Kupu-kupu Malam Yang Tak Laku

Kupu-kupu Malam Yang Tak Laku
Memulai Kembali Job


__ADS_3

“Makasih ya, Mom! Pokoknya aku harus pulang besok pagi! Aku beneran gak mau di sini!” rengek Elma lagi, Mommy-nya mengangguk kecil mendengarnya.


“Sabar ya, Sayang. Mommy mau urus semuanya dulu,” ujarnya.


Sambungan telepon mereka terputus, membuat Elma merasa sangat lega saat ini. Setidaknya, ia tidak berada di sini lagi besok pagi, sehingga Morgan tidak akan menemukannya lagi pagi ini.


Elma menghela napasnya dengan panjang. “Aku jadi gak mood makan gara-gara ini! Sialan si Morgan itu, mengacaukan liburan aku aja!” gerutunya yang kesal, lalu segera menarik selimutnya untuk beristirahat sejenak sembari menunggu pagi.


***


Siang ini Elma sudah sampai di apartemennya. Pagi-pagi sekali ia berangkat dari resort, dan segera check-out dari resort tersebut. Ia tidak melihat Morgan, karena ia berangkat pada pukul 4 pagi. Di waktu itu, pastinya Morgan masih terlelap di ranjang tidurnya, bersama dengan wanita yang ia beri obat tidur itu.


Setelah merapikan barang-barang pribadinya, Elma pun menghempaskan tubuhnya di atas ranjang tidurnya. Tidak ada lagi yang bisa ia lakukan, selain memikirkan semua permasalahan yang terjadi antara dirinya dan juga Morgan.


Permasalahan itu membuatnya merasa gagal moveon, karena ucapan kasar Morgan yang selalu teringiang di telinganya. Elma tak menyangka, ucapan Morgan akan terasa sangat sakit, karena ucapannya yang terdengar sangat tajam menusuk ke relung hatinya.


“Morgan beneran mau ngajak perang sama aku, ya? Kenapa dia beraninya ngomong kalau aku gak punya harga diri? Justru harga diriku itu mahal, setiap orang yang mau tidur sama aku, harus membayar dengan harga mahal! Justru kemarin dia tuh gak ngehargain aku banget, karena gak ngasih aku bayaran kayak yang lainnya!” gerutu Elma, saking kesalnya dengan apa yang Morgan lakukan padanya.


“Dia beneran mau perang sama aku, ya?” gumam Elma, yang tidak banyak berpikir lagi.


Elma mengeluarkan handphone-nya, untuk melakukan sesuatu yang harusnya ia lakukan sejak kemarin. Ia mempersiapkan rekaman CCTV di ruangan apartemennya, dan akan mengirimkannya ke media sosial milik Morgan, dengan tujuan untuk membuat Morgan merasa malu karena perbuatannya.


“Sayang!” pekik seseorang yang sangat Elma kenal, yang terdengar dari arah ruangan tamu apartemennya.

__ADS_1


Elma yang berniat untuk mengirimkan video itu, mengurungkan niatnya karena fokusnya yang teralihkan ke arah sumber suara.


“Mommy?” gumam Elma, yang bingung mendengar suara yang tak asing baginya itu.


Dengan segera Elma pun ke arah luar ruangan kamarnya. Benar saja, ia melihat Mommy-nya yang sudah berada di sofanya, sembari mengeluarkan banyak makanan yang ia bawa.


Melihat Mommy yang membawa makanan sebanyak itu, Elma menjadi sangat kaget melihatnya. Ia merasa bingung, karena Mommy yang tiba-tiba saja membeli makanan sebanyak ini. Padahal, mereka hanya berdua saja di apartemen ini.


“Mommy,” panggil Elma, Mommy memandang ke arahnya dan tersenyum lalu segera melanjutkan kembali aktivitasnya.


“Mommy bawa makanan untuk kamu, Sayang. Ayo kita makan!”


Elma melangkah ke arahnya, dan duduk tepat di hadapan Mommy. Ia memandang heran ke arah Mommy-nya, membuatnya merasa ada sesuatu yang direncanakan Mommy-nya untuknya.


Mommy menyeringai, “Ah, kamu mah. Nyogok gimana, sih? Mommy ‘kan mau bawain kamu makan siang, biar kamu gak makan di luar,” ujarnya, membuat Elma menghela napasnya dengan panjang.


