Labirin Cinta

Labirin Cinta
Tas


__ADS_3

Kaki Yun gak sengaja menginjak benda yang tergeletak tak berdaya di lantai, memungutnya dan menentengnya. Tas wanita yang kini ada di dalam tangannya, ia melihat secara detail dengan memutarnya. Mengedarkan pandangan matanya untuk mencari tau tas tersebut milik siapa, kelihatannya tak ada sang pemilik karena semua orang tampak santai tanpa ada yang merasa kehilangan. Yun mengambilnya dan kembali duduk, mengurungkan niatnya untuk keluar dari restoran tersebut dan merenggangkan tubuhnya yang terasa remuk di atas kasur empuk di kantor karena malam ini ia harus menyelesaikan beberapa dokumen sebelum esok pagi tiba. Ragu, itulah yang terbesit dalam kepala Yun. Antar ingin membuka dan melihat isinya atau membiarkan saja tanpa melihatnya sama sekali. Kalau ia membiarkan saja mungkin gak akan pernah tau siapa pemiliknya, tapi kalau Yun membukanya mungkin akan ada barang-barang pribadi sang empu yang ia lihat.


Buka aja Yun kali aja kan ada petunjuk yang punya siapa, lagian kasian juga kan kalau yang punya nyari?


Jangan di buka, entar kalo ada yang kurang atau hilang lo juga yang di salahin....


Jeng-jeng-jeng....


Akhirnya Yun kalah juga sama rasa penasaran, ia membuka tas kecil itu dan mendapati sebuah hp serta dompet di dalam sana. Kini yang ada di tangannya sebuah dompet kecil dengan warna ungu lembut yang entah apa itu jenis warna ungunya dan membukanya perlahan, mencari kartu identitas yang ia yakini ada di dalam sana.


"Chintya Rania Putri?" Kata Yun dengan membaca nama yang tertera pada kartu identitas tersebut. Ingatannya langsung tertuju pada gadis cantik yang tadi sempat menyapanya sebentar sebelum pergi, gadis cantik yang terlihat bingung sebelum keluar dari restoran dan mondar-mandir gak jelas. "Akh...," Ujarnya seolah tau apa yang menyebabkan dia mondar-mandir cukup lama di depan pintu sebelum memutuskan pergi, rupanya ia kehilangan tas yang kini ada si tangannya tersebut. Yun menyunggingkan bibirnya saat mengingat bagaiman wajahnya yang berubah-rubah ekspresi tadi. Selain dompet yang telah ia buka, Yun juga menemukan sebuah Hp dengan Cass manga lucu serta gantungan Hp senada di sana. Yun melihat cass dan gantungan itu, mengerjapkan matanya dengan cepat. Rupanya masih ada wanita dewasa menyukai hal semacam ini saat ini. Yun mengembalikan Hp tersebut di dalam tas dan gak ada niat sedikit pun untuk melihatnya karena Hp adalah benda pribadi sang pemiliknya, Yun gak mau melanggar privasi orang lain dan melihatnya. Dengan bermodal kartu identitas ia akan mengembalikan dompet tersebut ke alamat yang tertera di sana.

__ADS_1


********


Udah lebih setengah jam Chintya mengobrak-abrik kamarnya cuma buat cari tas kecilnya yang di dalamnya ada dompet dan Hp. Bukan jumlah nominal uang yang ia beratkan atau Hp yang ada di dalam sana tapi no Hp yang ia dapatkan tadi, siapa lagi kalau bukan no Hp sekertaris tampannya tersebut. Udah malam, capek malah gak ketemu yang bikin Chintya lemes. Baru aja mau berjuang buat pedekate malah ilang lagi tu nomor... Hiks-hiks-hiks.... Sambil duduk lesehan di lantai kamarnya, padahal Chintya yakin banget kalo tadi ia bawa pulang tas tersebut. "Ya ampun Chin... Kok lo bisa lupa sih?!" Memukul kepalanya sendiri pakek tangan dan langsung semangat buat nengok ke dalam mobil, kali aja kan ada di dalam mobil sana tu tas. Tadi kan dia keluar naik mobil, bisa aja masih ketinggalan pas buru-buru masuk ke dalam rumah. Tanpa menunda lagi Chintya menyambar kunci mobil yang ia taruh di atas meja, berlari keluar kamar dengan kaki tanpa memakai alas dan menuruni anak tangga dengan cepat. Kalo udah mastiin tu tas ada di dalam mobil bakal damai rasanya dan malam ini bisa tidur nyenyak, untung aja tadi udah mandi jadi gak perlu mandi lagi kan?


"Arep nyandi cah ayu..." (Mau kemana anak manis...) Kata Eyang setengah berteriak melihat cucunya itu berlari di dalam rumah.


"Mau ngambil tas Chintya yang ketinggalan di dalam mobil Eyang...." Jawabnya tanpa mengurangi ritme langkah kakinya.


Chintya membuka pintu mobil yang terparkir di halaman depan, lebih tepatnya di taman depan rumah. Rumah yang ia tinggali bersama Eyang bukan rumah yang besar, rumah sederhana dengan pekarangan dan taman yang sangat luas karena Eyang lebih suka memiliki pekarangan dan taman yang kuas di bandingkan rumah besar mendominasi. Untuk mereka berdua rumah itu lebih dari Cukup, lagian kalo terlalu besar jadinya kosong karena gak banyak penghuninya di dalam sana. Bunga anggrek kesayangan Eyang berjejer rapi di taman, Eyang yang penyuka anggrek itu mengoleksi banyak jenis anggrek dari berbagai daerah. Ada puluhan atau mungkin ratusan koleksi eyang yang tersebar di seluruh pekarangan dan taman di rumah ini, semua anggrek terawat dan tumbuh dengan sangat cantik.


Setelah berkutat beberapa saat, tetap aja Chintya gak nemuin benda yang di cari. Satu kali ngubek-ngubek gak dapet juga bikin tu cewek ngulangi lagi, kali aja kan tadi kelewatan dan gak ngeliat nyelip di mana jadi harus di ulang lagi.

__ADS_1


Bukan hal sulit buat Yun nemuin alamat yang ada dalam tanda pengenal tersebut, kawasan perumahan yang terletak di pinggir kota yang tentu aja Yun bisa cepet nemuin karena salah satu kliennya berada dalam kawana perumahan yang sama. Yun pernah datang ke tempat tersebut menghadiri undangan jamuan makan malam dalam rangka merayakan kerjasama antara dua perusahaan yang mereka lakukan. Laki-laki itu menghentikan motornya di depan sebuah rumah yang memiliki halaman sangat luas bila di bandingkan dengan rumah lainnya, hanya dengan sekali membaca Yun dapat mengingat dengan jelas alamat yang tertera di sana. Ia memarkirkan motornya dan meletekkan helm yang ia kenakan, mengambil tas kecil dari dalam jaketnya. Mengedarkan pandangan matanya untuk melihat apakah ada seseorang di sana dan benar saja Yun melihat seseorang yang hanya setengah badan di mobil, separo badannya di luar dan separonya lagi di dalam mobil dengan pintu terbuka lebar semuanya. Yun melihat dengan jelas, Ngapain tu orang bongkar mobil malam-malam???


*******


Hi Readers....


Ceritanya kita sambung dulu ya soalnya author nguantuk banget nih gak kuat lagi buat senam jari sama melek.


jangan lupa buat tinggalin jejak kalian melalui Like, vote dan komentarnya yach....


Author may ngisi tenaga dulu buat esok hari.

__ADS_1


Bye.....


__ADS_2