Labirin Cinta

Labirin Cinta
Curhat


__ADS_3

Jangan lupa mampir ke novel author lainnya ya...


- Cinderella jaman now


- Kontrak Cinta 100 Hari


Di tunggu partisipasi kalian semua, ceritanya mengandung unsur komedi romantis yang gak bakal bosenin. Mampir dulu, baca baru kalian bisa tau emang asik apa enggak baru kasih like, komentar sama Votenya.


Makasih buat kalian yang masih setia buat nunggu Up dan tetep baca novel yang author tulis ini, lope lope lope deh buat kalian semua....


Jangan lupa buat kasih like, komen dan vote-nya yach....


Biar author tambah semangat lagi nih nulisnya. Buat yang udah ninggalin jejak berupa like, vote serta komentarnya author ucapin banyak-banyak terimakasih.


Dukungan dari kalian itu luar biasa berarti buat author dan bikin author tambah semangat lagi buat nulis.


Makasih....


******


Yun berdiri tepat di depan pintu rumah ibu dengan menenteng paper bag yang berisi tas sebagai hadiah untuk wanita yang paling ia cintai tersebut, terakhir kali ia datang itu dua bulan yang lalu di mana Yun datang bersama dengan Rega dan menginap di rumah dengan membuat beberapa kejutan kecil dan keributan serta kehebohan. Tapi kali ini Yun datang tanpa Rega, tu cowok lagi di kantor buat nyelesai_in kerjaan. udah biasa buat mereka tidur di kantor berhari-hari tanpa pulang kalau ada keadaan mendesak.


"Yun?"


Yun berpaling saat seseorang memanggilnya dan mendapati sosok yang ia rindukan itu.


"Ibu dari mana?" mengambil bungkusan plastik yang ada di tangan ibu, anak yang baik dan laki-laki yang baik itu kalo liat orang yang lebih tua bawa sesuatu gak cuma di liatin doang tapi juga di bantu buat bawain.


"Dari beli sabun di toko depan sana." ujar Azhari dengan mengambil kunci dari dalam tas kecil yang ia bawa.


"Sabun? kenapa ibu gak nyuruh mang Dani aja buat beli? mana malam-malam gini ibu pergi sendirian." Ucap Yun khawatir campur jengkel, gimana gak khawatir semalam ini ibu keluar malam sendirian jalan kaki padahal ada orang lain yang bisa di suruh buat keluar tapi ibu malah pergi sendiri. Lagian kalo cuma sabun doang kan masih bisa besok pagi atau sekalian beli yang banyak buat stock di rumah.


"Anggap aja ibu sambil jalan-jalan, bosen ibu di rumah terus."


"Tu kan ibu kalo di bilangin pasti ngebatah."


Cklik....


Akhirnya tu pintu terbuka, Yun mengikuti masuk dan meletakkan barang belanjaan ibu di atas meja di ruang tamu.


"Sudah makan nak?"


Yun menggeleng pelan dan memeluk ibunya dari belakang. Rasanya damai banget kalo kayak gini, pengen Yun tiap hari peluk ibu tapi itu gak mungkin karena harus kerja.


"Bu, Yun kangen banget sama ibu..." menyandarkan kepalanya di bahu ibu dengan sangat manja, di depan semua orang Yun berlaku layaknya seorang laki-laki yang tegas dan berwibawa tapi di depan ibu dia hanyalah seorang anak kecil yang haus kasih sayang dan selalu ingin dimanja.


"Coba sini lihat putra ibu yang tampan ini...." menepuk pipi Yun dengan lembut dan berpaling, putra yang sangat ia cintai itu selalu berperilaku seperti ini saat bersamanya. bagi Azhari Yun masih sama seperti dulu, putra kecilnya yang kini tumbuh dengan sangat cepat. tubuhnya doang yang tumbuh tapi jiwanya masih sama.


"Gimana kabar ibu selama ini? maaf putra ibu yang nakal ini gak bisa nemenin ibu setiap hari." dengan menatap lekat mata ibu penuh penyesalan, membayangkan bagaimana ibu sendirian di rumah dan kesepian karena Yun selalu sibuk bekerja dan hanya memiliki sedikit waktu bersama.


"Ibu baik-baik saja, kerja yang rajin buat bantu ayah dan Rega."


Yun mengangguk, "Yun jadi anak yang patuh kok Bu, semua yang ayah inginkan Yun kerjakan dan Rega selalu membuat keributan." inilah waktunya buat ngadu kelakuan Rega, kalo gak sama ibu sama siapa lagi dia ngadu. ngadu sama ayah sama aja bohong, bakalan kena omel keduanya.