“Pasti Mommy mau nyogok, bukan? Ngomong aja,” bidik Elma lagi, Mommy pun menyeringai kembali mendengarnya.


“Ah ... kamu tahu aja. Mommy cuma mau bilang, kalau job selanjutnya dimulai malam ini, ya! Karena kamu udah pulang, Mommy anggap kamu gak cuti,” ujar Mommy, Elma agak kesal mendengarnya tetapi tidak bisa berbuat apa pun di hadapannya.


Elma menghela napasnya panjang, “Yah ... lagian juga aku gak ngelakuin apa pun di rumah. Gak apa-apa deh dimulai hari ini juga,” ujarnya pasrah, karena tidak baik menolak ucapan Mommy-nya yang sudah berjuang untuknya.


Mommy tersenyum senang, “Okay! Mommy akan kasih tahu klien itu sekarang!” ujarnya, yang lalu segera mengeluarkan handphone-nya untuk segera menghubungi klien tersebut.

__ADS_1


“Halo, Tuan. Iya ... bisa nanti malam. Nanti saya kirim alamat hotelnya,” ujar Mommy, Elma hanya bisa memandangnya saja dengan datar.


‘Ya, kembali bekerja aja biar lupa dengan permasalahan yang terjadi ini,’ batin Elma, yang malah sengaja untuk mengambil job ini, dengan tujuan yang tak lain untuk menghilangkan rasa jenuhnya terhadap permasalahan yang terjadi pada dirinya.


Setelah melewati malam yang panjang, Elma pun segera mempersiapkan diri untuk melakukan tugasnya sebagai seorang kupu-kupu malam. Ia turun dari Alphard hitam yang ia tumpangi itu. Ia berpikir kalau dirinya harus membuat sang klien merasa terkesima dengannya. Itu semua karena ia tidak ingin membayar biaya penalti lagi.


Elma sampai di sebuah hotel yang sudah ditetapkan oleh Mommy-nya, untuk melayani klien kali ini. Lokasi setiap melakukan pekerjaannya itu berbeda-beda, karena menyesuaikan dengan wilayah tempat tinggal klien juga.


Elma melangkah menuju ke arah kamar yang Mommy-nya pesankan untuk mereka. Di sana, ternyata belum ada si klien yang akan ia layani malam ini. Ia duduk di pinggir ranjang, berusaha untuk menikmati suasana ruangan kamar ini lebih dulu, agar bisa menyesuaikan dengan mood yang sedang ia alami saat ini.


“Kamarnya lumayan bagus,” gumam Elma, yang cukup dibuat terkesan dengan kamar yang ia lihat ini.


“Klien itu kapan datang, ya? Ini sudah pukul 9 malam. Aku khawatir, dia akan marah jika waktu servisnya kurang. Padahal dia sendiri yang datangnya terlambat,” gerutu Elma, yang merasa sangat kesal ketika ada klien yang marah-marah, karena keterlambatannya dan kesalahannya sendiri.


Sembari menunggu sang klien datang, Elma pun mengeluarkan makeup yang biasa ia pakai. Ia ingin touch-up kembali, sebelum si klien melihat wajahnya. Ia ingin memberikan kesan terbaik, sebelum ia memulai pekerjaannya kembali.


“Kali ini jangan sampai marah! Jangan sampai di minta ganti rugi lagi. Aku gak punya uang lagi kalau disuruh ganti rugi sama dia,” gumam Elma, yang merasa harus melakukan adegan total di hadapan kliennya nanti.


Seseorang pun datang dari balik pintu, tanpa mengetuk pintu kamarnya. Ia sudah mendapatkan akses masuk kamar ini, dan tanpa basa-basi langsung membuka kamar tersebut.


Elma yang sedang melakukan touch-up pun kaget, karena melihat kehadiran lelaki itu di hadapannya. Pandangan mereka bertemu, membuat mereka sama-sama terkejut, karena yang mereka lihat adalah orang yang sama-sama mereka kenal dengan benar.


Mata mereka mendelik, “Kamu!” pekik mereka bersamaan, tak percaya dengan apa yang mereka lakukan di kamar sebuah kamar yang sama.

__ADS_1


__ADS_2