Kupu-kupu Malam Yang Tak Laku

Kupu-kupu Malam Yang Tak Laku
Menyerahkan Seutuhnya


__ADS_3

Morgan mengantarkan Elma untuk kembali ke apartemennya. Karena obat perangsan yang akan memberikan efek kepada Elma dalam waktu satu jam, Morgan terpaksa menjalankan mobilnya dengan sangat pelan.


Elma yang sudah tidak betah dan ingin sekali cepat sampai, hanya bisa menekuk wajahnya tanpa memandang ke arah Morgan. Morgan masih berusaha untuk mengulur waktu, dengan menyalakan lagu pada radio yang berada di dalam mobilnya.


Lagu yang sangat romantis terputar, tetapi Elma sama sekali tidak menikmati lagu tersebut. Perasaannya mulai aneh, dengan rasa yang menggebu yang mulai Elma rasakan.


‘Duh ... kenapa aku jadi aneh begini? Kenapa aku malah kepengen hati itu?’ batin Elma, merasa aneh dan bingung dengan perasaannya.


Tenggorokannya kering, terasa sangat sakit karena efek dari obat perangsang yang Morgan berikan, sudah mulai terasa. Tubuh Elma menjadi sangat aneh, tubuhnya mulai terasa panas, dengan rasa gerah yang melandanya.


Elma mengusap tenggorokannya yang kering. “Duh ... aku haus,” gumamnya.


Morgan menoleh ke arahnya, “Haus? Mau minum?” tanyanya, dengan masih mengemudikan mobilnya dengan benar.


Perasaan aneh terasa, Elma seperti sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Perasaan ini tidak pernah ia rasakan, karena tubuhnya yang terasa panas dan tindak nyaman.


Melihat reaksi Elma yang sangat aneh, Morgan meyakini obat perangsang yang ia berikan sudah mulai memberikan efek pada tubuh Elma. Butuh waktu satu jam untuk membuat obat itu benar-benar bekerja pada tubuh Elma, sedangkan saat ini baru sekitar setengah jam sejak saat Elma meminum minuman tersebut.


‘Saya harus mengulur waktu lebih lama lagi. Minuman itu belum benar-benar membuatnya bereaksi,’ batin Morgan, sembari mencuri pandang ke arah Elma, yang terlihat sangat resah saat ini.


Elma merasakan hal aneh di antara kedua kakinya, membuatnya hendak menumpahkan perasaan tersebut.


Perjalanan mereka lanjutkan, dengan Elma yang sudah tidak bisa melakukan apa pun lagi. Perasaan tidak nyaman itu, membuatnya merasa aneh. Setiap sentuhan yang ia lakukan kepada dirinya sendiri, membuatnya menginginkan sentuhan yang lainnya lagi.

__ADS_1


Morgan tersenyum, ‘Sepertinya obat itu sudah hampir bekerja seutuhnya. Akan saya berikan sedikit sentuhan agar bisa membuatnya terpacu,’ batinnya.


Tangan Morgan sengaja digesekkan kepada paha Elma, dengan alasan untuk memindahkan perseneling-nya. Karena tersentuh oleh kulit Morgan, Elma merasa menginginkan hal yang lebih dari hal itu.


‘I want more!’ batin Elma, dengan perasaannya yang sangat sensitif saat ini.


Deruh napasnya mencekat, dadanya terasa sangat sesak padahal sebelumnya ia baik-baik saja. Namun, saat ini ia merasakan hal yang tidak baik pada dirinya sendiri.


Morgan melirik sedikit, “Ups, maaf. Saya tidak sengaja ....”


Tak menghiraukan ucapan Morgan, Elma malah menarik tangan kiri Morgan lalu ia letakkan pada bagian pahanya. Elma menginginkan sentuhan yang lebih, karena efek obat itu membuatnya semakin menggila.


Morgan mendelik kaget, dengan apa yang Elma lakukan padanya.


“Elma, what are you doing?” tanya Morgan, merasa berpura-pura bingung dengan apa yang Elma lakukan tersebut.


Padahal dalam hatinya, Morgan sedang melakukan selebrasi dengan hal yang sudah ia lakukan pada Elma. Pikirannya terus memikirkan hal menyenangkan yang mungkin akan ia lakukan bersama dengan Elma nantinya.


Sikap Elma semakin tidak keruan, napasnya semakin memburu dengan tangannya yang berusaha menuntun tangan Morgan, agar tangan Morgan menyentuhnya dengan sangat leluasa. Morgan sangat senang, dengan keadaan Elma yang sudah tidak sadarkan diri lagi.