"Sudah-sudah, ibu tau banget kalian berdua itu gimana. gini-gini kan ibu juga ibu kalian berdua." ucap Azhari dengan tersenyum kecil, kedua putranya itu selalu melakukan hal yang sama setiap mereka datang, kalo datangnya sendiri-sendiri aja kalo datangnya bareng gak bakal ngadu. yang ada malah ribut kayak anak kecil, umur dan badannya aja yang besar tapi pikiran mereka berdua masih kayak anak kecil.


"Tapi Bu Yun capek ngurus skandal yang Rega lakuin, semua Yun yang bereskan jadi bisa ibu bayangkan gimana kerjaan Yun yang jadi double cuma gara-gara Rega." itulah, apa yang Rega lakukan Yun juga yang turun tangan. kadang-kadang tu Rega bikin skandal yang gak masuk akal dan melibatkan dirinya secara langsung dan itu bikin pusing.

__ADS_1


"Iya nanti kalo Rega pulang ibu bakal ngomong biar jadi anak yang baik."


"Itu baru ibu Yun.... bukan ibunya Rega."


"Sama aja Nak... ibu Yun juga ibu Rega, ayah Rega juga ayah Yun...." kata ibu yang selalu menekankan hal yang sama terhadap kedua putranya, kasih sayang yang sama tanpa memilih dan memihak sebagai balasan untuk Azhari kepada keluarga Mahendra yang memberikan rumah, kasih sayang dan masa depan yang cemerlang terhadap putra semata wayangnya. keluarga Mahendra hanya menginginkan untuknya mendidik dan membesarkan putra mahkota mereka dengan kasih sayang yang sama seperti yang ia berikan kepada Yun dan sebagai balasan yang Azhari dapatkan adalah mereka memberikan semua yang tidak dapat ia lakukan dan itu tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan apa yang ia dapatkan untuk Yun. Bahkan dengan mengabadikan seluruh hidupnya wanita itu merasa tidak akan mampu membalas kebaikan keluarga Mahendra yang membuatnya dan Yun dari yang bukan siapa-siapa menjadi orang yang sangat luar biasa.


"Ibu benar,, jadi ibu mau masak apa buat anak ibu yang tampan ini?"


"Kamu mau ibu masakkan apa?" Azhari mengusap rambut Yun yang terasa lembut dan halus itu, sejak kecil rambut Yun berwarna hitam berkilau dan Azhari sangat senang menyisir atau mengelusnya.


"Apa pun yang ibu masak, bagi Yun masakan ibu yang paling enak di dunia."


"Dasar gombal...." mengacak rambut Yun dan mencubit gemas pipi Yun, sudah berapa tahun berlalu dan Yun kini tumbuh menjadi anak yang sangat luar biasa. laki-laki tampan dan berkharisma yang sama sekali tidak pernah Azhari bayangkan sebelumnya, bahkan terkadang Azhari menganggap semua ini hanya lah mimpi indah dan tidak percaya bahwa di luar sana putranya menjadi sosok yang sangat berbeda dengan sosok manja yang saat bersamanya itu.


"Udah peluknya, kapan ibu masak kalo kamu nempel gini terus sama ibu?" Melepaskan tangan Yun yang ada di pinggangnya dan mendorong bahu Yun untuk sedikit memberikan ruang gerak baginya.


"Tapi ayun masih kangen..."


"Ya udah, kalo gitu ibu gak usah masak buat kamu."


Dengan cepat Yun melepaskan pelukannya dan berdiri tegak, "Wah ancaman ibu sangat luar biasa, kalo anak ibu jadi kurus gimana?"


"Badan Segede ini gak makan satu hari gak bakalan kurus." Menepuk tangan Yun.


"Mana mungkin ibu tau..."


"Sudah gak usah gombalin ibu lagi, ibu mau masak." menyela pembicaraan Yun yang kalo di ladenin gak bakal selesai.


"ok Mommy...." sambil ngikutin ibu dari belakang ke arah dapur kayak anak ayam yang patuh banget sama emaknya.


"Gimana kabar Rega, ayah dan nenek?" Membuka kulkas buat liat ada bahan mentah apa yang bisa di masak buat anak kesayangannya yang kalo datang selalu minta di masakkan itu. Azhari mengeluarkan wortel, selada, jamur, daging ayam, sosis, bakso dan beberapa bahan lainnya. kalo di liat sih kayaknya bakalan bikin Cap cay, jadi laper bayangin cap cay.....


"Gimana nenek?" Azhari baru pulang ke rumah utama seminggu yang lalu dan hanya bertemu dengan nenek, hal pertama yang biasa ia dengarkan adalah tentang kelakuan Yun dan Rega yang selalu bikin nenek sakit kepala. walau sebenarnya gak sepenuhnya Ibu membenarkan apa yang nenek lakukan terhadap kedua putranya itu tapi bagi ibu itu adalah hal yang wajar sebagai bentuk kasih sayang nenek terhadap mereka berdua.


