
"Tentu, kita akan melakukannya tapi kalau kamu mengijinkannya." Kata Alex masih menunggu keputusan kliennya. Menanyakan pendapat dari yang bersangkutan adalah salah satu kewajiban yang harus Alex lakukan, bisa aja kan menurutnya baik tapi menurut orang lain enggak.
"Oke, aku percaya apa pun itu kalau menurut kamu bakalan bagus aku rasa bagus juga." Ujarnya nurut.
Tipe cewek polos dan penurut, manis banget sih kamu....
"Oke Baby, sebelum kita mulai memotong rambutnya kita cuci dulu ya biar semua kotoran baik berupa debu dan teman-temannya minggat dan hilang dari rambut kamu yang cantik ini." Menunjuk ke arah back wash unit atau tempat untuk mencuci rambut yang akan di lakukan sebelum proses pemotongan rambut, stylish, atau perawatan rambut. Proses ini penting untuk mempersiapkan rambut menjadi blank canvas yang dapat lebih mudah diatur oleh hairstylist.
Chintya menurut, ia menuju kursi yang entah apa namanya dalam istilah kecantikan arau salon itu yang jelas langsung aja buat duduk dan merebahkan kepala di tempat yang di maksud. ia mengangkat kepalanya sedikit saat Alex meletakkan handuk di pundaknya yang bertujuan agar bajunya gak basah pas nanti proses pencucian.
Alex memberikan senyum manisnya, emang manis terus kok senyumnya itu jadi gak usah pakek acara pura-pura senyum manis. Sepasang mata bersih dan berbinar itu membuat Alex terpikat untuk ke sekian kalinya, ini hal yang baru buat Alex. Padahal ia udah terbiasa melihat berbagai macam mata dari klien yang datang ke tempatnya namun tak ada satu pun dari mereka yang mampu membuat Alex terpikat seperti saat ini, entah kenapa dan ada apa ia merasa nyaman dan damai saat melihatnya. Alex membasahi rambut cewek bernama Chintya itu dengan perlahan, mengaplikasikan shampo ke rambutnya yang menurut Alex sangat-sangat cantik tersebut. Lalu ia mulai memijat lembut menggunakan jari jemari tangannya, Alex yang telah menekuni bidang ini sejak remaja menjadi seorang profesional dalam bidangnya dengan sangat cepat. Kemampuannya dalam bekerja serta pembawaan yang supel membuat pelanggan-pelanggannya merasa puas dan kembali lagi untuk melakukannya.
__ADS_1
Alex melakukan teknik pijat seperti menggaruk di bagian atas kepala kemudian dengan di lanjutkan pijatan menggaruk di bagian belakang kepala yang membuat kliennya merasa nyaman dan rileks karenanya. "Wah-wah..... Kayaknya kamu mengalami hal yang menegangkan ya Baby beberapa hari ini?"
Merasakan pijatan yang lembut dan nyaman itu membuat Chintya merasa fresh, rasanya tu rileks banget saat jari jemari tersebut menari-nari lembut di atas kepalanya. Pantes aja ya banyak yang suka menggunakan jasa salon kalo ternyata enak banget kayak gini rasanya yang bikin ketagihan. He he he he he he... Bakal ketagihan dan jadi pelanggan nih kayaknya habis ini. "He-em..., Emang ada beberapa kejadian yang bikin tegang." Jawab Chintya yang masih menikmati pijatan-pijatan lembut itu, kalo tiap hari kayak gini sih bakalan mau banget. "Dari mana kamu tau?"
"Urat syaraf kepala kamu tegang nih Baby." Jawab Alex yang emang ngerasa urat di kepala kliennya ini tegang.
Wah, urat kepala aja bisa tegang kayak gini ya rupanya... Agak malu sih Chintya di bilangin kayal gitu, tapi emang kenyataan kok.
