Labirin Cinta

Labirin Cinta
Amnesia


__ADS_3

Jangan lupa mampir ke novel author lainnya ya...


- Cinderella jaman now


- Kontrak Cinta 100 Hari


Di tunggu partisipasi kalian semua, ceritanya mengandung unsur komedi romantis yang gak bakal bosenin. Mampir dulu, baca baru kalian bisa tau emang asik apa enggak baru kasih like, komentar sama Votenya.


Makasih buat kalian yang masih setia buat nunggu Up dan tetep baca novel yang author tulis ini, lope lope lope deh buat kalian semua....


Jangan lupa buat kasih like, komen dan vote-nya yach....


Biar author tambah semangat lagi nih nulisnya. Buat yang udah ninggalin jejak berupa like, vote serta komentarnya author ucapin banyak-banyak terimakasih.


Dukungan dari kalian itu luar biasa berarti buat author dan bikin author tambah semangat lagi buat nulis.


Makasih....


******


"Kenapa kalian gak ada cerita sama ibu?" Azhari mengambil pisau untuk membersihkan dan memotong sayur yang telah Yun bersihkan terlebih dahulu itu.


"Kalian sengaja buat sembunyikan dari ibu?" ujarnya dengan mulai memotong wortel dengan bentuk kotak.


"Rega melarang Yun buat bilang ke siapa-siapa Bu, soalnya masih belum pasti ceweknya mau sama Rega." ujar Yun yang tau banget kalo status Rega masih pedekate dan gak jelas, mau di bilang pacar tapi gak ada kejelasan tapi di bilang temen biasa mereka sering jalan bareng atau Rega jemput Ella pulang sekolah. sementara gak ada kejelasan kayak gitu Rega melarang Yun memberitahu kepada orang lain, Rega nya ngarep banget bisa merubah status hubungan mereka dari yang friends zone jadi kawin. tapi Ella nya kayak gak ada ngasih kode buat ke arah sana, itu lah susah nya kalo suka sama anak di bawah umur yang belum siap buat komitmen lebih serius karena emang mau nyelesaikan pendidikan dulu di bandingkan urusan pernikahan. kalo yang udah berumur mah macam Rega langsung aja tancap gas pengen kawin tanpa ba bi bu.


"Belum mau gimana?"


"Gini Bu, cewek yang Rega taksir itu masih sekolah kalo gak salah masih kelas dua SMA gitu."


"Buat ibu gak masalah kalo masih sekolah."


"Masih sekolah emang gak masalah Bu, yang jadi masalah tu ceweknya belum bilang iya buat jadi cewek Rega. kalo Rega udah ngebet banget, nikah hari ini juga gak bakalan nolak. lagian itu resiko Rega naksir sama anak di bawah umur, resiko buat nunggu Sampek kelar sekolahnya baru ada kejelasan." kata Yun menjelaskan duduk perkara love life Rega yang agak belibet.


Azhari merasa penasaran dengan sosok cewek yang mampu meluluhkah hati Rega. kan selama ini Rega gak pernah cerita dekat dengan wanita mana pun apa lagi Sampek ke jenjang pacaran, naik level lagi ke pernikahan


"Jadi mereka ketemunya di mana?"


Yun mengambil beberapa bawang merah, putih dan rempah-rempah yang di perlukan untuk bumbu masakan.


"Hari pertama pulang Rega gak sengaja nyerempet anak SMA pas di jalan, waktu itu motor anak SMA itu rusaknya cukup parah jadi dia minta Yun buat bawa ke bengkel. dari situ gak sengaja Rega ketemu lagi sama tu anak, bukan cuma sekali atau dua kali tapi sering banget." Duduk di kursi dan mulai mengupas bawang yang ia ambil satu persatu dan meletakkan dalam piring kecil yang telah ia siapkan.


"Pernah ketemu di pemakaman bunda pas Rega ziarah dan ternyata mama cewek itu juga di makam kan di tempat yang sama dengan bunda. awalnya Rega benci banget sama cewek itu."


"Tunggu, namanya siapa?"


"Ella."


"Jadi cewek itu Ella?"


"Iya Bu, badannya kecil dan pendek. selain itu juga cerewet banget, Rega Sampek gak bisa berkutik kalo berhadapan sama Ella."


Azhari menahan senyum membayangkan bagaimana Rega yang kaku itu berhadapan dengan wanita yang lincah dan banyak omong, tentu aja Rega gak suka karena Azhari tau dengan persis kalo Rega bukan tipe orang yang humoris dan banyak omong jadi Azhari tau persis gimana perlakuan Rega sama cewek yang bernama Ella tersebut.


