Kupu-kupu Malam Yang Tak Laku

Kupu-kupu Malam Yang Tak Laku
Malam Ini Milik Morgan


__ADS_3

Mereka memulai adegan panas ini dengan awalan yang sangat umum seperti biasanya. Morgan menyambar bibir Elma, dan Elma dengan sangat terpaksa pun menyambut ciuman Morgan dengan professional.


Morgan menumpahkan semua rasa bahagianya, karena ia bisa melakukan hal ini bersama dengan Elma. Jika bukan karena kebetulan yang mengasyikkan ini, Morgan juga tidak akan pernah bisa melakukan hal ini dengan Elma.


Napas Elma memburu, membuatnya merasa sedikit terangsang karena cumbuan yang dilakukan Morgan padanya.


Karena Elma yang sangat menjunjung tinggi profesionalitasnya, ia berusaha semaksimal mungkin memberikan servis untuk Morgan. Tentu saja ia juga merasa bergairah, karena ia melayani seorang lelaki yang masih fresh dan segar seperti Morgan.


Morgan menelanjangi dress Elma, sehingga terlihat dengan sangat jelas lekukan tubuh Elma yang sangat menggoda. Morgan malah semakin bertambah gairahnya, ketika ia melihat tubuh Elma yang mulus seperti ini.


“Kamu sangat menggoda, Elma,” gumam Morgan, Elma tak bisa mengatakan apa pun, karena ia harus bisa menjaga sikapnya di hadapan kliennya.


‘Sialan Morgan! Dia benar-benar membuatku geli!’ batin Elma, yang merasa sangat kesal dengan sikap Morgan yang aneh sekali baginya.


Morgan kembali mencumbui Elma, membuat Elma harus berfokus dengan hal yang Morgan berikan padanya. Ia harus bisa mengerjakannya dengan benar, karena hal itu akan memengaruhi gairah dirinya.


Beberapa saat melakukan foreplay, Morgan pun sudah sangat siap untuk melakukan hal yang lebih liar dari sebelumnya. Hal itu membuat Elma mendelik kaget dengan apa yang ia ingin lakukan.


“Eh, tunggu!” ujar Elma, membuat aktivitas Morgan terhenti karenanya.


“Ada apa?” tanya Morgan yang sudah tidak bisa berpikir apa pun lagi.


“Pakai ****** dulu!” suruh Elma, Morgan mendesah kesal karena ternyata Elma menyadari akan hal itu.


‘Kenapa dia sadar, ya? Dia beneran mau ngejaga banget? Sayangnya, saya gak akan membiarkan hal itu terjadi,’ batin Morgan, yang lalu segera mengambil pengaman yang sudah ia pesan secara online itu.


Morgan menggigit kemasan pengaman itu. Ia melakukannya sedikit dalam, sehingga ada bagian dari pengaman itu yang sobek karenanya. Namun, Morgan berusaha bersikap tenang, dan tidak memberitahukan kepada Elma tentang rencananya ini.

__ADS_1


‘Mudah-mudahan aja dia gak nyadar,’ batin Morgan, yang tetap memakai pengaman yang sudah rusak itu.


Sekilas Elma memang tidak memerhatikannya dengan benar. Itu semua karena Elma hanya bisa melihat Morgan memakainya saja, karena hawa nafsunya itu membuatnya sudah tidak bisa melakukan apa pun lagi.


Setelah sudah selesai memakai pengaman, Morgan pun langsung mengeksekusi Elma, membuat Elma merasa kurang nyaman dengan apa yang Morgan lakukan. Selama Morgan menikmati kenikmatan yang ia rasakan, Elma hanya bisa berpura-pura saja menikmatinya.


Namun, karena Morgan yang sudah menggunakan obat kuat, Elma yang semula hanya melakukan gimik wajah saja, menjadi sangat menikmati permainan Morgan. Ia merasa sangat senang, karena bisa mendapatkan klien yang fresh kali ini.


Setelah melakukannya selama berjam-jam, mereka pun menyudahi hal tersebut. Sudah banyak sekali gaya yang mereka lakukan. Terakhir, Morgan menyudahinya dengan menyemprotkan cairan hangat ke dalam rahim Elma, dan Elma pun merasakan sensasi hangatnya itu.