"Masih kayak biasa, nenek adalah orang yang paling kuat di muka bumi ini." mengingat gimana tenaga nenek yang masih strong banget kalo di bandingkan dengan umurnya itu.


"Kalian gak bikin ulah lagi kan yang bikin nenek marah?" pancing Azhari yang sebenarnya udah dapat laporan kalo kedua putranya itu berulah beberapa waktu yang lalu dan memilih menghindar buat gak pulang karena tau kalo nenek bakal ngamuk mereka berdua.


"Nggak kok Bu, malah yang bikin ulah tu nenek."


Yun terbiasa menceritakan segalanya dengan ibu, apa pun itu gak ada yang ia tutupi walau kadang apa yang ia ceritakan menjadi bumerang karena ibu memarahinya.


"Biasalah, nenek suka banget jadi ibu peri yang combalingin Rega sama cewek pilihan nenek yang udah di seleksi." jawab Yun dengan meletakkan sayur yang telah ia cuci bersih dalam wadah yang bersih.


"Kali ini siapa yang nenek pilih?" kata Azhari pura-pura gak tau ceritanya, padahal udah di laporin nenek sangat detail kemaren waktu pulang. nenek tu paling gak bisa nyimpen apa pun, kalo gak di ceritain bakal beranak Pinak di dalam benak.


"Yun kurang tau juga, soalnya waktu itu Rega cuma ngomong kalo ada cewek yang bakal ketemu. pertemuan yang nenek atur, ya apa lagi kalo gak mau jodohin Rega sama tu cewek kan?" belajar dari pengalaman yang gak cuma satu atau dua kali itu langsung hapal skenario yang nenek bikin, saking banyaknya jadi langsung bisa di tebak.


"Rega cuma ngomong kalo tu cewek cucu sahabat nenek waktu sekolah dulu. nenek ngatur pertemuan di salah satu cafe, katanya sih cuma kenalan biasa aja tapi ibu bisa tebak sendiri kan gimana nenek?"


"Iya ibu tau, terus?"


"Karena Rega gak mau ketemu jadi Yun yang gantikan Rega buat ketemu." katanya berdalih.


"Yun, kalo mau bohong itu ibu bakalan langsung tau." pancing Azhari yang sebenarnya udah tau versi lengkapnya dari nenek, tapi mau denger langsung dari mulut Yun.


"Bukan gitu Bu...." ngomong sama ibu emang gak bisa bohong, itu lah kenapa Yun gak pernah bohong karena ibu bakalan langsung tau dan bisa membacanya.

__ADS_1


"Jadi Rega gak pengen ribut, biasanya cewek yang kenal sama Rega langsung lengket kayak di kasih lem tikus. Rega males dan risih kalo harus menghadapi mereka semua dan memilih buat menghindar. " Yun kali ini ragu buat lanjutin ceritanya atau enggak, soalnya bakal tau ini cerita endingnya dia yang kena omel habis-habisan sama ibu. tapi kalo gak di ceritain Sampek habis iya bakal kena omel kalo Sampek tanya sama nenek malah tambah banyak bumbunya, ibaratnya tuh ngasih beras doang tapi datangnya bubur ayam. banyak banget kan tambahan ini dan itu nya, Nenek gak bakalan tinggal diam kalo gak Sampek dendamnya terbalaskan dengan sangat baik. gak bakal nyerah kalo gak Yun atau pun Rega di omelin sama ayah atau ibu kalo nenek sendiri gak sempat ngomelin. berurusan sama nenek itu emang luar biasa, luar biasa gak bisa lepas.


"Jadi yang kalian berdua lakuin apa buat membatalkan rencana nenek?"


"Ide nya dari Rega, jadi Yun harus pura-pura punya hubungan khusus sama Rega." ujarnya dengan memelankan suara, antara pengen cerita sama enggak makanya kayak gitu.


"Hah?" Kata Azhari yang gak begitu denger suara Yun yang makin kecil itu.


"Rega minta sama Yun kalo kami punya hubungan khusus gitu, jadi ceritanya Yun jadi pacarnya Rega." kata Yun dengan cepat, berharap kalo ibu gak bakal denger.


Azhari menatap Yun dengan tatapan mata gak percaya, dari mana coba mereka punya ide kayak gitu?


"Bu...." ujar Yun memelas melihat ekspresi ibu yang berasa langit bakal runtuh dan badai bakal terjadi sebentar lagi.


"Rega udah bosen di jodohin sama nenek dan sekarang nenek malah ngelakuin hal yang sama ke Yun, kan ibu tau kalo Yun gak bakal nikah sebelum Rega nikah jadi Yun setuju aja buat ngelakuin apa yang Rega saranin. Coba ibu bayangin gimana susahnya menghindar sama cewek- cewek permen karet itu."