"Terus?" tanyanya penasaran, penasaran gimana seorang Ella bisa menaklukkan hati Rega.


"Ella manggil Rega dengan sebutan om, karena umur mereka yang cukup jauh dan penampilan Rega yang menurut Ella kayak bapaknya. Yun gak tau persis kenapa bisa Sampek Rega suka sama tu cewek, padahal Ella jauh banget dari kriteria yang Rega mau. bukannya Yun bilang Ella jelek atau apa Bu, tapi setahu Yun Rega tu pengen dapat cewek yang tinggi, berisi dan pintar dalam berbisnis. karena Rega Pengan istrinya nanti bantuin dia buat ngurus bisnis. bertolak belakang banget sama Ella yang badannya rata kayak papan, pendek kayak anak SD, dan gak tau sama sekali dengan dunia bisnis. itu sih yang Rega bilang sama Yun tentang Ella, tapi pas ketemu langsung emang bener apa yang Rega bilang semuanya."


Yun ingat dengan jelas bagaimana sosok Ella yang full energi dan gak mau diem itu, di mata Yun udah kayak ulat nangka tu cewek. bukan cuma badannya yang gak mau diem tapi juga mulutnya yang gak mau diem.


"Yun, cinta itu gak kenal sama bentuk fisik atau apa pun."


"Iya Bu, Yun tau apa yang ibu maksud."


"Bagi ibu, siapa pun wanita yang akan menjadi istri kalian berdua ibu gak akan keberatan asalkan mereka wanita yang baik dan sederhana. ibu bukannya gak pengen punya menantu yang dari keluarga terhormat tapi ibu lebih suka menantu yang bisa merawat anak ibu, manjadi isteri yang baik dan ibu yang baik buat anak kalian nanti. jadi ibu harap kalian memilih wanita jangan cuma di liat dari penampilan luarnya, seberapa cantik dan menarik atau seberapa tinggi dan kekuasaannya." itulah harapan Azhari untuk kedua putranya tersebut, tidak ada satu pun seorang ibu yang tidak menginginkan kebahagiaan untuk anak mereka


"Iya Bu, Yun akan ingat pesan ibu. lagi pula Yun pengen punya isteri yang kayak ibu, yang cuma di rumah buat ngurus keluarga dan pintar masak." kata Yun yang terobsesi memiliki isteri seperti ibunya, wanita sederhana yang mengabdikan diri hanya untuk keluarga. bukan hanya Yun tapi Rega pun memiliki pemikiran yang sama, merak berdua sadar bahwa pekerjaan yang mereka jalani adalah pekerjaan yang hampir menyita seluruh waktu yang mereka memiliki. hampir gak punya waktu luang dan untuk itu mereka memilih wanita rumahan untuk di jadikan istri di bandingkan wanita karir. walau pada kenyataannya Rega lebih menyukai wanita karir tapi ia tidak akan melakukannya, tidak akan memilih seorang istri yang bekerja karena Rega juga menginginkan wanita yang hanya di rumah.

__ADS_1


"Bilang sama Rega suatu hari bawa calon mantu ibu ke rumah, ibu pengen ketemu dan kenal sama calon mantu ibu."


"entar Yun bilang sama Rega kalo ketemu."


"Kamu sendiri gimana?" tanya Azhari yang pengen mengorek informasi tentang putranya itu, kalo Rega udah dapat orang yang ia cintai kemungkinan besar Yun juga sama.


"gimana apanya?" tanya Yun bingung, gak ngerti ibu ngomong apaan.


"Kalo Rega udah nemu cewek yang tepat kamu sudah ketemu belum? atau jangan-jangan kalian sama-sama merahasiakan sesuatu dari ibu?"


Denger pertanyaan dari ibu wajah Chintya langsung ada di kepalanya, cewek kepo yang gak kalah berisik sama Ella itu langsung nongol gitu aja dalam ingatan tanpa di minta.


"Yun, kok malah diam?" kata Azhari yang gak ada jawaban dari Yun, instingnya sebagai seorang ibu langsung bereaksi. mengatakan kalau ada sesuatu dengan anaknya tersebut.


"Gak ada kok Bu, Yun gak punya pilihan."


"Iya udah, nanti kalo ada bawa pulang buat ketemu sama ibu. ingat pesan ibu, cari wanita yang baik dan sederhana dan yang terpenting sayang sama kamu."


