
Karena semua orang yang mendekati dan mengintip Elma, ia jadi merasa risih, dan ingin sekali mencolok mata mereka satu per satu.
‘Mereka gak bisa jaga mata mereka, ya?’ batin Elma, merasa sangat risih karenanya.
Seorang lelaki tiba-tiba saja berdiri di hadapan para lelaki buaya, yang sudah mengintip Elma sampai seperti itu. Lelaki itu sengaja berdiri, dengan memainkan ponselnya saja.
Karena lelaki itu berdiri seenaknya di hadapan mereka, mereka pun merasa kesal dengan hal itu.
“Apa-apaan sih? Ganggu kesenangan orang saja!”
“Iya! Dasar sialan!”
Mereka mencaci lelaki yang menolong Elma itu, sehingga membuat Elma tersadar dan menoleh ke arah belakangnya.
Di hadapannya, terlihat seorang lelaki bertubuh kekar, sedang menggunakan handphone-nya dan sengaja berdiri di hadapan semua orang yang mengintipnya. Hal itu membuat Elma terkejut, dan merasa berterima kasih dengan lelaki ini.
‘Dia bantuin aku?’ batin Elma, tak percaya dengan apa yang terjadi.
“Awas! Menghalangi pandangan mata saja!”
“Iya, jangan halangi kami!”
Semua orang masih saja membentaknya, membuat lelaki itu memandang mereka dengan sinis.
“Apa begini cara kalian memperlakukan seorang wanita? Kenapa harus begitu caranya?” tanya lelaki itu, membuat mereka semakin tidak suka saja dengan ucapannya itu.
“Apa hak kamu?”
“Siapa kamu? Kenapa malah menghalangi kami memandang seorang wanita?” tanya mereka sinis.
Elma yang mendengar pertanyaan yang memojokkan lelaki itu, langsung memandang sinis ke arah mereka. Ia dengan sangat elegan, menggandenga lengan tangan lelaki yang menolongnya tadi, dan bersikap seperti seorang kekasih yang sedang bersama.
“Sayang, dari mana aja, sih? Kenapa lama banget sampainya? Aku udah nunggu dari tadi, lho!” ujar Elma, membuat semua orang mendelik kaget mendengarnya.
Mereka tidak percaya, kalau lelaki yang menghalangi pandangannya itu ternyata adalah kekasih dari wanita yang sedang mereka lecehkan.
__ADS_1
Karena sudah paham dengan maksud Elma, lelaki itu pun berakting juga seperti seseorang yang mengenal Elma dengan baik.
“Maafin aku ya, Sayang. Aku terlambat, karena harus ngurus para tikus sialan yang tadi ngintipin tetangga sebelah rumah,” ujarnya, Elma pura-pura terkejut mendengarnya.
“Memangnya kamu habis ngapain, Sayang?” tanya Elma penasaran.
“Aku kebablasan, harusnya aku hanya tarik bajunya aja. Ternyata sampai bikin leher dia tercekik dan hampir lewat,” jawab lelaki itu, sontak membuat mereka yang mendengarnya merasa sangat takut dengan lelaki ini.
Namun, karena mereka sedang mengincar wanita yang ada bersama dengan lelaki ini, mereka menjadi sangat berani dan berusaha untuk bertahan lebih lama.
Melihat mereka yang tidak mau pergi dari hadapannya, Elma pun masih merasa risih karenanya. Ia berusaha untuk membuat mereka kapok, dan tidak ingin mengganggunya lagi.
“Maaf ya, Sayang. Aku gak bilang mau ke sini. Aku juga udah nitip anak-anak ke Bibi. Si Bejo, Turah, Kevin, Andre, Siti, Budi, mereka semua aku titip di Bibi,” ujar Elma, sontak membuat mereka mendelik kaget mendengarnya.
“Banyak banget anaknya.”
“Iya, ternyata udah nikah.”
Lelaki itu memandang sinis ke arah mereka, “Kalau sudah menikah, memangnya kenapa?” tanyanya sinis, sontak membuat mereka gentar mendengarnya.
Melihat mereka yang lari dari hadapannya, Elma hanya bisa memandang ke arah mereka dengan sangat elegan. Lelaki itu sampai terpana, melihat senyuman Elma yang terlihat sangat elegan.e
“Senyum kamu elegan sekali,” ujar lelaki itu, membuat Elma semakin tersenyum di hadapannya.