Karena merasa ada keanehan dengan keadaan ini, Elma pun mendelik kaget. Ia merasa Morgan sudah melakukan kesalahan kali ini. Elma mendelik kaget, dan langsung mendorong tubuh Morgan dengan kasar.


“Kamu sengaja keluarin di dalam, ya?” pekik Elma sinis, Morgan yang sedang kewalahan hanya bisa memandangnya saja sembari menghela napasnya dengan panjang.


“Apa? Kamu ‘kan tahu saya pakai ******. Saya ngeluarin di dalam pun pasti akan aman dan gak masalah,” ujar Morgan, Elma mendelik mendengarnya.


“Elma, saya sudah bilang. Saya memang mengeluarkannya di dalam, tapi ‘kan ada pengaman. Itu gak akan membuat kamu sampai hamil,” ujar Morgan yang berusaha untuk menjelaskan hal itu.


Elma tak peduli, dan hanya memandangnya dengan kesal. “Ah, terserah!” bentaknya, Morgan hanya bisa menyeringai melihat ekspresi Elma yang seperti itu di hadapannya.


“Masih ada waktu 30 menit, ayo mandi bersama!” ajak Morgan, Elma mendelik dengan sinis tak percaya mendengarnya.


“Apa? Gak akan! Sudah cukup, aku gak akan mau mandi bareng sama kamu!” bentak Elma, yang tak ingin lagi melakukan hal bodoh bersama dengan Morgan.


Morgan memandangnya dengan senyuman yang sangat elegan, “Ini masih waktu milik saya, dan kamu tidak boleh mengatakan tidak pada saya,” ujarnya, membuat Elma merasa sangat kesal karena mendengarnya.


Namun, biar bagaimanapun juga Elma harus menurut dengan apa yang Morgan katakan. Hal itu karena selama 8 jam Morgan sudah menyewa waktunya, dan Elma harus bisa melakukan hal yang Morgan inginkan.

__ADS_1


‘Morgan sialan!’ batin Elma, tak kuasa menahan rasa kesalnya pada Morgan.


Dengan sangat terpaksa, Elma pun melakukan apa yang Morgan perintahkan. Mereka mandi bersama di bawah shower, dengan kucuran air hangat yang membuat tubuh mereka segar.


Tak habis di situ, tangan Morgan tetap menggerayangi tubuh Elma yang sedang telanjang bulat. Elma merasa risih, tetapi ia tidak bisa melakukan apa pun selama 30 menit ke depan.


Morgan mencumbui bibir Elma, dan Elma pun membalas perlakuan yang Morgan lakukan padanya. Tangan Morgan tetap merengkuh tubuh Elma, dan tetap menangkup kedua gundukan kenyal milik Elma itu.


Sungguh perasaan yang sangat nikmat bagi Morgan.


‘Sialan, saya malah gak mau cepat berakhir!’ batin Morgan, yang malah merasa mabuk asmara dengan Elma.


Namun, waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Ini saatnya Elma kembali ke apartemennya, untuk beristirahat dan melakukan kembali pekerjaannya dalam 3 hari ke depan.


Mereka menyelesaikan aktivitas mereka, lalu segera memakai pakaian mereka masing-masing. Elma mengambil pakaiannya, dan berniat untuk mengenakannya di kamar mandi. Namun, Morgan menahan tangannya, sehingga Elma tidak bisa pergi ke mana pun itu.


Elma memandangnya dengan sinis, “Lepasin!” bentaknya, Morgan memandangnya dengan senyuman.


“Mau ke mana?” tanya Morgan.


“Kamu gak lihat, aku mau pakai baju!” bentak Elma lagi, yang sudah tidak bisa menahan rasa amarahnya lagi di hadapan Morgan.


Morgan menghela napasnya dengan panjang, “Untuk apa ke kamar mandi? Kamu mau pakai baju di kamar mandi?” tanyanya, Elma hanya bisa memandangnya dengan sinis.


Mereka sejenak saling pandang, dan hanya bisa diam tanpa sepatah kata pun.


“Elma ... kamu sudah melakukan hal itu dua kali dengan saya. Kenapa masih juga malu mengenakan pakaian di hadapan saya?” ujar Morgan, sontak membuat Elma merasa semakin jijik mendengarnya.

__ADS_1


“Jaga bicara lo, ya! Gue gak suka mulut sampah lo yang bau busuk itu!” bentak Elma kesal mendengar hal yang Morgan katakan.


__ADS_2