Labirin Cinta

Labirin Cinta
Alex


__ADS_3

"Ada apa Baby?" Sapa Alex yang liat cewek baru masuk itu bengong liatin dia, bukan kali pertama Alex mendapat perlakuan kayak gitu dari orang-orang yang ada di sekitarnya saat pertama kali bertemu. Gimana gak heran kalau wajahnya itu keliatan berbeda banget di bandingkan orang-orang yang ada di sini, jadi wajar aja setiap kali bertemu dengan orang baru maka mereka akan memperlihatkan ekspresi kayak gitu.


"Akh, gak ada apa-apa." Langsung nyadar kalo tadi ngeliatin orang agak berlebihan. Chintya memalingkan wajahnya, mencoba bersikap biasa-biasa aja setelah apa yang terjadi. Ketangkap basah lagi liatin orang secara terang-terangan dan gak udah di tanya gimana malunya. Beberapa hari ini urat malu Chintya emang lagi di uji, tarik ulur dan gak tau kapan putusnya tu urat. l


Ngeliat cewek yang kikuk itu Alex mencoba mengalihkan perhatian, Ternyata tipe wanita pemalu... "Ada yang bisa aku bantu Baby?" Emang udah kebiasaan Alex manggil setiap cewek yang datang dengan sebutan Baby yang menurutnya lebih manis dan imut. "Mau potong rambut atau mau menata rambut?" Sambil nepuk-nepuk kursi yang di julukinya princess, Soalnya siapa aja yang duduk di sana itu bakalan cantik kayak princess di negeri dongeng setelah beberapa saat mendapatkan pelayanan khusus dengan bantuan jari jemarinya. Mengubah seseorang menjadi cantik adalah sebuah kebahagian tersendiri buat Alex, senyum puas dan juga ungkapan terima kasih yang tulus adalah sebuah harga yang sebanding dengan apa yang ia lakukan.


"Itu...," Rasanya Chintya agak kikuk ngomong sama orang bule, apa lagi tu bule mahir banget ngomong bahasa indonesia yang terasa agak gimana.


"Baby, rambut kamu ini udah sangat-sangat cantik. Kamu pasti ngerawatnya dengan maksimalkan?" Kata Alex yang berdiri dan menghampiri pelanggan pertamanya hari ini, sepagi ini udah dapat pelanggan cantik yang mukanya itu polos banget pas lagi bengong.


Entah pujian atau sindiran yang jelas Chintya menanggapinya hanya dengan senyuman manis, mau meringis malah keliatan jelek kan jadi senyum aja lah mewakili hatinya yang super wow. Gimana gak wow ada yang ngomong rambutnya bagus karena rajin ngerawat padahal kenyataannya malah gak di rawat sama sekali kecuali tiap hari keramas dan yang lainnya gak sama sekali, Chintya bukan tipe wanita feminim yang suka sama hal-hal kayak gitu dan cenderung cuek dengan yang namanya penampilan dan perawatan diri. Rasanya sekarang baru nyesel gak ngelakuin itu semua gara-gara ketemu dan kenal sama cowok yang bernama Yun. "Huh...," Tanpa sadar ia menghembuskan nafas panjang.

__ADS_1


Bukannya senang di puji tapi malah menghembuskan nafas panjang yang langsung bikin Alex mikir Apa mungkin tadi gue salah ngomong ya??? Biasanya kan cewek seneng kalo denger kata-kata pujian dan bakal bikin mereka tersenyum sumringah.


"Aku mau rambut aku di potong dan di bentuk ya, soalnya kayak papan gini dari atas sampek bawah rata."


"Serius Baby?" Ngerasa sayang aja kalo rambut sebagus itu harus berakhir di tangannya, Alex menyentuh dan saat mengenai tangganya terasa sangat lembut bahkan berkilau. "Apa ada seseorang yang membuatmu ingin merubah penampilan?" Tebaknya, biasanya para cewek bakal berubah karena sesuatu hal yang salah satunya adalah urusan hati. Mereka ingin tampil sempurna di depan pujaan hatinya dan Alex bisa memahami serta tugasnya untuk melakukan semua itu.


Apa keliatan banget?? Muka Chintya kini bersemu, bahkan orang yang baru ketemu dan kenal udah langsung bisa nebak dengan tepat. "Enggak, aku cuma bosan karena udah kayak gini bertahun-tahun. Sesekali merubah penampilan gak ada salahnya kan asal gak merugikan orang lain?" Katanya mengalihkan, kalo ketahuan gara-gara cowok malu banget.


"Em....," Mikir-mikir dulu, tapi apa yang mau di pikirin kalo mode rambut aja gak pernah tau yang kayak gimana dan lagi trend yang gimana. "Terserah aja, aku nurut gimana bagusnya." Jawaban pasrah yang akhirnya Chintya katakan, lagian mau ngomong apaan coba kalo kenyataannya emang gak tau.


"Oke, beneran ya terserah sama aku?"

__ADS_1


"Iya..., yang berpengalaman dan profesional pasti lebih tau di bandingkan orang awam kayak aku gini." Merendahkan diri sendiri di depan orang lain lebih baikdi bandingkan dengan sok tau tapi kenyataannya gak tau sama sekali alias tong kosong nyaring bunyinya.


"Oke Baby kalo kamu maunya kayak gitu bakal aku sulap jadi lebih cantik lagi." Alex mengambil jubah princess berwarna pink biar gak nyebar dan nyangkut kemana-mana rambut para peinces yang lagi di make over. "Nama kamu siapa Baby???" Sambil mengaitkan jepit lucu di salah satu jubah princess biar gak melorot, kalo gak di kasih kait kan entar jatuh. Saat Alex menyibakkan rambut panjang cewek itu, ia melihat tanda hitam di belakang lehernya yang membuat Alex tertegun. Seakan-akan ia pernah melihat tanda tersebut atau hanya halusinasinya saja?


"Aku? Aku Chintya." Jawab Chintya yang melihat pantulan dirinya di depan cermin besar, bahkan dengan cermin itu ia bisa melihat seluruh badannya.


"Oke Chintya, dari sini kita akan berubah sedikit demi sedikit walau pun gak di rubah kamu itu udah cantik." Tersenyum ke arah Chintya melalui cermin yang menjadi penghubung mereka berdua. "Kalau kita ganti warna rambut gimana?" Setidaknya Alex berpikir bahwa akan cocok mewarnai rambutnya dengan warna coklat yang akan mengubah penampilannya menjadi lebih fress di bandingkan saat ini.


"Benarkah?"


"Kalau menurut aku sih gitu, tapi kalau kamu gak mau juga gak pa-pa." Jawabnya memberi waktu buat mempertimbangkan pendapatnya itu, "Karena kulit kamu bener-bener cantik dan muka kamu itu yang manis." Emang mulut Alex dari sononya udah terbiasa ngomong manis, saking manisnya tu di mana pun, kapan pun dan dengan siapa pun dia bakal ngomong semanis bahkan bisa di bilang lebih manis di bandingkan dengan gula. Bukan cuma wajahnya aja ya yang manis tapi mulutnya juga.

__ADS_1


Eits, tapi jangan salah mengartikan kalau udah kayak gini ya yang manis-manis karena kehidupan cinta Alex gak semanis muka sama mulutnya.


__ADS_2