*********


Chintya menutup wajahnya dengan bantal hingga tenggelam sepenuhnya, kalo ingat dan berapa ribu kali di ingat pun rasanya tuh malu banget tadi ngelakuin hal kayak gitu sama Yun. udah kayak gak punya harga diri dan urat malunya udah pada putus semua, gimana gak putus tu urat kalo ceweknya yang nyosor dulu dan gak tanggung-tanggung lagi langsung nyerang tanpa ampun.


"Chint..... apa sih yang Lo lakuin tadi ..." menghentakkan kakinya di kasur sambil mengutuk dirinya sendiri, gak tau tadi tu dapat kekuatan dari mana ngelakuin hal itu pokoknya bukan dirinya yang kayak biasa kayak gitu. sumpah malunya setengah mampus, dan gak tau entar harus gimana menghadapi Yun kalo ketemu lagi. ngelakuin sesuatu yang sangat memalukan dan konyol itu berasa menceburkan diri ke dalam magma.


"Hua........" masih gulung-gulung gak karuan di atas kasur.


udah gak bisa bayangin mau di taruh di mana tu muka kalo ketemu sama Yun.


"Gimana nasib gue entar???" Mengacak rambutnya frustasi, kalo udah berhadapan dengan Yun rasanya Chintya menjadi orang lain dan gak bisa mengendalikan dirinya sendiri. tapi pas udah sadar langsung nyesel Sampek ke tulang sumsum.


"Elo sih Chint...." duduk di pinggir tempat tidur dengan menjuntai kan kakinya dengan rambut acak-acakan, persis orang yang ada di pinggir jalan gak terawat itu.


Mau gimana pun mikirnya tetep aja Chintya merasa kalo hidupnya udah berakhir dan kayak berasa langit bakalan runtuh berkeping-keping.


Drrttt......


Lagi frustasi kayak gini tiba-tiba aja HP Chintya bergetar, setengah hati kayak zombie bangkit dari kubur cewek yang rambutnya udah kayak sarang burung itu menoleh ke atas meja di mana HP nya tergeletak tak berdaya. asli males banget buat ngangkat dan tu Hp dan ngomong dalam suasana hati yang enggak enak kayak gini.


"Alex??"


Chintya mengangkat sebelah alisnya saat melihat siapa yang nelpon malam-malam kayak gini, antara ingat sama enggak tentang Alex.


"Emang gue punya teman yang namanya Alex?" gumamnya sambil megang tu HP tanpa menerima panggilan, tu HP terus bergetar dan gak berhenti kalo gak di sentuh tombol terima.


"Halo?"


Chintya mengerjapkan matanya cepat, rasanya tuh agak amnesia hari ini gara-gara kasus sama Yun. isi kepalanya langsung clear dari segala memori dan sekarang tu kepala isinya cuma gimana caranya menghadapi Yun kalo entar ketemu.


"Chintya?" Ulang Alex yang enggak dapat respon dari cewek yang ia telpon tersebut.


"Iya? ini siapa?" Tanya Chintya yang jelas-jelas di layar HPnya udah tertera nama Alex, pakek nanya segala lagi ini siapa.


"Gue Alex...." sambil menerka-nerka kalo salah menghubungi orang, tapi berapa kali Alex cek tu nomor bener gak ada salahnya.


"Alex siapa ya?" masih belum Nemu nama Alex dalam memori ingatan Chintya yang udah amburadul itu.


Alex melihat sekali lagi ke layar HP_nya buat mastiin salah orang apa enggak, tapi jelas-jelas tadi pas di tanya Chintya di jawab iya tapi sekarang malah nanya balik lagi. bikin bingung ni cewek.....


"ini bener Chintya kan?" tanya Alex sekali lagi biar lebih mantap.


"Iya benar ini Chintya."


"Ini gue Alex, Lo lupa sama gue apa Lo gak kenal sama gue?"


Suasana yang udah kayak orang seksi tanya jawab interview aja, dari tadi yang jadi topik utama masih tentang nama doang, bolak-balik nanya tentang nama.


"Alex yang mana ya?"

__ADS_1


Heh????


Kali ini Alex berasa di kacangin mentah-mentah, udah lupa dan gak kenal pula. padahal beberapa hari yang lalu mereka masih haha hihi bersama.


ni cewek beneran lupa apa pura-pura lupa sih???


Alex merubah posisi duduknya yang awalnya duduk di pinggir jendela kini berubah di depan tv sambil mainin ujung jari kakinya ke karpet lembut.


"Emang Lo punya berapa teman yang namanya Alex sih?"


Penasaran juga kan akhirnya, kalo Sampek nanya Alex yang mana itu artinya ada beberapa nama Alex dan ada Alex lainnya selain dirinya.


