru denis jengah.
" iya kak, emang kakak mau anaknya ileran gak di penuhi ngidamnya? " bals cahya tak kalah.
__ADS_1