Azhari menarik nafas panjang dan mengeluarkan secara perlahan, udah jadi rahasia umum kalo memiliki dua putranya itu emang ganteng-ganteng.


"Yun, kalo Sampek tersebar ke luar apa enggak malah bikin runyam? kalo ayah Sampek dengar dan itu berpengaruh buruk dengan perusahaan gimana? ibu gak bisa bayangin dua putra ibu di jadikan bahan gosip kalo kalian penyuka sesama jenis, apa lagi posisi kalian yang orang tau bos dan sekertaris. gak bisa bayangin ibu kalo Sampek tersebar gosip yang kayak gitu...."


Rasanya Azhari gak bisa bayangin gimana jadinya kalo berita itu jadi bahan gosip publik, semua orang tau siapa Rega dan Yun. mereka terkenal sebagai pasangan rekan bisnis yang sangat di segani, kalo Sampek ada berita yang enggak bener itu bakal menghancurkan nama baik perusahaan yang berimbas dengan anaknya.


walau Azhari bukan orang yang paham dunia bisnis tapi wanita setengah baya itu tahu dengan persis bagaimana bahaya nya sebuah berita palsu untuk menghancurkan seseorang dalam waktu singkat, dengan dukungan teknologi yang canggih dan banyak orang yang tidak menyukainya maka dengan sangat cepat itu akan terjadi.


"Enggak kok Bu, lagi pula cewek yang di jodohkan sama nenek gak bakal nyebarin berita itu." ucap Yun yakin.


"Dari mana kamu tau?" Selidik Azhari dengan penuh curiga, gimana gak curiga kalo Yun bisa seyakin itu ngomongnya. di dunia ini yang paling tau siapa Yun adalah dia, ibu yang melahirkan dan membesarkan nya.


Yun yang mencium aroma-aroma mencurigai itu berusaha mencari alasan yang paling logis untuk menjelaskan biar ibu gak penasaran dan nanya lebih jauh lagi.


"Karena gak enak jadi Yun dan Rega datang buat menjelaskan secara langsung sebenarnya yang terjadi, biar gak ada salah paham dan untungnya cewek itu bisa ngerti keadaan kami. lagi pula sekarang Rega udah punya cewek jadi gimana pun kerasnya eyang buat jodohin gak bakalan mempan. orang Rega aja udah bucin banget sama tu cewek, kekuatan nenek gak bakalan mempan buat mempengaruhi Rega."


"Rega punya cewek?" tanya Azhari seolah gak percaya, selama ini putra tertua nya itu dingin banget sama cewek dan selama mengenal serta membesarkannya Azhari sama sekali gak pernah liat Rega memiliki teman wanita apa lagi pacar. ini berita besar dan membahagiakan.


M*mpus gue keceplosan sama ibu, selamat dari Omelan ibu ini ganti di omelin sama Rega....


batinnya lagi, karena Rega masih merahasiakan hubungannya dengan Ella dari keluarga atau publik. Hanya Yun dan beberapa orang kantor yang mengetahuinya, itu semua di lakukan demi menjaga kelangsungan hidup Ella yang damai. kalo Sampek publik tau bakal hilang hidup damai cewek tengil itu


******


Hi readers semua....


Pa kabar nih kalian semua???


semoga baik-baik aja ya kalian dan dalam keadaan sehat-sehat di tengah cuaca yang gak menentu kayak gini, dalam satu hari aja berapa kali ganti musim alias pagi cerah dan siangnya hujan. gak pernah bisa di tebak cuaca sekarang yang ajaib banget, perjalanan satu jam aja kadang author menemui beberapa kali panas dan hujan. berangkat nya panas dan pulangnya udah hujan badai 😂 lebay deh bahasanya pakek hujan badai.....


Gimana nih di tempat kalian?


apa sama dengan tempat author yang hujan dan panas gak bisa di prediksi sama sekali?


kalo gitu buat yang bawa motor jangan lupa kemana-mana selalu sedia jas hujan biar gak kehujanan, kata orang sih lebih baik sedia payung sebelum hujan.


Author minta maaf buat kalian semua karena beberapa waktu ini author sibuk dengan berbagai kegiatan sebagai ibu rumah tangga yang juga merangkap jadi guru dadakan dan juga harus ngurus kerjaan, berasa banget jadi wonder woman. akhirnya gak bisa konsisten buat ngirim naskah, soalnya pas nulis author tu harus dalam keadaan waktu luang.


jadi harap maklum buat kalian semua.


Makasih buat dukungan dari kalian semua yang dari awal udah ngasih dukungan berupa like, vote dan komentar yang bikin author tambah semangat lagi buat nulis. dukungan kalian itu sangat-sangat berarti buat author, jangan lupa mampir juga ke Novel author lainnya.

__ADS_1


Jangan lupa buat like, vote dan komentar nya.


Makasih......


__ADS_2