"Lupa."


Berasa pengen jedotin kepala ke tembok dengernya, pengen nangis tapi gak bisa keluar air mata kalo kayak gini ceritanya.


"Gue Alex.... yang kemaren motongin rambut Lo Chintya...." Gak ada tanggapan dari lawan bicaranya akhirnya Alex melanjutkan memperkenalkan dirinya lagi. "Lo datang ke salon gue buat ngerombak rambut Lo, gimana? apa Lo udah ingat sama gue?"


Chintya berusaha mengingatnya kembali, emang sih dia ada ngerombak rambut tapi lupa kalo yang motong itu namanya siapa.


" Jadi nama Lo Alex?"


Gubrak!!!!


Bener-bener bikin greget dan berasa amnesia juga dengernya, asli bikin hati serasa di kubur di tumpukan salju abadi yang langsung dingin membeku tu hati. Ternyata selama ini dia di lupakan, cuma Alex yang ingat sama tu cewek tapi tu cewek melupakan nya.


"Iya, Lo sekarang lagi ngapain?" gak usah di bahas panjang-panjang masalah lupa nama, yang penting itu nomor yang Alex hubungi adalah nomor yang benar.


"Gue lagi frustasi." jawab jujur Chintya, emang keadaannya sekarang lagi frustasi karena cinta.


"Frustasi?" Alex duduk di sofa dengan menghadap ke arah jendela, menikmati pemandangan malam yang bagi Alex itu sangat menenangkan.


"Gue frustasi karena ngelakuin hal yang memalukan Sampek gue gak berani buat nampakin batang hidup gue."


"Kalo gitu sembunyiin aja hidung Lo," kata Alex bercanda menanggapi keluhan Chintya, kali gak di bawa rileks malah jadi tegang


"Gimana caranya? masak harus gue masukin kantong plastik?"


"Boleh juga kalo Lo mau...."


"Serius kali gue ngomongnya."


"Gue juga serius, emang Lo ngelakuin apa sih Sampek gue denger suara Lo kayak orang gak makan satu bulan?" emang kedengeran kalo suara Chintya berbeda di bandingkan biasanya, kalo biasanya suara tu cewek on fire tapi kali ini melempem kayak kerupuk kena angin.


"Gue ngelakuin hal konyol di depan cowok yang gue suka, dan gue malu banget kalo Sampek ketemu sama dia. jadi gue harus ngelakuin apa????"


***********


Sekilas info nih buat kalian semua, pas author nulis bab ini author ingat dulu waktu masih ABG alias anak baru gede author di sidang sama emak author. di tanyain siapa cewek yang lagi deket sama kakak cowok author.


author kan kebetulan anak bungsu dari tiga bersaudara yang kakak pertama author itu cewek dan selisih umur kami tu cukup jauh yaitu sembilan tahun.


Kakak kedua author itu cowok yang jarak umurnya juga lumayan jauh, 7, tahun.


kata mereka sih author tu anak yang tak di harapkan alias emak author cuma pengen anak dua dan muncullah author sebagai program kebobolan 😂


Gimana gak kebobolan kalo selisih umur author sama kedua kakak author tu cukup jauh...


tapi gak masalah buat author mau anak yang gak di harap atau apa pun itu namanya cuma kiasan doang, faktanya tu dua orang kakak author cuma omongannya doang. mereka sayang sama author dan orang tua author juga ngasih kasih sayang yang sama buat kami bertiga.


Kebetulan author deket banget sama kakak author yang cowok, jadi dari kecil tu author ngintilin kakak author yang cowok kemana-mana. dari dia main, mancing Sampek ikut latihan karate dan sepak bola juga. pokoknya author selalu ikut kayak anak ayam ikut sama emaknya, jadi untuk alasan itu emak author nanyain author tentang cewek yang lagi deket sama kakak author. lah author bingung jawabnya, soalnya temen ceweknya tuh banyak dan gak tau yang mana yang jadi pacarnya, walau udah berapa kali di sidang tetep aja author jawabnya gak tau.


jadi mikir nih entar kalo author udah punya anak gede bisa kepo kayak gitu juga enggak ya???


Gimana nih sama emak kalian?


ada yang kepo juga enggak sama kehidupan percintaan anak mereka?

__ADS_1


Jangan lupa buat dukung author dengan cara tinggalin jejak kalian berupa like, komen dan juga vote. dukungan kalian sangat-sangat berharga buat author karena tanpa kalian author tuh gak ada apa-apanya.


makasih.....


__ADS_2