Labirin Cinta

Labirin Cinta
Salon


__ADS_3

"It's oke honey, rencana buat dapat cowok cakep kita mulai dari sini." Ujar Chintya yang udah di depan pintu kaca ukuran besar di dapan nya, apa lagi kalo bukan pintu salon. Yap!


Kalo kemarin Chintya gagal mau ke salon buat merubah gaya rambutnya gara-gara tamu bulanan yang datangnya gak permisi dan gak sesuai sikon itu yang akhirnya bikin malu setengah mati. Sudah lah, kita gak usah bahas masalah malunya Chintya kemarin.


Kata sebuah artikel kecantikan yang dia baca sih ni salon punya hair style yang oke banget, makanya Chintya datangi salon yang dari luar aja udah keliatan oke itu. Dari luar aja udah keliatan meyakinkan yang bikin Chintya gak sabar buat masuk dan merombak rambutnya buat lebih cantik lagi. Dengan santai Chintya melangkahkan kakinya, memasuki salon yang lumayan mewah dari depannya itu dan langsung di sambut oleh seorang wanita yang berpakaian modis dengan make up natural yang terlihat sangat cocok di wajahnya membuat Chintya merasa kalo dia itu kucel banget.


"Selamat datang Nona...," Sapa Kia ramah dengan membukakan pintu untuk pelanggan salon, pelayanan yang paling di utamakan oleh salon untuk para pelanggannya jadi semua anggota harus bersikap ramah pada siapa pun yang datang. "Apa anda telah membuat janji dengan seseorang di sini?"


"Enggak, aku tau dari satu artikel tentang salon ini." Katanya jujur, Ternyata harus bikin janji dulu ya??? Gak ada di sebutin tu di artikel.


Kia tersenyum ramah, pelanggan baru yang harus ia layani dengan baik biar bisa jadi pelanggan tetap mereka. "Oh, begitu..., jadi apa yang bisa saya bantu?" Sambil menunjuk sofa yang ada di dekatnya, menyuruh duduk sambil berbincang.

__ADS_1


Chintya mengikuti untuk duduk di sofa, lebih nyaman berbincang sambil duduk di bandingkan berdiri kayak gitu. Tak berapa lama seseorang datang dengan membawakan minuman dingin serta dessert cantik yang menggugah selera dan memanjakan mata yang melihat.


"Silahkan di nikmati hidangan kami Nona," Katanya mempersilahkan untuk tamu sebelum undur diri.


Pantas aja di sebut sebagai salon terbaik, pelayanannya aja udah kayak layanan hotel bintang lima kek gini. Batin Chintya yang mengakui pelayanan yang salon ini berikan memang sangat luar biasa. Setelah menyeruput lemon dingin yang langsung bikin tenggorokannya segar dalam satu kali teguk ia mengutarakan keinginan sampai datang ke salon ini, "Aku mau memotong dan merubah gaya rambut aku yang sekarang."


"Baik Nona, anda tunggu dulu dan bersantai. Saya akan menanyakan dan melihat jadwal apakah hair style kami memiliki waktu luang saat ini untuk anda." Katanya dengan berdiri dan memastikan jadwal.


"Baik Nona, untuk hari ini Tuan Alex sedang senggang dan ada waktu untuk memotong rambut anda." Ujar Kia yang udah ngecek jadwal Hairstyle yang kerja di salon ini yang berkebangsaan asing dan tentu aja keahliannya dalam menata dan memotong rambut gak bakal di ragukan lagi, hasil karyanya itu mampu membuat seseorang menjadi cantik dan membuat orang menjadi lebih percaya diri lagi di bandingkan Sebelumnya.


"Makasih ya mbak..." Untung aja gak di suruh pulang dan balik lagi karena gak bikin janji duluan, emang nasib gue baik kali ya hari ini gak kayak kemaren. Chintya mengambil tas dan mengikuti pegawai salon yang kini membimbing untuk mengikutinya, meninggalkan sofa empuk dan nyaman itu.

__ADS_1


"Padahal rambut nona cantik banget lo, sayang kalo mau di potong." Kata Kia yang emang dari awal liat kalo rambut pelanggan barunya ini emang bangus banget, dengan warna hitam mengkilat dan lurus jatuh alami. Apa lagi dengan rambut yang sepanjang itu keliatan kayak barbie hidup di matanya.


"Kamu bisa aja ngomong kayak gitu, bikin aku gede kepala nih." Rasaya udah kayak di pompa kepalanya saking ge-er nya dapat pujian. Parah lo Chint, baru di puji kayak gitu aja udah ge-er banget.


"Silahkan masuk nona," Membukakan pintu dan mempersilahkan masuk.


Hal pertama yang Chintya rasakan adalah bau harum yang menenangkan saat memasuki ruangan dengan dekorasi yang sangat cantik dan menarik, kalau biasanya salon hotel dan tempat lainnya menggunakan bunga imitasi untuk dekorasi mereka tapi salon ini menggunakan bunga hias hidup yang tersusun sangat rapi dan cantik di letakkan pada pot-pot lucu yang membuat semuanya terlihat sangat menarik. Bukan hanya itu, pemilihan warna cat dinding yang soft dan juga aroma terapi yang juga lembut saat masuk ke dalam indera penciuman membuat orang akan betah berlama-lama dalam ruangan ini. Begitu pun yang Chintya rasakan, menjadi sangat nyaman dan betah berlama-lama berada di tempat ini.


"Hai cantik...," Sapa Alex yang melihat seseorang memasuki area kerjanya dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat mengagumi salah satu tempat favoritnya tersebut. Bagaimana pun Alex menciptakan suasana senyaman mungkin di tempat ini biar nanti siapa pun yang masuk bakalan gak bisa move on dan bakal balik lagi. Strategi bisnis ini namanya biar bikin pelanggan betah dan menambah pundi-pundi rupiahnya. Jaman sekarang itu selain mengandalkan kampuan di atas segala-galanya, hal sederhana kayak gini adalah salah satu penunjang yang sangat berperan penting dalam melengkapi strategi bisnisnya. Tempat yang nyaman, suasana yang menyenangkan serta pelayanan yang maksimal merupakan hal yang gak bisa di abaikan.


Lagi enak-enaknya menikmati suasana yang menenangkan dan menyenangkan tiba-tiba aja Chintya di kagetkan dengan suara seseorang yang menyapanya, refleks ia memalingkan kepalanya melihat siapa yang telah menyapanya tersebut. Seorang laki-lai tampan dengan manik mata berwarna biru yang membuat Chintya terdiam untuk sesaat, kayak liat laut atau langit cerah tanpa awan. Bukan hanya itu, tatanan dan warna rambutnya itu sangat bergaya yang kalo di liat-liat sangat serasi dengan wajah serta bola matanya. Chintya yang ngerasa kalah cantik dari tu cowok langsung ciut nyali-nya, gimana gak ciut kalo cowok aja ngerawat diri sampai kayak gitu dan dirinya yag cewek malah serampangan jadi pantes aja kalo Yun gak bakal ngelirik dia.

__ADS_1


__ADS_2