“Aku memang seperti ini adanya,” ujar Elma, yang malah semakin menambah perasaan suka lelaki ini terhadap dirinya.
“Boleh aku berkenalan denganmu?” tanya lelaki ini, Elma merasa ini adalah hal yang tidak akan merugikannya.
“Sure, my name is Elma,” ujar Elma, yang lagi-lagi terlihat sangat elegan di mata lelaki ini.
“Elma, my name is Arash. Nice to meet you,” ujarnya dengan senyuman, membuat Elma merasa sedikit terpesona melihat senyumannya.
Tubuh Arash terlihat kekar berisi, membuat Elma sedikit tertarik dengan tubuh kekar atletis milik Arash.
“Nice to meet you too, Arash,” ujar Elma.
__ADS_1
“Mau apa kau di sini? Kenapa tidak minta ditemani seseorang?” tanya Arash, Elma pun duduk pada kursi yang berada tak jauh dari hadapannya.
“Mau apa aku di sini? Menurutmu?” tanya balik Elma, Arash pun menyunggingkan senyumannya mendengarnya. “Aku harus minta tolong siapa? Aku hanya hidup sebatang kara, tanpa teman, tanpa keluarga, tanpa pergaulan,” ujarnya, membuat Ara semakin penasaran mendengarnya.
“Kau hidup sebatang kara? Memangnya kenapa dengan keluargamu?” tanya Arash, yang malah penasaran dengan sosok Elma ini.
“Sudah lama mati,” jawab asal Elma, Arash merasa bersalah mendengarnya.
“Maaf, aku tidak tahu akan hal itu,” ujar Arash, Elma pun tersenyum mendengarnya.
“Sudah biasa, kamu tenang aja.” Elma masih berusaha untuk menutupi luka yang sempat ia rasakan dalam hidupnya.
Arash tersenyum hangat di hadapannya, “Boleh berbicara di luar?” tanyanya, Elma menggelengkan kepalanya.
“Maaf, aku gak bisa ngobrol dengan intens, dengan seseorang yang tidak atau baru aku kenal,” tolak Elma, Arash pun menyunggingkan senyumannya ke arahnya.
“Memangnya kenapa? Saya tertarik sama kamu, dan mau lebih dekat dengan kamu,” ujar Arash, Elma pun menggelengkan kepalanya.
“Jangan tertarik denganku, karena aku gak akan bisa membalas cinta kamu,” bantah Elma, Arash pun menghela napasnya dengan panjang.
“Kenapa? Kamu benar sudah punya si Bejo?” tanya Arash, membuat Elma menghela napasnya dengan panjang.
“Aku belum menikah, dan tidak akan mau menikah. Aku gak mau kamu malah suka sama aku, padahal aku sama sekali gak mau pacaran atau menikah,” ujar Elma, membuat Arash bingung mendengarnya.
“Lho, kenapa seperti itu? Kenapa kamu malah gak mau menikah?” tanya Arash, penasaran dengan apa yang akan Elma lakukan.
“Aku gak mau aja. Aku harap, kamu gak ikut campur masalah ini, ya,” ujar Elma, yang masih sangat berhati-hati mengatakan sesuatu pada Arash.
“Saya sebenarnya gak peduli dengan hal itu. Saya tertarik dengan kamu, dan akan menjadikanmu sebagai pacar,” ujar Arash, Elma memandangnya dengan senyuman khasnya yang elegan.
“Aku gak akan mau pacaran, dan gak akan mau nerima cinta siapa pun. Itu sudah menjadi ketentuanku,” ujar Elma, membuat Arash merasa sangat gemas mendengarnya.
“Kalau kamu tidak mau berpacaran dan menikah, aku bisa membuat kamu jatuh cinta sama aku. Yang harus dilakukan hanyalah memberikan kebebasan untukku, agar bisa berkunjung ke apartemenmu. Aku akan memberikan yang terbaik yang aku miliki,” ujarnya.
Elma tersenyum, “Sayang sekali, itu semua tidak akan pernah terjadi. Kamu gak akan pernah bisa membuat aku jatuh cinta sama kamu,” ujar Elma, yang malah membuat Arash menjadi semakin tertantang mendengarnya.
__ADS_1