Kupu-kupu Malam Yang Tak Laku

Kupu-kupu Malam Yang Tak Laku
Bertemu Kembali


__ADS_3

Arash merasa pasrah, karena ia memang belum mengenal betul tentang Elma. Ia hanya sekilas melihatnya, tetapi ia sudah jatuh cinta pandangan pertama dengannya.


Ya, bukan hal yang mustahil mengingat Elma adalah seorang wanita yang sangat cantik dan anggun.


“Permisi, aku mau melanjutkan fitness,” ujar Elma, yang lalu segera pergi ke arah hadapan Arash untuk melakukan treadmill.


Arash masih penasaran dengan Elma, tetapi ia tidak bisa melakukan apa pun untuk hal ini.


‘Dia sebenarnya sangat elegan, tetapi kenapa dia memutuskan untuk tidak mau berpacaran dan menikah? Apa dia penganut aliran child free, yang tidak mau bentuk tubuhnya berubah?’ batin Arash, heran dengan maksud Elma tentang tidak mau menikah.


Karena masih penasaran, Arash pun mengikuti Elma untuk melakukan treadmill. Namun, Elma yang mengetahuinya hanya bisa diam saja dan tetap melanjutkan aktivitasnya.


“Kalau bisa, tolong berikan saya nomor handphone kamu. Saya benar-benar tertarik dengan kamu,” ujar Arash, dengan rasa penasaran yang memuncak.


Elma mengendurkan kecepatannya, dan menoleh ke arah Arash. “Aku tidak bisa melakukannya,” ujarnya yang tetap kukuh dengan hal itu.


“Wah ... rupanya si wanita panggilan sedang berada di sini,” ledek seseorang, yang tak lain adalah Morgan.


Elma menghentikan aktivitasnya, dan memandang ke arah Morgan berada. Ia merasa kesal, ketika ia menyadari bahwa ada Morgan yang sudah berada di sana.


‘Oh My God! Kenapa setiap gue pergi ke mana pun, selalu ada orang idiot itu? Apa gue dikutuk?’ batin Elma, yang sama sekali tidak menyangka akan bertemu Morgan kembali di situasi ini.


Dunia sangat sempit bagi mereka, membuat Elma merasa sangat benci tinggal di daerah ini lagi.


“Wanita panggilan ternyata sedang didekati klien baru, ya? Wah ... mainmu harus lebih memuaskan lagi dong, biar bisa menarik klien lebih banyak lagi,” ujar Morgan yang masih tetap meledeknya.


Satu tinjuan maut Arash mendarat dengan mulus di wajah Morgan, membuat Morgan terpental beberapa meter ke belakang. Hal itu sontak membuat Elma merasa kaget, dan pengunjung sekitar mereka juga langsung berkumpul melihat keadaan yang ada.

__ADS_1


“Jaga bicara kamu, ya!” bentak Arash, Morgan memegangi pipinya sembari memandangnya dengan sinis.


“Apa-apan kamu, seenaknya menghajar saya?” tanya sinis Morgan, yang lalu segera bangkit dari tempatnya tersungkur.


Arash memandangnya dengan sinis, “Kamu pantas mendapatkan hal itu, bahkan lebih!” ujarnya dengan sinis, membuat Morgan tidak terima dengan apa yang Arash katakan.


“Tahu apa kamu, hah?” bentak balik Morgan, membuat Arash menghela napasnya dengan panjang.


Elma melihatnya sebagai sebuah tontonan langka. Melihat Morgan dipukul seperti itu di hadapannya, membuatnya merasa sangat senang dan puas.


‘Kenapa cuma sekali? Aku ingin melihatnya lagi dan lagi!’ batin Elma, merasa sangat puas dengan apa yang Arash lakukan pada Morgan.


“Jaga bicara kamu di hadapan seorang wanita! Jangan sampai saya memukul kamu lagi, dan membuat kamu habis dalam waktu singkat!” ancam Arash, Morgan tak terima mendengar hal itu.


“Saya tidak sembarang bicara! Saya tahu jelas status wanita ini yang adalah wanita panggilan! Saya tidak mungkin mengatakan hal yang tidak berdasarkan fakta!” bentak Morgan, sontak membuat Arash mendelik kaget mendengarnya.