"Oke," Alex melakulan pemijatan saat proses pembilasan. Ia menutup dahi dengan telapak tangan agar air tidak terciprat pada wajah klien saat melakukan pembilasan pasa atas kepala. "Baby, angkat dikit dong kepalanya?" Ujarnya yang ingin melakukan pembilasan pada daerah belakang dan lagi-lagi Alex juga melakukan pijatan saat proses ini, mengangkat kepala kliennya dengan lembut dan menyertakan teknik pijat dan penggarukan untuk bagian belakang dengan hati-hati agar tidak ada air yang masuk kesela-sela tubuh bagian belakang kliennya dengan membilas bersih bagian belakang dan juga telinga. Gak lucu aja kan kalo sampek masih ada nempel busa di sana.
Chintya berdiri dengan memegangi handuk yang di lilitkan di kepalanya, sumpah enak banget rasanya habis di pijat-pijat manja yang langsung bikin otot, urat serta sarafnya yang tegang langsung rileks tak terbantahkan. Seminggu sekali cukuplah buat datang dan ngelakuin lagi.
__ADS_1
Alex mengambil hairdrayer yang ada di atas rak, mencolokk kabel untuk siap di gunakan. Tapi sebelumnya ia mengeringkan rambut kliennya itu dengan menggunakan handuk kering sampai hingga rambut setengah kering karenanya. "Baru pertama kali ya Baby ngelakuin kayak gini?" Soalnya Alex ngeliat kalo Chintya agak kaku dan sedikit menjaga jarak dengannya.
"Iya, aku gak biasa deket sama cowok jadi rasanya tu agak janggal." Kata Chintya yang sedikit malu pas ngungkapinnya. Mau gimana lagi, emang kenyataan dia gak pernah deket sama cowok dan cowok pertama yang dekat sama dia itu Yun yang langsung bikin Chintya jatuh cinta. Kalo inget semua itu bikin muka Chintya memerah karena malu, malu karena dia duluan yang suka dan pedekate sama tu cowok yang di cuekin.
"Serius?" Kayak gak percaya aja, jaman sekarang masih ada cewek yag sepolos itu? Bahkan saat ngomong mukanya bersemu merah yang langsung bikin Alex meleleh.
"Kedengaran aneh ya?" Nyadar kalo di dengar kayak gak masuk akal, secara kan umurnya gak anak-anak lagi dan kalo ngomong kayak gitu berasa mustahil banget dan bohong besar. "Keliatan luran modis kan aku di bandingkan cewek di luar sana?" Mengakui kekurangan diri sendiri itu emang perlu dan gak usah di tutup-tutupi.
"Bukan aneh, cuma aku merasa takjub. Jaman sekarang masih ada orang kayak kamu yang gak tersentuh, aku jadi terharu dengernya. Beneran..." Sambil mengeringkan rambut Chintya dengan menggunakan handuk sebelum makai hairdrayer.
"Ha ha ha ha ha...," Chintya tertawa kecil hingga matanya mengecil, "Syukurlah masih ada yang mikir kalo aku itu gak aneh. Habisnya setiap orang yang mau kenal dan dekat sama aku mereka bakal mundur teratur karena di mata mereka aku itu gak modis, gak gaul dan cupu."
__ADS_1
"Kata siapa?" Alex meletakkan handuk yang sedikit basah itu disandaran kursi, memastikan rambut kliennya dengan tangannya sendiri apa kah sudah bisa ia teruskan untuk mengeringkan menggunakan hairdrayer. "Baby, setiap orang memiliki karakteristik yang unik dan hal unik itu gak ada dalam diri orang lain." Mulai menyalakan dan mengatur suhu hairdrayer, "Jadi buat mereka yang gak mau kenal sama kamu karena menurut mereka kamu itu kurang modis, gak gaul atau apa lah itu gak usah di dengerin. Beruntung kamu gak ikut mereka dan berteman dengan mereka karena hanya menilai seseorang dari luarnya saja. Carilah
orang yang bisa menerima dan menghargai diri kamu apa adanya. Oke Baby?" Mengedipkan sebelah matanya setelah menyampaikan serangkaian kata-kata mutiara yang gak tau dari mana Alex bisa mengarangnya.