‘Sebentar lagi, kamu akan menjadi milik saya seutuhnya,’ batin Morgan, yang sudah tidak sabar untuk sampai ke apartemen Elma.


Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam lamanya, Morgan pun sampai di apartemen Elma. Wajahnya sudah penuh bekas kecupan lipstick merah yang Elma pakai, membuatnya merasa malu ketika melewati resepsionis, untuk menuju ke ruangan apartemen Elma. Mereka yang berada di sekitar Morgan pun memerhatikannya, sehingga membuat Morgan menjadi sangat malu karenanya.

__ADS_1


Jika bukan karena ingin melampiaskan nafsunya pada Elma, Morgan pasti tidak akan pernah mau diperhatikan seperti itu oleh mereka.


Morgan berhasil sampai di depan pintu ruangan apartemen Elma, dengan keadaan Elma yang sudah tidak keruan. Ia berusaha untuk membuka pintu apartemen Elma, lalu segera menguncinya ketika mereka berhasil masuk ke dalamnya.


Elma yang sudah tidak tahan lagi dengan perasaannya, segera menyambar bibir Morgan dengan penuh gairah dan hasrat. Morgan yang terkejut, hanya bisa menerimanya saja, bahkan juga membalas perlakuan Elma yang nakal seperti itu.


Karena merasa Elma melakukannya dengan sangat mahir, Morgan sedikit merasa bingung dengan Elma. Pikirannya terus melayang, heran dengan hal yang sangat menggairahkan, yang Elma lakukan kali ini.


Ciuman itu berubah menjadi *******, membuat perasaan mereka bertambah inginkan lebih dan lebih lagi. Walaupun mereka penasaran, Morgan yang sudah merasakan hal yang memabukkannya, merasa tidak memedulikan itu lagi.


Satu hal yang Morgan ketahui, dirinya saat ini akan mendapatkan Elma seutuhnya. Hal ini ia yakini, karena melihat kelakuan Elma yang sudah di luar batas kesadarannya. Elma juga sangat ganas, melakukan setiap hal tersebut hingga membuat Morgan sedikit bertanya-tanya dengan inisiatif Elma yang dinilai berlebihan.


Namun, Morgan masih berpikir kalau Elma seperti ini, karena efek dari obat yang ia berikan. Wajar saja Elma berubah menjadi sangat ganas, itu semua karena efek obat yang sudah menguasai Elma.


“Emmh ....”


Morgan sudah melupakan apa pun. Gairahnya bangkit, ketika Elma mendesah berulangkali di telinganya. ******* Elma sangat lembut, hingga membuatnya kehilangan akal sehatnya.


‘Memang benar, wanita ini sangat menggairahkan. Selama tiga tahun kami tidak pernah melakukan apa pun, bahkan berpegangan tangan saja ia menolaknya. Sekarang, aku saya buat kamu menyerahkan dirimu seutuhnya,’ batin Morgan, yang hampir saja mengabaikan Elma yang sudah bersikap lebih menggoda dari sebelumnya.


Cocktail dress silver seharga hampir 30 jutaan yang Elma kenakan itu, sudah tidak ia pedulikan lagi. Ia membukanya, lalu melemparkan ke segala arah, saking ingin melakukan hal yang lebih dari yang sedang mereka lakukan ini. Kini, Elma sudah terlihat sangat polos, dengan hanya menggunakan pakaian dalamnya saja di hadapan Morgan.


Sejenak Morgan melepaskan ciuman mereka, memandang lekuk tubuh Elma, dan juga kulit mulusnya itu. Ini adalah kali pertama Morgan melihat tubuh Elma yang tertutup. Hal itu sangat menggairahkan bagi Morgan, sehingga membuat matanya terus terpejam saking nikmatnya sentuhan Elma.

__ADS_1


Malam ini akan menjadi malam yang menggairahkan bagi Morgan, karena setelah ini mungkin saja ia akan mendapatkan Elma seutuhnya. Ia ingin sekali menjalin hubungan yang lebih serius dengan Elma.


Morgan sudah sangat siap, dengan dirinya yang lalu membuka seluruh pakaian yang masih ia kenakan. Morgan menindih ke atas tubuh Elma, lalu tangan nakalnya itu bermain-main dengan dua gundukan kenyal milik Elma.


__ADS_2