“Karena kamu sudah memukul saya, saya akan menuntut kamu!” ancam Morgan, Arash hanya bisa memandangnya dengan sinis, tanpa bisa mengatakan apa pun lagi.


Melihat Arash yang dihardik Morgan di hadapan mereka, Elma pun menjadi sangat tidak rela. Ia merasa harus membela Arash, yang sudah menolongnya.


“Tuan Morgan yang terhormat, Anda datang dan membuat keributan di sini. Saya tidak mengerti, kenapa Anda selalu ada di dalam kehidupan saya. Lebih baik, Anda pergi dari sini, sebelum saya akan turun tangan mengenai hal ini!” ancam Elma, membuat Morgan memandangnya dengan sinis.


Pada sebuah kesempatan, Elma pun melangkah sedikit ke arah Morgan dan membisikkan sesuatu kepadanya.


“Jika tidak, aku akan sebarkan video kamu waktu memperkosa aku,” ancam Elma lagi, sontak membuat Morgan mendelik tak terima mendengarnya.


Jika video itu tersebar, Morgan akan kehilangan karirnya, dan ia tidak bisa bersama dengan Cylla lagi.

__ADS_1


‘Sial Elma, si wanita licik! Awas saja kamu, akan aku balas sepuluh kali lipat dari ini!’ batin Morgan, lalu pergi dari sana meninggalkan mereka.


Arash memandang sinis ke arah kerumunan, “Apa lagi yang kalian lihat? Pergi sekarang juga!” bentaknya, sontak membuat mereka ketakutan karenanya.


Kejadian ini sudah membuat Elma malu, karena semua orang jadi tahu jati dirinya yang sebenarnya. Hanya karena mulut busuk Morgan, yang sama sekali tidak bisa menjaga ucapannya di hadapan publik.


‘Sialan Morgan! Jangan sampai itu terjadi di pertemuan kami berikutnya!’ batin Elma, yang malah berpikir akan bertemu lagi dengan Morgan.


‘Ah sial, aku gak mau ketemu lagi sama dia!’ batin Elma, menolak untuk bertemu kembali dengan Morgan.


Arash menghampiri Elma, dan memandangnya dengan dalam. “Lelaki itu siapa?” tanyanya.


Elma menghela napasnya dengan berat, “Dia mantan kekasih,” jawab Elma seadanya.


Arash mengerutkan dahinya bingung, “Kamu bilang tidak mau pacaran? Kenapa kamu bilang di mantan kekasih kamu?” tanyanya, merasa sangat heran dan penasaran dengan jawabannya.


“Ya, itu percobaan. Aku gak bisa pacaran, karena rasa cinta di hatiku kayaknya udah mati. Aku mencoba buat suka lagi sama cowok, ternyata gak bisa. Padahal kami sudah menjalani hubungan selama 3 tahun, tetapi memang tidak ada rasa cinta yang aku rasakan sama dia,” jawab Elma, sontak membuat Arash mendelik kaget mendengarnya.


‘Dia itu apa sih sebenarnya? Kenapa sampai gak punya rasa cinta begitu?’ batin Arash, heran dengan apa yang terjadi dengan Elma sebenarnya.


“Lantas, apa yang dikatakan lelaki itu, memangnya benar?” tanya Arash, Elma memandangnya dengan tajam.


“Ya, memang benar. Aku ... wanita panggilan. Setelah aku dan Morgan putus, takdir malah mempertemukan kami lagi, tetapi sebagai klien. Morgan ternyata sudah lama memesan jasaku, dan ternyata semua itu terasa aneh,” jawab Elma menjelaskan.


Sempat tidak percaya, Arash akhirnya mengerti dengan semua yang terjadi di antara Elma dan Morgan. Ia tidak ingin bertanya lebih jauh lagi, dan berniat untuk memendamnya, sampai mereka benar-benar dekat, dan tidak ragu untuk mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.


Arash menghela napasnya dengan panjang, “Hari sudah sore, jangan sampai terlalu malam kembali ke rumah. Biar saya mengantarkanmu kembali ke rumah,” ujarnya, Elma hanya bisa tersenyum dengan elegan di hadapan Arash.

__ADS_1


“Tidak perlu, saya biasa pulang dengan sopir. Kebetulan sekarang sopir menunggu aktivitas saya selesai, dan kami akan segera kembali ke apartemen,” tolak Elma, membuat Arash merasa sangat gemas mendengarnya.


__ADS_2